Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
86. Kantor Bachsmid


__ADS_3

Setelah selesai sarapan bersama, semuanya sepakat untuk menyusul Bachsmid ke kantornya. Mereka akan membahas tentang penyerangan yang terjadi kepada Milla tempo hari.


Di depan rumah terlihat dua mobil sudah siap mengantar mereka. Keempat naik ke dalam mobil yang kedua dengan posisi duduk, Eny dan El di depan, semestera Deka dan Milla duduk di bagian belakang. El menjadi supir dalam perjalanan mereka.


Saat semuanya sudah masuk, mobil di depan mereka mulai berangkat. Mobil itu bertugas sebagai pengawal mereka, untuk menghindari hal-hal yang tak di inginkan.


Dalam perjalanan, Eny dan Milla tampak bercengkrama dengan bahagia sementara laki-lakinya hanya menyimak dan menimpali sesekali. Tante dan ponakannya itu mendominasi suasana mobil yan El kendarai. Tapi dengan begitu, perjalanan mereka jadi tak begitu terasa.


setelah berkendara selama lima belas menit, mereka akhirnya sampai di sebuah hotel bintang lima yang cukup terkenal di benua asia. Di sanalah kantor Bachsmid berada.


Semuanya langsung turun dari mobil. El menyerahkan kunci mobilnya pada karyawan yang sudah menunggu mereka agar diparkirkan. Sementara Deka mengawal Milla untuk berjalan ke arah tantenya yang sudah duluan keluar mobil. Pemandangan itu sempat dilirik oleh El. melihat itu langsung membuat El jengkel. Dia mengumpat tepat ke hadapan karyawan yang hendak mengambil kunci mobilnya.

__ADS_1


"Ma-maaf, bos." Ucap karyawan itu karena tiba-tiba saja El mengumpatinya.


"Eh, bukan-bukan, bukan kamu yang saya umpat, eh, sudahlah bawa saja mobil ini untuk diparkir." Kesal El menyuruh karyawan itu agar segera pergi. Setelahnya dia berjalan mendekati Milla, Deka dan Eny yang sedang bercengkrama menunggunya.


"Ayo masuk," Ajak Eny saat melihat El sudah selesai.


Ketiganya mengekori Eny masuk ke dalam hotel mewah itu. Di lobi hotel, semua karyawan menunduk dan menyapa Eny yang tengah lewat. Eny membalas sapaan para karyawan dengan ramah.


Mereka memasuki lift dan naik ke lantai dua, tempat suaminya bekerja. Berbeda dengan kantor biasanya, Bachsmid meletakkan kantornya di lantai 2. Alasannya sederhana, karena dia maunya di lantai 2 bukan dilantai yang lain.


Tak butuh waktu lama, begitu pintu lift terbuka, mereka cukup berjalan beberapa langkah, mereka sudah dapat melihat kantor tempat Bachsmid bekerja. Mereka langsung bergegas menghampiri pria itu.

__ADS_1


Di dalam kantornya, Bachsmid tengah duduk disebuah sofa melingkar. Di ditengah sofa yang ia duduki ada sebuah meja yang bentuknya juga bundar.


"Ah, kalian datang juga akhirnya." Sapa Bachsmid langsung berdiri menyambut kadatangan mereka. Pria yang tadi sempat berbincang dengan Bachsmid juga ikut berdiri.


"Selamat pagi, Nyonya, Tuan muda, nona Milla dan tuan Deka." Sapa pria itu membungkukkan badannya sebagai bentuk penghormatan.


"Pagi juga, Charris." Balas Eny menghampiri Kedua pria itu dan langsung memberikan cipika-cipiki dengan sang suami.


"Duduklah," Bachsmid mempersilahkan untuk semuanya langsung duduk saja.


Deka yang memantau dari tadi menahan tangan Milla, dia berencana untuk duduk diujung dengan Milla. Karena jika dia duduk ditengah, maka Milla akan dihimpit oleh dua pria. Entah itu El ataupun pria yang dipanggil Charris barusan.

__ADS_1


__ADS_2