Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
59. Gabut


__ADS_3

Di tempat lain pada pagi harinya, Deka baru saja sampai mansion sehabis lari pagi. Deka mendapat feeling kalo hari ini akan jadi hari yang membosankan sama halnya dengan dua hari terakhir ini. Hal itu disebabkan lantaran Deka tidak memiliki sesuatu untuk dikerjakan. Selain tak ada kerjaan, Sementara dia harus tetap berada di sisi Milla untuk keselamatan wanita itu. Tapi belakangan ini, Deka belum bertemu Milla. Rasanya wanita itu jadi semakin sibuk. Sempat beberapa kali Deka hendak mendatangi kamar Milla, namun kamarnya pasti kosong. Ini entah karena sibuk atau Milla ingin menghindarinya.


Meski begitu Deka tak terlalu mempermasalahkan tentang milla yang tak pernah mencarinya belakangan ini karena Deka sudah menyiapkan beberapa orangnya di luar sana untuk berjaga-jaga mengamati Milla. Takut sesuatu yang buruk terjadi pada wanita itu.


belakangan ini Deka menyibukkan diri dengan berolahraga sembari mengamati Milla dari kejauhan. Rutinitasnya dimulai dengan lari pagi sampai sekitar jam sembilan pagii. Kemudian di jeda makan pagi sekaligus siang. Barulah setelahnya dia akan mandi pagi.


Persis seperti pagi ini. Setelah melepas sepatu, Deka berjalan ke ruang makan yang ada di mansion itu. Di sana tempat semua makanan di mansion ini. Mungkin inilah yang dimaksud Milla dengan kebaikan Agatha, yaitu mempersilahkan Deka untuk makan sepuasnya tanpa perlu membayar. Bahkan terdapat sebuah kulkas dan dua buah vending machine yang tersedia di mansion itu sebagai tempat camilan dan minuman. Tentunya semuanya gratis.


"Boleh aku minta sarapan?" Tanya Deka pada salah seorang pelayan yang sedang membersihkan meja.


Pelayan itu mengangguk dan langsung masuk ke dalam mengabari orang yang bagian memasak. Tatanan meja mekan yang ada di sana sama persis sepert sedang dalam bar. Pelayan barusan bertugas sebagai resepsinis sekaligus kasir dan Deka akan menunggunya sembari duduk berhadapan dengan pelayan itu berbataskan meja memanjang.


Tak berselang lama, makanan datang. Setiap hari menu makan di ganti sesuai keinginan chef atau terkadang tergantung keinginan pesanan. Tapi karena Deka tak pilih-pilih, jadi para pelayan langsung tahu kalau untuk Deka beri saja menu makan hari ini.


"Ini, tuan." Ucap sang pelayan meletakkan piring di depan Deka. Di piring tersebut ada sebuah nasi goreng dengan omelet yang ditata rapi.


"Perlu saya siapkan kopi tanpa gulanya tuan?'" tanya si pelayan seperti sudah mengenal Deka dari lama.


"Iya." Jawab Deka membuat sang pelayan undur diri dari hadapan Deka untuk menyiapkan kopinya.

__ADS_1


Lalu Deka mulai menyantap hidangan yang ada di piringnya. Pria itu terlihat menikmati hidangan itu dengan khidmat. Di temani secangkir kopi yang baru dihidangkan, Deka merasakan pagi yang indah menurutnya. Bertepatan dengan momen itu, ponsel Deka berdering.


Deka mengangkat panggilan itu.


"halo?'-Deka


"....."


"Hhmm, lalu, apa yang terjadi?"-Deka


"...."


"Kalau begitu tak masalah, biarkan saja. Pantau terus terus sampai selesai."-Deka


"....."


Panggilan telpon itu Deka matikan. Dan lawan bicara Deka adalah salah satu mata-mata Deka yang sedang mengawasi Milla. Mereka mengabarkan kalau Milla sedang pergi ke salon di temani oleh Valeene.


Dua hari ini Deka terus memantau Milla. Dia yakin Milla pasti enggan untuk meminta bantuannya secara langsung. Jadi cuman ini satu-satunya cara agar Deka biisa menjangkau pergerakan si licik Agatha.

__ADS_1


Alasan lain kenapa Deka sangat khawatir terhadap Milla adalah karena laporan dari Leo tempo hari tentang Agatha. Dari laporannya, Leo mengatakan kalo Agataha ini punya dendam yang besar pada ayahnya Milla. Memang di depan dia terlihat baik tapi aslinya pria itu sangat busuk. Satu contoh kecil saja, yaitu saat ayahnya Milla mengajak kerja sama. Semua bentuk kerja sama itu bukan di dasari atas kemauan Agatha melainkan sebuah upaya dari ayahnya Milla untuk menghilangkan dendam Agatha pada dirinya.


Memang beberapa ajakan kerja sama itu berhasil di mata publik. Tapi dalam kondisi aslinya para pekerja dari pihak ayahnya mendapatkan banyak tekanan. Banyak dari karyawan ayahnya Milla yang resign pasca kerja sama dengan Agatha berlansung. Itulah penyebab ayahnya Milla punya banyak proyek kerja sama dengan Agatha. Bukan karena mereka dapat untung banyak. Tapi karena ayahnya Milla ingin menghapuskan dendam Agatha terhadap dirinya.


Sebenarnya Deka ingin mengungkapkan fakta-fakta ini pada Milla. Tapi apakah itu akan berhasil? karena menurut Deka, wanita itu pasti akan menolak semuanya. Sebab Deka alias Leo Masih butuh waktu untuk mencari bukti secara fisik tindak kejahatan yang dilakukan Agatha.


Selesai makan, Deka langsung kembali ke kamarnya untuk mandi. Tidak ada rencana khusus untuk hari ini. Palingan Deka hanya akan mengecek file-file kiriman Leo sehabis mandi.


Beberapa menit berlalu, deka sudah selesai mandi dan setelahnya dia mulai mengecek file-file kiriman Leo dengan ponselnya. File itu kebanyakan berisi tentang file perusahaannya. Sebenarnya Deka tak harus mengecek semua file ini, tapi karena dia kasihan melihat Leo sedikit kesulitan Tempo hari maka Deka berinisiatif menolong Leo.


Detik demi detik berlalu tanpa Deka sadari. Banyaknya file membuat deka tak sadar ia sudah berkutat dengan ponselnya lebih dari tujuh jam.


"Aih, sudah malam saja. Tak kusangka selama ini. setidaknya semua bisa selesai hari ini." Gumam Deka sembari meregangkan badannya.


Kruyuk ,,,,, terdengar suara perut Deka sudah kelaparan. Menandakan pria itu butuh asupan malam ini. Hal itu membuat Deka berpikir untuk makan malam di luar saja. Sekalian cari angin malam.


Namun baru selangkah ia berjalan, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Melihat nama yang ada diponselnya membuat perasaan Deka menjadi tidak enak.


Deka langsung mengankat panggilan itu.

__ADS_1


"Halo?"-Deka


"Bos, nona Milla dalam bahaya!" Ucap seseorang di ujung telpon.


__ADS_2