Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
57. Kebenaran


__ADS_3

Agatha menjeda ucapannya lalu menjambak rambut Milla dan mendorongnya ke arah lantai.


"Dasar tol*l!"


"aww,,," Teriak Milla kesakitan. Dorongan itu membuat Milla tak mampu membendung air matanya. Rasa sakitnya memang tak seberapa mungkin karena Agatha tak serius melakukan itu. Tapi fakta yang diberikan itu lebih menyakitkan daripada tamparan maupun jambakan rambut tadi.


"Hiks, mak-maksud paman ap-apa? Sel-selama ini boh-bohong?" Milla masih tak percaya dengan fakta ini.


Agatha berjongkok untuk dapat melihat Milla dengan sejajar. Pria itu menghisap rokok di tangan kanannya dan menghembuskan asapnya tepat di wajah Milla.


Tangan Milla yang geram bergerak cepat ke wajah pria di depannya. Namun tangan kiri Agatha bergerak lebih cepat. Pria itu menahan tamparan Milla.


"Keluarga mu itu musuhku. Kehancuran keluarga mu adalah impianku. Kau tahu alasan kenapa aku datang pemakaman ayahmu kala itu?" Agatha menunjukkan aura berbeda dari yang pernah Milla ketahui. Aura itu membuat Milla ketakutan.


"Itu karena aku bahagia, bod*h. Aku ke sana untuk menyumpahi kematiannya. Orang bodoh yang mati karena bawahannya." Pria itu menjeda ucapannya sembari menghisap rokok di tangan kanannya. Lalu menghembuskannya perlahan.


"Pasti kamu bertanya-tanya kenapa aku menolongmu kan?" Agatha melepaskan tangan kiri Milla dan menunjuk ke arah belakang menggunakan jempolnya.


"Kau harus memuaskan para singa yang kelaparan itu,"

__ADS_1


Agatha berdiri dan berbalik ke arah Rudy dan yang lain. Mereka hanya diam menyaksikan tanpa berkomentar.


"Urusan ku sudah selesai. Boleh kalian pakai sesuka kalian. Aku sudah tak peduli dengannya." Ucap Agatha pada Rudy dan beberapa pria yang ada di sana.


Namun sebuah tangan menghentikan Agatha.


"Hiks, hiks, Ampuni aku, paman. ak-aku tidak tidak tahu apa-apa. aku mohon, paman, please." Ucap Milla menciumi tumit kaki Agatha. Milla benar-benar syok mendengar pejelasan Agatha barusan.


Bukannya kasihan, pria itu malah menarik kakinya dari tangan Milla sampai wanita itu kesakitan kembali.


"Hei, jal*ng terima saja nasibmu, setidaknya kau terhormat, mati dengan keadaan keperawananmu di ambil oleh orang banyak!" Cerca Jessica menghina Milla yang masih tersungkur.


Hal itu membuat tangis Milla semakin menjerit.


Namun pria yang dipanggil acuh.


"Hei, kalian tunggu apalagi! Bukannya kalian sudah ngac*ng. Sikat saja dia langsung. Aku tidak peduli siapa yang duluan, yang paling cepat membawa dia mungkin akan jadi yang lebih berhak. hehehe," Terang Agatha kepada pria kelaparan itu. Mendengar itu Rudy langsung berlari ke arah Milla.


"Lepas! lepaskan aku! hiks LEPAS!???" teriak Milla saat tangan Rudy berusaha membopongnya.

__ADS_1


"Sudahlah cantik, aku akan memuaskan mu malam in-"


plak, satu tamparan keras mengenai pipi Kanan Rudy. Milla nampaknya menyerang asal-asalan karena ada dua orang pria lagi yang menghampirinya bergantian dengan Rudy.


"Dasar gadis nakal!" Teriak Rudy kesal.


Dia mendorong dua orang pria yang hendak membawa Milla lalu maju ke hadapan Milla dengan cepat.


Bugh, satu pukulan kencang menghantam perut Milla.


"Huek, huek," Suara tangis Milla terputus, ia nampak memuntahkan beberapa makanannya hari ini di lantai.


Plak, Plak, dua tamparan kencang di layangkan oleh Rudy. Dan terakhir sebuah tendangan lurus mengenai perut Milla untuk kesekian kalinya, wanita itu langsung tersungkur lemas. Suara tangisnya berganti menjadi suara ringkihan kesakitan.


"Merepotkan saja," Oceh Rudy yang masih kesal. Pria itu langsung menggendonng Milla layaknya sekarung beras di pundaknya. Maklum saja, Rudy ini adalah seorang militer, mengangkut Milla adalah hal yang mudah baginya.


Dia meninggalkan ruangan itu bersama dua pria tadi di belakangnya. sementara Agatha memilih duduk di kursi tempat Milla duduk tadi dengan Jessica yang bergelayut manja padanya.


"Akhirnya si berisik itu pergi, sayang." Ucap Jessica sembari mencium pipi Agatha.

__ADS_1


"Ya, kau benar. Akhirnya dia pergi.* Balas Agatha membalas ciuman sebelah pihak itu dengan menggerayangi ****** Jessica.


"Sebetulnya aku sekali ingin menikmati gadis itu. Yah, tapi karena sudah ada Jessica di sini. Biarkan saja gadis itu dinikmati oleh pak tua itu." Batin Agatha sedikit menyesal melepaskan Milla kepada Rudy.


__ADS_2