
Setelah semuanya duduk, Bachsmid langsung memanggil asistennya untuk membawakan teh untuk mereka yang baru datang.
"Sembari menunggu tehnya datang, paman mau ngenalin kenalan paman dulu," Ucap Bachsmid membuka percakapan. Dia mempersilahkan pria yang duduk di antara El dan Deka itu untuk memperkenalkan diri.
"Halo, nona Milla dan tuan Deka. Perkenalkan nama saya Charris. Saya adalah tangan kanan tuan Bachsmid sekaligus orang yang beliau utus untuk mendalami kasus yang di alami oleh nona Milla tempo hari." Terang Charris pada Milla dan Deka agar keduanya paham alasan dia ada di sini.
Setelah berkenalan, asisten Bachsmid membawakan teh untuk masing-masing orang.
"Bagaimana kalau kita langsung mulai saja?" Tanya Bachsmid tak mau membuang-buang waktu. Sekarang mereka ingin membahas siapa dalang dibalik penyerangan Milla tempo hari.
Semuanya mengangguk sepakat. El yang dari tadi memberikan aura tak sedap pada Deka perlahan melunak. Kali ini dia ingin fokus untuk tahu siapa orang yang berani melukai Milla.
__ADS_1
Setelahnya, Charris mengeluarkan lima map coklat dari tas yang ada di sebelahnya. Dibagikannya tas itu kepada masing-masing orang yang ada.
"Boleh langsung dibuka?" Tanya Eny yang sudah sangat penasaran.
"Tentu, nyonya."
Semuanya langsung membuka map itu, kecuali Milla. Percuma jika dia yang buka map itu, sebab dia takkan bisa membaca tulisan yang ada di sana.
"Ah, gak usah repot-repot, paman. Biar Deka saja yang membaca berkas-berkas itu." Milla menolak tawaran pamannya. Bukannya dia mau bersikap tidak sopan pada pamannya. Hanya saja semalam, saat keduanya hendak tidur, Deka memohon agar Milla mempercayakan hari ini padanya.
"Iya, paman. Biar aku saja yang mengurus ini," Deka memberikan sebuah tatapan yang tak bisa dibaca oleh Bachsmid. Tapi tatapan itu seperti mengatakan sebuah ketulusan dalam hati. Akhirnya Bachsmid menyerah.
__ADS_1
Semuanya nampak membaca isi berkas itu dengan seksama. Di dalam map itu ada satu buah teks yang berisikan sebuah surat kesepakatan dan beberapa foto. Meski sudah membaca secara keseluruhan serta melihat semua foto yang ada, baik El, Eny, maupun Bachsmid masih tak paham maksud dari map itu. Berbeda dengan Deka. Pria itu terlihat manggut-manggut, seolah paham isi dari map itu.
"Apa maksudnya ini? ini hanya kesepakatan kontrak yang tidak lengkap. Foto-foto ini juga buram dan berisi tato-tato yang tidak jelas." Terang El yang beranggapan informasi di dalamnya tidak ada yang penting.
"Itu adalah petunjuk yang saya dapatkan saat mencari tahu dalang dibalik insiden ini. Surat kesepakatan itu saya dapatkan tak jauh dari mansion nona Milla. Saya tak dapat menemukan keseluruhan isi surat kesepakatannya. Saya hanya bisa menemukan beberapa pasal itu saja karena yang lainnya sudah habis terbakar." Jelas Charris tentang surat kesepakatan yang ia dapatkan.
"Lalu foto-foto apa ini?" Kali ini giliran Bachsmid yang angkat bicara. Selain foto-foto tato, foto lainnya berisi tentang wajah-wajah buram dan tertutup seperti orang imigran difilm-film.
"Untuk foto itu, saya dapatkan dari pasar gelap dunia bawah. Mereka menyebutkan beberapa komplotan yang kemungkinan melakukan penyerangan brutal seperti yang diceritakan nona Milla." sejujurnya karena sedikitnya informasi, Charris jadi kesusahan untuk mencari tahu secara langsung pelakunya. Jadi, dia mencoba untuk membeli informasi dari beberapa kenalannya tentang komplotan yang sesuai dengan cerita Bachsmid semalam.
Selain minim informasi, waktu dia untuk mengumpulkan informasi juga minim. Baru semalam Bachsmid memintanya mencari tahu. Dan pagi ini dia langsung disuruh untuk melaporkan pelakunya. Tentunya dia tidak akan bisa menemukan banyak hal dalam kurun waktu satu malam. Isi dari map inilah hal yang paling bisa ia dapatkan sampai saat ini.
__ADS_1
"Menarik." Ucap Deka tiba-tiba membuat semua pandangan mengarah kepadanya.