Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
118. Taruhan


__ADS_3

“Pfttfahahahaha,” Bukannya kesakitan, Deka malah tertawa setelah menerima tamparan Milla. “Kamu satu-satunya wanita yang berani menaparku. Bahkan musuh-musuh segan saat kuberikan kepalaku kepada mereka.”


Milla tak bergeming. Dia masih menahan emosinya agar tidak terlalu meluap. Bagaimana pun juga, Deka adalah pahlawannya. Dia tak boleh terlalu berlebihan dalam memarahinya.


“kau bilang tadi, kalian kemari karena keputusanmu sendiri bukan?” Tanya Deka selanjutnya. 


Milla masih terdiam. Pikiran Milla sedang berantakan kali ini. Di satu sisi dia marah kepada Deka, tapi di sisi lain dia juga takut pada Deka. 


“Mari kita taruhan. Kalau kamu menang aku akan melepaskanmu, tapi kalau aku yang menang aku bebas melakukan apa yang kumau.” Ungkap Deka yang terkesan hanya menguntungkan dirinya. 


“Itu tidak adil. Tidak ada untungnya bagiku.” Jawab Milla merasa tak adil.


“Oke, aku tambahkan, kalau kamu menang. Aku gak bakal menghukum Maya. Aku bahkan bakal ngelupain semua yang terjadi malam ini.” 


“Berjanjilah.” Pinta Milla takut deka malah tidak melakukan apa yang diucapkannya barusan. 


Deka tersenyum mendengarnya. Ini kali pertama dia diperlakukan seperti ini dalam hidupnya. 


“Aku berjanji.Jika aku melanggar janjiku, aku akan menjadi anjing setiamu. Kamu boleh memperlakukanku seperti budak. Bagaimana? Apakah itu cukup? Atau perlu kurekam perkataanku barusan?” 

__ADS_1


Milla Menggeleng. 


“Itu sudah cukup. Lalu, bagaimana taruhannya?” Tanya Milla masih setia dalam pangkuan Deka. 


Deka mengambil botol yang tadi. 


“sederhana saja. Mari kita minum alkohol ini. Siapa yang pertama kali hilang kesadaran, dia yang kalah. Bukannya ini tujuanmu kemari?” Deka mengajukan pertandingan adu minum dengan Milla..


“siapa takut.” Milla malah menantang balik Deka. Dia memang tidak berpengalaman dalam hal ini. Tapi dia yakin pasti bisa mengimbangi Deka. Setidaknya mungkin dia bisa menghabiskan sampai 7 tenggak. 


Deka tersenyum lebar. Dia tahu Milla belum pernah meminum hal ini. Dan tentunya pemenang dari taruhan ini sudah dapat dilihat. 


“Ah, segarnya,” Ucap Deka merasakan sesuatu panas mengalir di dalam tenggorakannya. “Giliranmu,”


Deka menyerahkan botol itu kepada Milla. Dengan kedua tangan Milla memegang botol itu. Hidungnya langsung mencium aroma pekat dari dalam botol itu. Jika dalam keadaan normal dia pasti akan langsung membuang botol itu. Tapi karena dia sedang bertaruh di sini, Milla memberanikan dirinya. Tanpa ragu-ragu, Milla menenggak botol itu. 


Glek, satu tenggakan langsung masuk ke dalam mulut Milla. 


“Akh,, pahit sekali.” Ungkap Milla saat lidahnya merasakan sejumlah air yang lewat. 

__ADS_1


“selanjutnya aku,” Deka mengambil kembali botol yang ada di tangan Milla. Tapi Milla malah tak mau memberikannya.   


“hei, hei, ak-aku belum selesai.” Milla menenggak kembali botol itu. 


Melihat itu Deka langsung menark paksa botol itu dan langsung melemparnya ke sembarang arah. 


Prang, botol itu langsung pecah seketika. 


“Ah, kamu ini  kenapa sih? Kok ganggu, Hmphh,,” 


Deka tak membiarkan Milla meracau lebih jauh. Diciumnya Milla dengan rakus. Milla tak memberontak. Dibiarkannya Deka melakukan apa yang di mau. 


“Hmpmhh, huh.” Deka melepaskan ciuman panas itu dan turun ke leher jenjang milik Milla. 


Milla merasa geli saat Deka menciumi lehernya. Deka bermain cukup lihai di sana. Dia tak berniat melepaskan Milla.. Bahkan Deka dengan santainya memberikan beberapa bekas pada bagian leher Milla. 


Setelahnya Deka menatap ke arah MIlla. Nafas wanita dipangkuannya itu sudah terengah-engah. 


“Jadi, bukankah sekarang seharusnya aku bisa melakukan apa yang kumau bukan?” Tanya Deka menunggu Milla menjawab.

__ADS_1


Milla mengatur nafasnya kembali. Dia meneguk air liurnya sendiri. Kemenangan Deka mutlak di sini. Barusan dia merasa seperti hilang kendali saat satu kali tenggak minuman itu. Dengan malu-malu Milla memeluk Deka. Disembunyikannya wajahnya dalam dada bidang milik Deka. Jujur, Milla pikiran Milla seperti sudah dibawa terbang melayang. 


__ADS_2