Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
82. Balkon


__ADS_3

Dalam sepanjang jalan menuju kamar, Deka tak henti-hentinya tersenyum. Dia nampak seperti seseorang yang tengah memenangkan sebuah lotre ratusan juta rupiah. Meskipun sikapnya itu tidak terlalu ia nampakkan pada Milla. Tentu dia akan malu jika Milla bertanya padanya kenapa dia begitu senang.


"Anu, soal tadi, aku minta maaf." Milla membuka pecakapan saat keduanya sudah mulai dekat dengan kamar untuk mereka.


"Oh, iya, tak masalah." Deka mencoba menjawab biasa saja. Saat menjawab rasanya dia ingin tertawa lepas, tapi ditahannya karena pasti itu akan terlihat aneh.


"Bagaimana pun juga, kak El seperti itu pasti karena dia belum kenal kamu kayak gimana."


Deka membuka pintu kamar dan mengajak Milla untuk masuk.


"Yah, tentu semua orang bakal seperti itu. Mereka pasti akan berpikir seperti itu. Dan aku tidak mempermasalahkan hal itu." Deka menutup kembali pintu kamar, lalu kembali mengarahkan Milla ke arah kasur yang ada di kamar itu. "Tak usah terlalu dipikirkan. Hal itu sudah biasa bagiku. Tidurlah, lebih baik kamu beristirahat."


Milla meraba-raba bagian ujung kasur dan duduk di sana.


"A-anu, ehm, Ap-apa kita bakal tidur bareng lagi?" Tanya Milla malu-malu. Dia memang mengajak Deka kembali ke kamar. Tapi dia lupa kalau mereka sekarang tidur di kamar yang sama.

__ADS_1


Deka kembali tersenyum melihat gelagat Milla. Wanita itu terlihat sungguh imut saat malu-malu seperti saat ini.


"Tentu." Jawab Deka tegas. Milla yang mendengar itu langsung terperanjat. Dia sudah berdoa dalam hati agar Deka tidak tidur dengannya malam ini. Bukannya tak mau, dia hanya malu sekaligus belum terbiasa tidur berdua dengan seorang pria.


"Aku akan tidur di sofa sana, kau tidur saja di kasur ini." Sambung Deka membuat Milla langsung bernafas lega.


"Syukurlah,"


"Ah, atau kita harus tidur bersama?" Tanya Deka kembali memancing Milla sebagai bahan candaan.


"Hahahaha, bercanda. Kamu tidurlah di atas kasur, biar aku yang sofa."


Milla kembali bernafas lega. Jujur, sepanjang hidupnya, hanya Dekalah satu-satunya pria yang pernah tidur dengannya. Meski dulu ia pernah berpacaran dan mengikuti pergaulan yang cukup bebas, dia tidak pernah sekalipun membiarkan pria untuk berbagi ranjang dengannya.


Deka meninggalkan Milla untuk tidur di atas kasur sementara dirinya beranjak pergi ke arah balkon. Dia membuka pintu yang menghalangi kamar dengan balkon secara perlahan. Suara pintu yang terbuka itu tedengar di telinga Milla.

__ADS_1


"Deka? kamu lagi ngapain?" Tanya Milla yang masih belum bisa tidur.


"Ah, aku mau sebats bentar." jujur Deka tentang rencananya. Dia sudah tidak tahan untuk merokok. Tadi siang sebelumnya dia kamari, Leo memberikannya satu bungkus rokok untuk Deka. Nampaknya Leo paham kalo bosnya ini cukup suka sesuatu seperti ini.


"Wah, boleh aku ikut." Balas Milla yang langsung beranjak dari atas kasur. Dia meraba sekitarnya hendak menghampiri Deka yang masih mematung memegang pintu balkon.


"Heh, apa barusan yang dikatakannya?! Apa aku gak salah dengar?" Batin Deka bertanya-tanya maksud perkataan Milla barusan. Deka dengan sigap menghampiri Milla dan meraih tangan Milla yang masih meraba-raba.


"Kau mau ikut juga?" Tanya Deka memastikan sembari membawa Milla ke arah balkon. Milla hanya tersenyum sambil mengangguk. Dia yakin pasti Deka binggung. Tapi memang Milla tidak bohong tentang itu. Dia sudah biasa ikut orang nongkrong sambil merokok, sebab ayahnya pun demikian. Meski kalau ayahnya pasti akan mematikan rokoknya saat dia ikut nongkrong.


Deka tak menahan Milla. Dia percaya kalau maksud Milla ini hanya ingin ikut dia ke balkon saja. Sebatas itu.


Sesampainya di balkon, Deka meletakkan tangan Milla di pinggiran pagar balkon. Milla menikmati angin malam yang berhembus menyapa kulitnya. Rasa dingin ini sudah menjadi sahabatnya. Sebenarnya Milla tidak peduli itu malam atau pagi, karena baginya semuanya sama saja, sama-sama gelap.


Deka menutup kembali pintu balkon.

__ADS_1


"Bisa aku minta satu?" Pinta Milla dengan badan masih menghadap ke arah luar balkon.


__ADS_2