
"Clio, erato! Lama tak berjumpa dengan kalian." (Deka menggunakan bahasa spanyol)
Milla yang mendengar hal itu langsung mengernyitkan dahinya.
"Eh, bahasa apa itu?" Batin Milla yang asing dengan lafal yang Deka ucapkan.
Deka berjalan menghampiri dua orang yang baru masuk itu begitu pun sebaliknya. Deka menyalami mereka satu persatu tak lupa memberikan pelukan hangat untuk kedua.
"Tak kusangka, masih bisa bertemu dengan anda, rojo." (Salah satu pria menyapa Deka dengan bahasa dan dialek yang sama.)
"Hahaha, kau terlalu berlebihan." (Balas Deka menggunakan bahasa spanyol)
"Kami bersyukur anda terlihat sehat-sehat saja." (sapa pria satunya lagi masih menggunakan bahasa spanyol juga)
Setelah bersalaman, kedua pria itu beralih melirik ke arah Milla yang masih duduk di kursi.
"Kalian mungkin sudah melihatnya waktu pernikahan kami. Dia adalah istriku." (Bahasa spanyol) Deka memeperkenalkan Milla pada Clio dan Erato.
"Senang bertemu dengan anda, nona Deka." ucap kedua pria itu kompak.
__ADS_1
Sontak Milla yang mendengar itu langsung berdiri dari duduknya. rasanya tak sopan memperkenalkan diri sambil duduk.
"Senang juga bertemu dengan kalian." Balas Milla sedikit canggung saat mendengar kedua pria itu memangilnya dengan sebutan nona Deka.
"Tidak usah bertele-tele, ada beberapa hal yang ingin kubahas dengan kalian. Leo sudah kamu siapkan orang diluar?" Deka nampaknya mau langsung membahas persoalan bisnis ketimbang ramah tamah.
"Sudah, bos. Semuanya aman terkendali." Jawab Leo yang nampaknya sudah kenal gelagat bosnya ini. Tanp disuruh dia sudah melakukan hal perlu dilakukan.
"Bagus, jangan biarkan ada orang yang mengganggu kita." Tegas Deka sembari berbalik arah. Deka menunjuk ke arah dua kursi kosong yang berhadapan. "Mari duduk, Clio, Erato."
Clio dan Erato mengikuti arahan tangan Deka dan langsung duduk di sana. Begitu pun Dengan Deka. Dia menarik satu kursi dan duduk di samping kursi Milla. Dalam ruangan itu, terdapat meja persegi panjang yang tengahnya kosong. Jadi, posisi Milla dan Deka berada di tengah-tengah.
"Sebelum dimulai, Leo, tolong bacakan informasi terkait perusahaan ini kepada mereka." Titah Deka yang langsung diangguki oleh Leo.
"Big Corp., atau perusahaan atas nama nona Milla merupakan pecahan dari perusahaan Tz. Dua pecahan perusahaan Tz dimiliki oleh ibu tiri nona Milla. Sejauh ini, Big Corp. menjalani usaha elektronik yang cukup mumpuni di negara ini. Bahkan salah satu brand berhasil bersaing di kancah internasional." Terang Leo sembari melihat ke arah tab ditangannya.
"Ayah nona Milla, Eleanor, mengembangkan bisnis Big corp. saat pertama kali memulai karir Tz. Jadi wajar saja kalau perusahaan Big lebih meraja lela dibandingkan dua perusahaan cabang yang dipegang ibu tiri nona Milla." Leo menjeda sebentar ucapannya sembari menyentuh-nyentuh tabnya.
"Boleh saya masuk ke dalam pokok permasalahannya?" Tanya Leo meminta pendapat yang lain.
__ADS_1
Semuanya mengangguk setuju. Begitu pun Milla.
"Masalah utama yang big Corp. alami adalah para pemegang saham yang tiba-tiba menarik saham mereka beberapa hari belakangan ini. Tentunya semua pasti ada faktornya." Leo men-scroll tabnya.
"Menurut analisis yang saya dapatkan, tingkat kepercayaan pada perusahaan big Corp. kian menurun setiap harinya. Terutama saat jabatan nona Milla ditangguhkan. Banyak gosip tidak baik yang menyebar di luar sana. Hingga sampai di telinga para investor. Tercatat sampai tadi malam sekitar 40% investor mencabut haknya di peerusahaan ini. Hal ini juga mempengaruhi pasar penjualan. Dalam 6 bulan terakhir, penjualan menurun sekitar 30% dari target. Mungkin itu saja data dari luar yang dapat saya sampaikan." Leo mengakhiri penjelasannya.
"Seperti yang kalian dengar barusan. Perusahaan ini memiliki beberapa masalah. Bahkan ini baru dari segi eksternal. Ada lagi maslaah internal yang belum kita temukan sampai saat ini." Tukas Deka pada Clio dan Erato. Deka melirik sebentar ke arah Milla. "Aku mau kalian berdua membantu menyokong perusahaan ini. Kurasa ada tangan hitam dibalik kejadian ini"
"Aih, bos. Kenapa baru bilang sama kami. Bos tak perlu sampai turun tangan seperti ini. Cukup bilang ke saya saja, semuanya akan habis dalam sekejap." Timpal Clio yang merasa Deka terlalu baik sampai harus turun tangan seperti ini.
"Benar kata, Clio. Cukup suruh kami saja, semua akan aman terkedali." Erato ikut berkomentar. Mungkin yang dimaksud oleh keduanya sampai saat ini adalah tindakan Deka yang selalu bekerja sendirian. Dia hanya meminta bantuan Leo, itu pun hanya sebatas mencari informasi. Mungkin kode 1 waktu itu saja kuasa yang Deka gunakan.
"Ah, aku hanya merasa perlu melakukan ini." Balas Deka.
Sejujurnya Deka juga tidak tahu kenapa sampai berbuat sejauh ini. Dia biasanya malas untuk turun tangan secara langsung seperti ini. Tapi saat itu menyangkut soal Milla, dia merasa perlu bertanggung jawb.
Baik Clio maupun Erato tersenyum mendengarnya. ini adalah momen langka yang pernah mereka temukan. Dan tentunya mereka akan menghargai keputusan bos mereka.
"Baik, bo. Akan kami lakukan sebagaimana keinginan anda." Balas Clio dan Erato bersamaan.
__ADS_1