Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
50. Dapat Bantuan


__ADS_3

Deka menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Rasanya malu sekali barusan. Dia tahu kenapa Valeene malah langsung meminta untuk pergi begitu melihat kesalah pahaman barusan. Tanpa perlu dijelaskan semua orang pasti beranggapan kalo Milla dan dirinya seperti sedang melakukan sesuatu semalam.


"Aih, gimana caranya aku jelasin ke Veleene nanti?" Batin Deka memikirkan alasan yang cukup logis. Namun setelah beberapa detik berpikir, sebuah persepsi datang. Untuk apa dia harus klarifikasi, bukannya dia dan Milla sudah sah di mata hukum. Jadi seharusnya tidak ada masalah.


Setelah beranggapan seperti itu muka Deka langsung terasa panas. Pikiran-pikiran lain malah datang memasuki pikirannya. Sampai Deka harus menampar wajahnya sendiri.


"Deka? Apa itu kau?" Tanya Milla yang mendengar suara tamparan.


"Hhhm, iya. Jadi, kenapa kamu bisa di kamarku?" tanya balik Deka mencoba mengganti suasana.


"Aku mencarimu tadi pagi. Dan ternyata pintu kamar mu tidak terkunci jadi aku berencana menunggu. Tapi malah tertidur di sini. Oh, apa tadi orang yang datang itu Valeene? Kenapa dia langsung pergi begitu saja?"


Deka langsung terkejut.


"Ah, it-itu,,, a,, mungkin dia punya hal penting lain yang harus dilakukan. Kau tahu sendiri kan bawahan Agatha itu sibuk semua." Alibi Deka berharap Milla tak melanjutkan pertanyaan mengenai hal itu lagi.

__ADS_1


Nampaknya Milla paham. Wanita itu mengangguk begitu saja yang membuat Deka bisa bernapas lega.


"Lalu, apa kau ada yang perlu dibicarakan denganku?" Tanya Deka kembali.


Kini Deka Sudah berpakaian lengkap dan sedang duduk di sebuah sofa samping kasur. Milla sendiri duduk di pinggir kasur menghadap ke arah Deka.


"Aku mau membicarakan tentang rencana ku ke depannya." Jawab Milla penuh keyakinan.


Melihat Milla yang seperti itu membuat Deka mengubah posisi duduknya. Sekarang bukan saatnya untuk bercanda.


"Nampaknya semalam kamu dapat pencerahan," Terka Deka dari mimik wajah Milla.


Deka menggangguk paham. Sebenarnya tadi saat bertemu Leo dia sudah mendapatkan banyak informasi tentang orang bernama Agatha ini. Makanya dia cukup lama berbincang dengan Leo karena dekumen tentang Agatha cukup banyak.


"Siapa saja itu kalau aku boleh tahu?" tanya Deka pura-pura tidak tahu sekaligus memastikan informasi dari Leo benar atau tidak.

__ADS_1


"Yang paling aku ingat, ada lima orang penting. Mereka adalah lima tongkat paman. Ada paman Joe, beliau merupakan hakim tersohor di negeri ini. Lalu,, ada Chris wakil ketua perpajakan, ada Marteen seorang IT, ada juga om Rudy jenderal Militer dan terakhir Jessica yang merupakan petinggi pemerintahan." terang Milla sambil mengigat ucapan empat orang yang ia temui semalam.


Dari keterangan di Milla, bisa disimpulkan bahwa Agatha punya kekuatan orang dalam yang kuat di negeri ini. Dan data itu sama persis dengan apa yang disampaikan oleh Leo beberapa jam yang lalu.


"Mereka semua sepertinya sangat berkompeten. Apa kamu berhasil berbincang dengan mereka?"


"Sudah, bahkan mereka sendiri yang berbicara akan membantuku."


"Eh, serius?"


Milla menggangguk.


"Iya. Begitu aku memperkenalkan diriku, mereka semua langsung tercengang dan dengan cepat menerimaku di sisi mereka. Mereka bilang akan membantu ku dengan semua koneksi dan power dari mereka." Balas Milla dengan senyum menghiasi wajahnya di akhir ucapannya. Sepertinya Milla sekarang bisa lebih tenang. Dengan kehadiran orang-orang itu di sisinya, para penjahat itu pasti akan enggan untuk mendekatinya.


Sementara itu Deka terdiam mendengar penjelasan Milla itu.

__ADS_1


"Ini aneh. Kenapa mereka langsung mau menolong Milla? Bukankah Agatha dan ayahnya Milla bermusuhan dari dulu? Apa Leo salah memberikan aku informasi?" Terka Deka yang binggung kenapa orang-orang itu mau menolong Milla. Padahal Leo dengan sangat jelas memberitahu Deka untuk segera menjauh dari Agatha, karena menurutnya ada niat jahat yang sedang dirancang oleh Agatha.


"Deka? Kamu masih di sini kan?" tanya Milla memastikan keberadaan Deka karena tak mendengar suara pria itu.


__ADS_2