Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
96. Jogging pagi


__ADS_3

Setelah bercengkrama dengan Milla semalam. Keduanya sepakat untuk datang ke perusahaan Milla pagi ini. Awalnya Deka hanya ingin pergi sendiri. Tapi karena dia sudah terlanjur cerita, mau tak mau Milla harus ikut karena wanita itu juga memaksa untuk ikut.


Tepat pukul 05.30 pagi, Deka terbangun dari tidurnya. Deka langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh muka. Setelah selesai, Deka kembali lagi ke arah kasur.


"Mil, Milla. Milla,,, ayo bangun." Deka menggoyangkan tubuh Milla agar wanita itu bangun. Tapi sayangnya, Milla terlihat tak mengubrisnya. "Milla, ayo bangun! Ingat janji kita semalam."


Hanya dengan satu kalimat dari Deka, Milla langsung mengerjapkan matanya perlahan. Milla melawan rasa ngantuknya dan langsung mengubah posisinya menjadi duduk bersandar di ujung kasur.


"Jam berapa?" Tanya Milla setengah sadar.


"Setengah enam."


Sontak Milla langsung menarik selimut kembali. Dia ingin lanjut tidur.


"Masih jam segini kok sudah dibangunin," Milla sudah ancang-ancang mau tidur lagi.


Deka yang geram langsung membuang selimut yang menutupi tubuh Milla itu ke lantai. Tanpa basa-basi, Deka menggendong Milla ke kamar mandi.


"Dek, Deka, kamu mau ngapain." Karena takut jatuh, Milla mengalungkan tangannya ke leher Deka.


Di dalam kamar mandi, Deka menyalakan shower membasahi tubuh mereka berdua.

__ADS_1


"Ih, basah,,, dingin Deka!!! Udah, udah. Aku udah bangun." Milla merengek agar Deka segera mematikan shower.


Melihat hal itu membuat Deka cengengesan. Dia yakin wanita yang digendongnya pasti sedang mengumpatinya dalam hati.


Deka mematikan shower dan langsung menurunkan Milla. Dia mengambil handuk lalu memberikan kepada Milla. Wanita itu terlihat menggigil. Sepertinya Milla tak biasa mandi pagi-pagi buta.


"Hahahaha, kamu lucu banget." Deka tak kuasa menahan tawa saat melihat Milla menggigil.


"Sial-hmph," Deka menahan bibir Milla dengan jari telunjuknya.


"Ingat janji kita semalam?" Tanya Deka membuat Milla mendengus kesal.


Semalam saat Milla minta untuk ikut menemani Deka ke perusahaan, dia sempat berjanji untuk menuruti perintah Deka apapun itu perintah. Sebenarnya itu Deka lakukan hanya untuk jahilin Milla. Dan pagi ini, Deka mau mengajak Milla untuk lari pagi.


Ingin rasanya Milla menggigit Deka sekarang saking kesalnya. Ngantuk yang tadi melanda langsung berganti jadi dingin.


"Siapa bilang kita mau berangkat ke kantor. Ayo kita jogging pagi dulu," Deka menarik tangan Milla keluar dari kamar mandi. Mereka berdiri di depan lemari pakaian.


"Ini masih pagi, Deka. Mana ada orang jogging pagi-pagi kayak gini." rengek Milla yang enggan jogging pagi. Jiwa malasnya bergejolak saat ini.


"Ada kok," Balas Deka sembari mencari pakaian untuk Milla dan dirinya. Kemarin Eny sempat memberitahu Deka dan Milla kalau dia sudah mempersiapkan beberapa pakaian untuk keduanya.

__ADS_1


"Siapa?"


"Ya, kita berdua." Jawab Deka enteng sembari memberikan satu celana training dan kaos pada Milla. "Mau pakai sendiri atau dipakein?"


Milla langsung mengambil celana dan kaos itu.


"Antar aku ke kamar mandi lagi. Aku ganti di sana."


Tak banyak komen, Deka mengantar Milla ke kamar mandi dan membiarkan wanita itu ganti pakaian. Dan dia juga mulai ganti pakaian. Untungnya baju-baju yang disiapkan berukuran besar, jadi pas sekali di badan Deka.


"Sudah belum?" tanya Deka yang sudah selesai ganti baju.


"Em, anu, bisa ambilkan aku daleman?" Tanya Milla malu-malu dari dalam kamar mandi.


Deka menepuk jidatnya sendiri. Betapa bodohnya dia sampai lupa memberikan Milla pakaian dalam juga. Deka kembali membuka lemari. Di sana sudah ada beberapa pakaian dalam. Deka dibuat salah tingkah saat mengambilnya.


"Ini," Deka langsung memberikannya pada Milla yang sudah menunggu di dalam kamar mandi.


Milla membuka sedikit pintu kamar mandi dan menjulurkan tangannya. Deka yang melihat itu langsung memberikannya pada Milla.


"Makasih." Milla langsung menutup kembali pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Ah, aku benci pikiranku sendiri." Batin Deka saat Milla menutup pintu kamar mandi.


__ADS_2