
Tok, tok, tok.
Seorang wanita nampak berdiri di depan pintu kamar Deka. Sayangnya tidak ada sahutan sama sekali dari dalam kamar.
Wanita itu kembali mengetuk pintu kamar. Namun hasilnya tetap sama. Tidak ada respon. Meski awalnya enggan berbicara sampai dibukakan pintu, akhirnya wanita itu mengalah.
"Ehm, ehm. Pagi, Deka. Ini aku Milla." Ucap Milla dengan nada yang cukup tinggi agar terdengar sampai ke dalam kamar. Tetapi hasilnya tetap sama saja.
"Halo?!" Milla mendekatkan telinganya dengan pintu, berharap mendengar suara dari dalam. Tak ada perubahan. Hening sekali tidak ada tanggapan.
"Apa dia belum bangun gara-gara semalam? Eh, atau dia kecapekan habis main sama salah satu wanita semalam?" Batin Milla menyambungkan beberapa ingatannya semalam.
Tak kehilangan akal, Milla mencoba membuka pintu kamar Deka memastikan dikunci atau tidak. Satu pergerakan pelan dari Milla membuat pintunya langsung terbuka.
"Aih, gak dikunci?" Heran Milla mengetahui Deka tak mengunci pintu kamarnya. Milla memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Deka yang tak dikunci itu. Pelan-pelan ia berjalan bersama tongkatnya agar tidak menabrak barang-barang di sana.
__ADS_1
"Deka?! Halo apa kamu di sini?" Panggil Milla berharap Deka membalasnya.
Sayangnya tidak ada balasan. Milla sedikit frustasi mengetahui hal itu. Padahal dia ingin membicarakan tentang keberhasilannya semalam. Jadi, dia bisa meminta pendapat Deka untuk rencananya ke depan. Tapi sayangnya orang tidak ada.
"Hhhmm, apa dia keluar?" Terka Milla dengan kemungkinan yang ada. Tongkat Milla menabrak sesuatu. itu besar dan empuk. Milla mendakati benda itu dan merabanya. Ternyata itu adalah kasur. Kemudian ia naik atas kasur perlahan dan kembali meraba-raba kasur, siapa tahu Deka belum bangun.
Hasil sama saja, tidak ada Deka. Milla menghembus nafas kesal. Dengan kondisinya saat ini, hal yang paling ia benci adalah mencari sesuatu. Tentunya karena dia pasti akan sangat kesulitan sebab tak bisa melihat. Tadi saja untuk pergi ke depan kamar Deka ia harus meminta tolong kepada pelayan yang lewat untuk di antar.
Milla akhirnya memilih untuk tetap berbaring di atas kasur itu.
Beberapa jam berlalu, pintu kamar tiba-tiba terbuka. Deka masuk ke dalam tak lupa menutup pintunya kembali. Dia langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah lengket semua.
Sementara Deka mandi, Milla masih asik dengan dunia mimpinya. Dia tak sadar sama sekali kalau ada orang yang masuk ke dalam kamar. Nampaknya rasa lelah yang melanda tubuh Milla membuat wanita itu tidur nyenyak sekali.
Semalam setelah d tinggal oleh Agatha, Milla mencoba mencari relasi dengan orang-orang yang hadir ke pesta semalam. Terutama 4 orang yang berkenalan dengan saat Agatha pergi. Dan Milla menemuka fakta bahwa keempat orang itu orang-orang yang berpengaruh di negeri ini. Mulai dari jenderal militer, menteri IT, wakil ketua pajak negara, anggota parlemen negara, bahkan sampai bertemu dengan seorang hakim yang namanya sangat terkenal di negara ini.
__ADS_1
Setidaknya alasan itulah yang membuat Milla ingin bertemu Deka pagi ini. Walaupun ternyata dia tidak dapat bertemu dengan pria itu.
Beberapa saat kemudian sebuah ketukan pintu terdengar dari luar kamar. Terdengar juga suara yang memanggil Deka dari luar. Hal itu membuat Milla yang tertidur sedikit terganggu. Milla terbangun dari tidurnya sembari mengucek matanya ciri khas orang bangun tidur.
"Buka saja pintunya, tidak ditutup." Teriak Deka dari dalam kamar mandi. Nampaknya Deka sudah selesai mandi, dia membuka pintu kamar mandi bersamaan dengan pintu kamar yang terbuka.
Orang yang berdiri di depan pintu kamar langsuns tercengang saat ia melihat apa yang ada di dalam sana.
"Ehm, pagi tuan Deka,"Sapa Valeene tersipu malu melihat Deka yang hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya saja.
"Pa--pagi juga, nona Milla," Sapa Valeene menunduk ke arah kasur. Kondisi keduanya membuat Valeene susah berpikiran positif.
Deka sendiri ikut binggung dibuatnya. Dia lansung melirik ke arah yang sama seperti Valeene.
"Hah? Sejak kapan dia tidur di sana," batin Deka memandangi Milla yang nampak baru bangun tidur.
__ADS_1