
Mendengar hal itu membuat Deka langsung berlari keluar dari kamarnya.
"Kami kehilangan kontak dengan mereka yang berjaga di sekitar Milla, bos."-anak buah Deka
"Jemput aku, biar aku yang menghubungi Leo. Di mana kalian?"-Deka
"Kami sedang menuju mansion anda berada tuan,"-anak buah Deka.
"Bagus! Tidak perlu ke depan mansion, biar aku tunggu di jalan raya persimpangan mau ke mansion saja."-Deka.
"Baik bos, lima menit lagi kami sampai."-anak buah Deka.
Deka terus berlari menghiraukan pandangan para pelayan yang kaget melihat ia terburu-buru. Bahkan Deka tak sempat berpikir untuk ganti baju. Dia hanya mengenakan kaos kerah dan celana pendek. Tapi itu bukan masalah. Ada masalah yang lebih penting daripada sekedar outfitnya.
Dengan kecepatan larinya, deka sudah sampai di persimpangan jalan raya sesuai arahanya tadi pada anak buahnya dalam setengah menit saja. Sembari menunggu, Deka mencoba menghubungi Milla.
Panggilan tersebut tersambung namun sampai akhir tidak ada menjawab. Kondisi ini membuat Deka tak bisa berpikir positif tentang keadaan Milla saat ini. Deka mencoba sekali lagi menelpon Milla.
__ADS_1
"Please angkatlah." pinta Milla untuk mengetahui keadaan Milla. Hasilnya tetap nihil. Milla tak menjawabb panggilan telpon Deka.
jika sudah seperti ini, Deka harus mengambil langkah cepat. Telat sedikit saja, bisa membuat semuanya sia-sia. Deka kembali melihat ke arah ponselnya, dia harus menelpon orang-orangnya.
"mala-"-Leo
"Kode 1! Orang yang kuperintahkan untuk memata-matai Milla hilang kontak. Segera kirim lokasi terakhir mereka dan lokasi Milla ke ponsel ku."-Deka
"baik, bos. Langsung saya kerjakan!"-Leo
Deka langsung menutup panggilan itu. Bertepatan dengan hal itu, sebuah mobil hitam menghampiri Deka dan berhenti tepat di depannya. Saat pintu terbuka, Deka lansung masuk ke dalam mobil tersebut.
"Langsung berangkat. Aku sudah meminta mengirimkan lokasi terakhir mereka, gunakan ponsel ini." Deka menyerahkan ponselnya pada anak buahnya yang duduk di sebelah supir.
"kami mohon maaf atas kecerobohan kami, bos." ucap pria di sebelah Deka.
"tak usah terlalu dipikirkan. Aku yang terlalu mengentengkan permasalahan ini sampai hal ini bisa terjadi," balas Deka yang tak mau menyalahkan siapapun dalam kasus ini. "Percepat saja lajunya. Aku sudah meminta kode 1 pada Leo."
__ADS_1
Sontak perkataan Deka itu membuat ketiga bawahannya tercengang. Dalam organisasi mereka, setiap insiden akan dinilai tingkat bahayanya. Nilainya bedasarkan angka 1-5. Semakin tinggi prioritas dan tinggi tingkat bahayanya, maka angkanya akan semakin rendah. Tentunya keuntungan dari kode angka ini berbeda-beda. Memberikan kode 1 hanya untuk seorang gadis adalah pertama kalinya terjadi. Biasanya kode 1 digunakan jika mereka hendak perang.
"hazlo, rey." jawab ketiganya kompak.
"Berikan aku senjata," Pinta Deka.
Anak buahnya menggangguk. Pria di sebelah Deka mengambil sebuah tas besar yang ada di bagian belakang mobil. Dia membuka tas itu dan menunjukkannya pada Deka.
Dalam tak itu terdapat beberapa senjata, mulai dari pistol semi otomatis sampai beberapa senapan laras panjang. Deka mengambil sebuah pistol semi otomatis lalu melihat-lihatnya sebentar.
"Karena di negara ini cukup ketat tentang pemakaian senjata, jadi kami meminimalisir senajata yang kami bawa." ucap pria di sebalah Deka.
"Tak masalah. Ini sudah lebih dari sekedar cukup." Balas Deka yang sudah selesai memlih pistol untuk senjatanya. Pria itu menggangguk lalu memberikan deka satu set ropi anti peluru untuk Deka.
"Berapa lama lagi?" tanya Deka.
"Mungkin sekitar 5 menit lagi," jawab pria yang membawa mobil itu.
__ADS_1
Padahal jarak antara mansion dan tempat Milla terhitung cukup jauh. Jika dengan cara normal, mungkin bisa sampai dalam waktu 20 menit itu pun kalau tidak terjebak macet. Tapi hebatnya mereka bisa hampir sampai di sana kurang dari 8 menit saja. Inilah kehebatan kode 1 yang tadi. Di mana akan ada yang menolong mereka untuk sampai ke tujuan. Sebab arti dari kode 1 adalah 'hancurkan'.