Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
91. Pria cerdas


__ADS_3

"Apa anda akan mempercayai dia, tuan?" Charris bertanya kepada Bachsmid yang duduk di kursi belakang mobil. Sudah lewat beberapa menit mereka berpisah dengan Deka. Kini mereka tengah di dalam mobil hendak menghadirj acara di tempat lain.


"Jika aku boleh jujur, maka aku akan percaya pada ucapannya. Kau merasakannya juga kan? Tatapannya bukan tatapan orang yang sedang berbohong." Bachsmid mengingat kembali ekspresi deka beberapa saat yang lalu saat mereka masih ada di kantornya.


Beberapa saat yang lalu,,,


"itu saja dariku tentang menarik keluar dalang lainnya. Mari kita bahas hal lainnya." ucap Deka setelah mengungkapkan semua rencananya pada Bachsmid dan Charris. "Mari kita buat Milla dapat melihat kembali."


Bachsmid langsung tercenganng.

__ADS_1


"It-itu, bukannya aku pesimis, tapi bukannya susah untuk membuat keajaiban seperti itu." Bachsmid ternyata sudah beberapa kali mencari solusi untuk hal itu. Dan hasilnya nihil. Dia tak menemukan satu pendonor pun. Bahkan dia sampai menyuruh Charris mencari di pasar gelap.


"Mendengar jawabanmu seperti itu, kuanggap paman sudah mencoba mencari para pendonor. Jadi, hasilnya masih belum ada ya?"


Bachsmid Mengangguk. Nampaknya meski dia tergolong pengusaha yang cukup besar, dia masih tetap tidak mampu menemukan pendonor untuk Milla.


'Aku bisa memberikannya." sambung Deka percaya diri. Dia memang belum menerima laporan lagi dari Leo yang mencari pendonor, tapi Deka yakin anak buahnya itu bisa di andalkan. Tidak hanya satu, deka yakin leo pasti bisa menemukan puluhan pendonor untuknya.


"Aku sedang tidak bercanda. Aku serius bisa memberikan Milla pendonor. Tapi tentunya meski punya pendonor, kemungkinan untuk operasinya berhasil tidak sepenuhnya seratus persen. Mungkin sekitar 50 : 50."

__ADS_1


Lagi dan lagi Bachsmid dibuat tercengang. Sepengetahuannya selama ini, kemunkinan operasi pemindahan seperti ini punya skala yang sangat kecil. Tapi pria di depanya ini bahkan bisa membuat skala keberhasilannya sampai setengahnya. Bachsmid sampai binggung harus merespon seperti apa. Dia yakin Deka bukan pria bodoh yang suka berbohong. Pria di hadapannya ini adalah pria cerdas yang misterius. Semuanya seakan-akan tidak ada yang mustahil untuk pria itu.


"maaf jika saya bersikap lancang, tuan Deka. Tapi apa perkataan anda itu bena-benar dapat kami percaya?" Kali giliran Charris yang bertanya. Dia juga sama tercengangnya seperti Bachsmid. Tentunya karena dia sudah terjun langsung kelapangan. Jadi, dia tahu bagaimana susahnya mencari pendonor dan seberapa rendah kemungkinan operasi ini akan berhasil.


Deka tersenyum simpul. Sikap kedua orang didepannya adalah sikap yang wajar. Itulah alasan kenapa dia memutuskan untuk berbincang empat mata saja dengan bachsmid. Pastinya karena jika ada banyak orang lain seperti tadi, banyak orang yang akan membantah dan tak percaya padanya. Jadi, Deka cukup membicarakannya dengan orang yang paling berkuasa saja. Dan orang itu adalah Bachsmid.


"Kepercayaan itu relatif. Tapi apa kalian yakin aku berani bicara seperti ini tanpa bukti?" Deka malah balik melawan. "Begini saja, satu minggu ke depan. Mari kita bertemu lagi."


"untuk apa?" Bcahsmid menduga sesuatu.

__ADS_1


"Hah, pria ini tidak seriuskan? Dia menemukan pendonor hanya dalam kurun waktu satu minggu? Jika benar itu terjadi, Siapa orang ini?" Batin Bachsmid.


"Tentunya untuk membuktikan perkataanku." Jawab Deka santai.


__ADS_2