
"Oke." Balas Deka sembari mengambil semua bahan yang dibutuhkannya untuk membuat nasi goreng. Nampaknya Deka ingin menggunakan bahan-bahan asli dalam nasi gorengnya. Terlihat dari rempah-rempah yang langsung Deka keluarkan dari dalam kulkas. Deka juga mengeluarkan satu botol minuman soda dan satu kotak susu cair dari dalam kulkas.
Deka menuangkan susu cair itu ke dalam gelas.
"Minum ini." Deka menyodorkan satu gelas susu tadi untuk Milla.
"Apa ini?' Milla memegang gelas yang diberikan Deka. "ini Dingin."
Milla langsung meminum gelas yang Deka berikan.
"Oh, ini susu putih." batin Milla menikmati minuman yang diberikan Deka.
"Sudah berapa lama kamu mengalami mimpi buruk?" Tanya Deka sembari memotong bahan-bahan untuk dimasukkan ke dalam nasi goreng nanti.
"em, Mungkin semenjak aku mengalami kebutaan." Jujur Milla pada Deka. Milla Merasa tidak perlu menutupi hal semacam ini pada deka.
"Apakah sering terjadi?"
__ADS_1
Milla berpikir sejenak lalu meminum kembali gelas yang berisi susu itu beberapa tenggak. Barulah ia menjawab.
"Hampir Setiap malam." Sebenarnya jawaban yang benar adalah setiap malam. Setiap malam Milla mengalami mimpi buruk.
"Mau coba berkunjung ke psikiater?" Tawar Deka dengan maksud menolong Milla. Deka mulai menyalakan kompor.
"Hhhmm, kurasa tidak perlu. Masih terlalu banyak hal yang perlu kulakukan daripada hanya ke psikiater.."
Deka tak langsung menanggapi jawaban Milla. Dia fokus pada masakan sebentar. Jika Milla dapat melihat apa yang Deka lakukan sekarang, wanita itu pasti akan terpukau. Deka tengah melakukan sedikit trik memasak yang keren bahkan saat hanya memasak nasi goreng.
Namun meski tak mampu melihat, hidung Milla masih berfungsi dengan sangat baik. Dia bisa mencium aroma nikmat dari masakan Deka.
"Baunya sungguh enak." Jujur Milla memuji wangi masakan Deka.
"Tentu, karena rempah-rempah di rumah ini melimpah. Aku jadi bisa sedikit bereksperimen dengan nasi gorengnya." Jawaban Deka malah membuat Milla mengekerutkan dahinya.
"Eksperimen? jangan bilang dia sedang mencoba meracuniku." Panik Milla dalam hati.
__ADS_1
"Kalau tidak suka, jangan dimakan." Deka menaruh piring berisi nasi goreng ke atas meja. Piring berisi nasi goreng itu langsung mengoyangkan iman Milla. Baunya sungguh enak. Deka duduk disebelah Milla agar mudah menyuapi wanita itu.
Deka menyendok nasi goreng dan memberikannya untuk Milla.
"Tiup dulu, masih panas soalnya." Pinta Deka menyuapi Milla. Milla yang merasakan hawa panas di depan bibirnya langsung meniup pelan. Setelah merasa panasnya cukup hilang, Milla melahap nasi goreng buatan Deka itu.
"Hhmmm,,, huah, pa,,,panas." ungkap Milla saat melahap suapan pertama.
"Hadeh, tunggu sebentar." Deka beranjak dari sana dan mengambil segelas air minum untuk Milla. "Minum dulu buat redain panasnya."
Milla meminum air yang diberikan Deka itu. Walaupun terasa panas, Milla tak bisa berbohong kalau nasi goreng buatan Deka benar-benar enak. Milla bisa merasakan bumbunya hanya dengan memakan nasi goreng itu. Nasi goreng buatan Deka penuh cita rasa, tidak hambar.
"Mau lagi?" Tawar Deka takut Milla tidak suka dengan nasi goreng buatannya.
Jelas Milla akan mengangguk. Dia yang awalnya tidak begitu lapar jadi pengen makan. Sebelum menyuapi Milla, Deka meniup-niup sebentar nasi goreng dalam sendok agar Milla tidak kepanasan lagi.
"Haph,," Milla langsung melahap satu suapan yang diberikan Deka. Panasnya mereda jadi hangat, Milla bisa memakan nasi goreng itu sambil menikmatinya.
__ADS_1
"Ini enak." Nilai Milla menikmati kunyahan nasi goreng dalam mulutnya.