Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
56. Masuk perangkap


__ADS_3

"Nyalakan musiknya," Teriak Agatha kepada DJ yang sudah bersiap di posisi. Dan musik pun langsung menemani malam mereka.


"Halo, Milla." Sapa seseorang pria mendekati Milla dari arah samping dan langsung duduk di samping Milla menghiraukan ucapan ramah tamah yang di berikan oleh Agatha.


Milla sendiri seperti pernah mendengar suara ini. Semenjak tak mampu melihat, Milla sering menghafalkan suara orang-orang agar mudah menganali orang lain.


"Halo, hhhhm, om rudy, ya?" Tebak Milla sedikit ragu takut salah tebak.


"Wah, hebat betul. Ini aku rudy," Ungkap Rudy dengan pandangan yang tak pernah lepas dari Milla.


"Ah, ga-"


"Mari minum dulu. Kamu belum minum seperti yang lainnya," Ucap rudy menyerahkan segelas wine kepada Milla.


"Tapi, aku gak pernah minum, om." Tolak Milla sedikit takut. Entah hanya perasaannya saja atau tidak, Rudy ini semakin mendempetkan dirinya ke Milla. Dan hal itu membuat Milla jadi risih juga.


"Hei, hei, ini sudah jadi adat kami loh, apa kamu mau mengecewakan paman mu?" Kata Rudy yang tangannya mulai sedikit nakal menyela poni Milla yang jatuh ke dahinya.


Hal itu sontak membuat Milla makin ketakutan dan juga binggung kenapa tiba-tiba suasananya seperti ini. Lalu kenapa orang lain membiarkan paman Rudy mendekatinya sementara yang lain terdengar sedang tertawa-tawa. Bahkan Milla tak mendengar suara paman Agatha sama sekali sekarang.

__ADS_1


"Ta-tapi mana paman Agatha?" Tanya Milla.


"Itu," Jawab Rudy ke sembarang arah. Nampaknya pria itu sudah tidak fokus ke titik lain selain ke arah Milla. Hal itu juga yang membuat Milla semakin ketakutan.


"A-apa aku harus meminumnya? sekali saja ya," Tawar Milla yang merasa tak punya pilihan.


"Oh, tentu. Tak perlu banyak-banyak."


Tanpa curiga sedikit pun, Milla mengangkat tangannya hendak mengambil gelas yang diberikan Rudy. Namun Rudy yang tahu Milla akan meminta gelasnya dengan cepat menyerahkan gelas itu pada Milla.


"Tunggu dulu," Tahan Rudy kala Milla mau meminumnya.


Cling, Suara benturan gelas dan botol yang di pegang Rudy menandakan Milla harus meminum wine di gelasnya. Setelah memberikan aba-aba dalam hati, Milla langsung meminum air dalam gelas itu sampai habis.


Kesan pertama kali Milla merasakan minuman wine barusan tidak sesuai Ekspetasi untuk kadar kepahitan. Milla merasa itu masih kadar yang bisa ia minum meski asamnya lebih mendominasi.


"Sudah kah, Rudy?" Tanya seseorang dari kejauhan yang menghampiri Milla dan Rudy.


"Aman, meski agak nolak tapi udah diminum habis." Jawab Rudy yang tangannya nakal menyentuh paha Milla.

__ADS_1


Sontak Milla langsung berdiri dari posisi duduknya.


"Om Rudy apa maksudnya barusan?" Tanya Milla geram. Milla sudah tak tahan dengan gelagat pria itu. Perkataan Milla itu membuat yang lain tercengang termasuk Agatha.


"Hahahhahaha,,," Sedetik setelahnya semua yang ada di ruangan itu malah tertawa.


"Dasar cewek dong*! Udah kayak gini aja ga paham." sambar seseorang wanita di belakang Agatha. Wanita itu tak lain adalah Jessica. Dia bergelayut manja di lengan kekar Agatha.


Milla yang masih tak paham menoleh ke suara barusan.


"Paman apa maksudnya ini?" Milla tahu tadi suara Agatha ada di sebelah sana. Tepat di arah Jessica menjawab.


Bukannya menjawab Agatha malah tertawa.


"Bhwawhahahaha, ah, maaf-maaf. aku malah tertawa." Agatha mendekati Milla.


Plak, satu tamparan kelas mendarat di wajah Milla.


"Dasar Jal*ng, bod*h. Kamu itu sudah masuk perangkapku. Aku bukan paman mu, aku adalah musuh ayahmu!"

__ADS_1


__ADS_2