Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
21. Gaji Pertama.


__ADS_3

Satu bulan berlalu pasca Deka dan Milla menikah. Tak ada perubahan antara hubungan mereka. Bahkan terakhir kali mereka bertatap muka adalah ketika Deka pertama kali menapakkan kaki ke mansion ini. Satu-satunya orang yang paling sering Deka temui adalah pak Kadir. Dalam beberapa kali kesempatan Deka sempat minum kopi bersama dengan pak Kadir.


Untuk urusa Milla, Deka tak mau berurusan dengannya. Toh, itu sesuai perjanjian yang dibuat oleh Milla sendiri. Deka hanya mengikuti alurnya saja. Lagipula Deka memang sangat jarang berada di mansion. Pekerjaan yang diberikan oleh Maria sebulan yang lalu membuat dirinya harus merelakan waktu malam. Dan siang harinya biasa Deka gunakan untuk tidur.


Dan untuk masalah pekerjaan Deka sekarang, para bawahan Deka sangat menentang keputusan Deka, terutama Leo sang tangan kanan. Sehari setelah Deka bekerja, Leo langsung memberikan ultimatum pada bar milik Maria karena dianggap sedang merendahkan bos mereka. Tapi untungnya Deka cepat menyadari hal itu dan langsung menyuruh Leo untuk diam. Deka cukup kesal waktu itu karena ternyata Leo tidak menuruti perintah untuk tidak menguntit kehidupannya selama di sini. Namun, setelah bertemu langsung dengan Leo, semuanya menjadi jelas. Leo akhirnya dengan berat hati memperbolehkan Deka bekerja dibawah hirarki Maria.


Berbeda dengan Deka yang nampak sudah tidak peduli dengan Milla, nampaknya istri Deka ini memberikan respon beberbeda dari yang Deka bayangkan. Meski hanya sekadar basa-basi, Milla cukup sering menanyakan kegiatan Deka selama ada di mansionnya. Bahkan saat Nana menceritakan bahwa Deka selalu keluar pada malam hari, Milla nampak sedikit terkejut.

__ADS_1


Banyak pertanyaan yang muncul dalam benak Milla, seperti apakah Deka lelaki malam? atau sebagainya. Tapi Milla menahan diri untuk tahu lebih lanjut. Setidaknya gengsi dalam diri Milla lebih tinggi daripada harus mencari tahu kelakuan suaminya itu.


Dan karena sudah tepat sebulan berlalu, akhirnya Deka juga mendapatkan gaji pertamanya. Gaji Deka cukup terbilang fantastis untuk ukuran bartender yang baru mulai. Sebab nilai dari gajinya bisa 2 kali lipat dari rata-rata gaji karyawan di kota itu. Deka sendiri tidak merasa bahwa dirinya spesial atau pernah melakukan pekerjaan besar sampai ia layak dapat gaji segitu besar. Tapi rasa heran seperti itu tidak akan membuat ia dapat jawabannya. Jadi, lebih baik mengambil gaji yang besar itu secara cuma-cuma.


Deka tidak berencana untuk menyimpan uang itu. Toh, uangnya dari perusahaan sudah cukup menghidupinya bahkan sangat berlebih. Jadi, dia langsung menggunakan uangnya itu untuk membeli sebuah motor bekas.


"Nana? Nana?" Teriak Milla dari dalam kamar.

__ADS_1


"Iya, nona."


"Suara apa itu malam-malam begini? Sepertinya itu suara sebuah mobil."


"Oh, itu. Tuan Deka baru saja membeli sebuah motor. Dan suara yang nona dengar adalah suara mobil pengantar yang membawa motor tuan Deka."


Jawaban dari Nana dapat diterima oleh Milla. Ia tidak menanyakan lebih lanjut pasal hal itu. Mungkin terkesan angkuh atau cuek, namun aslinya Milla sangat penasaran akan hal itu. Seperti dari mana uang yang didapat oleh Deka untuk membeli motor itu.

__ADS_1


Semua pertanyaan itu tentunya ada dasarnya. Menurut cerita orang-orang yang Milla dengar, Deka merupakan seorang sampah yang tidak bisa apa-apa. Jadi cukup mencurigakan untuk Deka bisa beli sebuah motor dalam kurun waktu satu bulan. Bahkan saat Milla hendak memastikan kebenaran berita itu, Altan yang merupakan sepupunya malah membeberkan hal yang tidak diduga, yaitu tentang Deka yang beberapa tahun mendekam dipenjara karena narkoba.


"Hhmm, dia tidak menjual narkoba lagi kan?" Terka Milla dalam benaknya.


__ADS_2