Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
72. Menemui Bachsmid


__ADS_3

"Ehm, bagaimana penampilanku? apakah cocok?" Tanya Milla kepada dua orang wanita di depannya. Mereka adalah pelayan yang Deka suruh untuk membantu Milla membersihkan diri.


"Tentu, nona. anda terlihat sangat cantik. Bos pasti terpukau melihat kecantikan anda." Jawab salah satu pelayan.


Jawaban barusan langsung membuat pipi Milla merah merona.


"Ah, bag-Maksudku, tentu. Bukannya dia selalu berkata seperti itu." Milla mencoba mengelak perasaan salah tingkah dalam dirinya agar terkendali.


"Menurut saya tidak seperti itu, nona. Bos bukan tipikal orang yang mudah memuji orang lain. Tapi beda halnya jika itu anda."


Mendengar itu malah membuat Milla geram.


"Aih, bisakah kamu mendukungku saja? Kau bisa buat aku salting sampai langit ketujuh tahu!" Geram Milla dalam pikirannya.


"Sudahlah tidak usah di bahas lagi. Tolong antarkan aku ke Deka sekarang." pinta Milla tak membalas pernyataan pelayan itu.


Kedua pelayan itu perlahan-lahan mengiring Milla keluar dari apartemen itu menuju tempat Deka berada sekarang. Dalam perjalanannya, mereka tidak berbicara apapun. Mereka naik ke dalam lift dan turun ke lantai 2. Di lantai itu sudah ada Deka yang sedang berbincang dengan seseorang bawahannya.

__ADS_1


Pintu lift terbuka. Milla dan kedua pelayan berjalan mendekat ke arah Deka. Nampaknya lantai 2 digunakan sebagai restoran tempat makan. Terlihat beberapa meja dan kursi tersedia dengan rapi di setiap sudut meski tidak ada satupun orang di sana. Di setiap sudut ruangan juga terdapat beberapa pria berpakaian rapi dengan senjata berat di tangannya.


",,, Setelah dikenali, orang itu ternyata bernama Bachsmid."


"Paman Bachsmid? di mana?" Tanya Milla yang menguping percakapan Deka dan Leo dari kejauhan.


Kedua pria itu langsung menoleh ke arah Milla.


"Kamu mengenalnya?" Tanya balik Deka sembari berdiri dan mengulurkan tangannya agar para pelayan membawa Milla ke arahnya.


"Iya, aku kenal baik dengannya. Apa dia mencariku?"


"Oh, siapa dia? apakah sama seperti Agatha atau paman George?" Selidik Deka kembali duduk. Deka mengubah arah duduknya menjadi ke samping agar bisa lebih jelas dalam melihat Milla.


Leo yang menyaksikan itu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Hei, hei, apa aku tidak salah lihat? Sejak kapan bos mengizinkan wanita duduk di sampingnya? Bukannya di itu selalu marah saat ada eanita di sampingnya? Dan sejak kapan juga dia dengan mudahnya menerima jawaban seorang wanita?" Batin Leo keheranan.

__ADS_1


Bagi Leo yang sudah puluhan tahun berada di sisi Deka tentunya hal-hal seperti ini adalah sesuatu yang baru. Belum pernah sekalipun dia melihat bos yang ia layani bertingkah sebaik ini dalam memperlakukan wanita.


"Emm, kalau soal hubungan mungkin seperti paman George." Jawab Milla.


"Kamu yakin?" Deka takut Milla mengalami kejadian yang sama lagi.


'Hhmm, kalau untuk paman Bachsmid aku yakin dia baik. soalnya aku sudah sering bertemu dengan Anggota keluarganya. Dan beberapa kali keluargaku dan keluarganya mengadakan makan malam bersama."


"Oh, kalau aku ingat-ingat lagi, dia orang yang mau kamu hubungi waktu itu kan? Tapi ternyata malah para penjahat itu."


"Iya, benar. Itu orangnya. Tapi benarkah paman Bachsmid mencariku?"


"Yup, dia mencarimu. Pagi ini dia datang ke mansionmu."


"Huh, lalu? dia baik-baik saja, kan?"


"Yeah dia baik-baik saja. Saat ini anak buahku sedang bersama tak jauh dari sini. Mau pergi ke sana bersama?"

__ADS_1


Milla mengangguk.


"tentu."


__ADS_2