Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
17. Pernikahan Yang Tak diinginkan


__ADS_3

"Hahaha, tentu kau akan beranggapan seperti itu. Tapi apakah itu poin utamanya? Bukankah kesadaran kuat adalah poinnya?" Balas Bachsmid atas jawaban Milla.


"Orang sadar tidak akan menyombongkan dirinya sendiri." Bantah Milla.


"Kau benar. Orang sadar bukanlah yang seperti diriku. Aku hanyalah kerikil yang sedang mencoba peruntungan hidup. Tapi, aku berbeda dengan lintah yang menggerogoti tubuh makhluk lain untuk hidup."


Ucapan Bachsmid barusan terdengar seperti sedang menyindir seseorang.


"Maksudmu, Albert?" Terka Milla.


"Sudah kuingatkan berulang kali. Jangan percaya dengannya. Kau merasa dia baik sebab kau tak tahu aslinya. Dia baik hanya untuk mengambil hatimu," Nampaknya Bachsmid sudah Berulang kali meperingatkan Milla akan hal ini.


Milla yang mendengar hanya tersenyum.


"Lalu, kalau bukan dia yang kupercaya, Siapa lagi? Tidak mungkin kau bukan? Bapak berumur yang mengajak anak baru dewasa untuk menikah." Balas Milla sambil mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Setidaknya di sisiku kau akan aman, Milla." Tukas Bachsmid.


Pria itu nampak sangat serius dengan ucapannya.


"Benar apa yang kau katakan. Di sisimu aku pasti aman. Namun, itu dari gangguan orang luar. Bagaimana dengan mereka?" Tanya Milla tak kalah serius.


Pertanyaan Milla membuat Bachsmid terdiam. Dia tak mampu langsung menjawab pertanyaan Milla barusan. Sepertinya ada sesuatu yang memang harus dipikirkan matang-matang olehnya.


"Kau tak perlu khawatir akan hal itu, Milla. Mereka pasti menerimamu. Tidak, akan kubuat mereka menerimamu." Jawab Bachsmid Optimis.


"Itu sama saja kau menimbun luka yang lain, Bachsmid. Aku tak mau menyakiti nyonya Eny. Bukan hanya beliau yang aku hadapi jika mengambil tawaranmu. Tapi juga, 3 orang disampingnya." Jujur Milla yang nampak benar-benar tak bisa menerima tawaran Bachsmid.


Sebenarnya Bachsmid bisa saja menolong Milla tanpa harus menikahinya. Tapi hal itu tidak akan membantu banyak. Musuh-musuh keluarga Milla itu begitu keji. Mereka berani beraksi dari dalam maupun dari luar walaupun Bachsmid mengatakan dirinya dan Milla berkolaborasi.


Hal itulah yang membuat Milla akhirnya memutuskan untuk mencari cara lain. Cara yang membuat para musuhnya akan berpikir dua kali untuk melancarkan serangan. Dan cara itu adalah menikah dengan keluarga dengan bisnis yang lebih kuat, yaitu keluarga George atau pamannya Deka.

__ADS_1


Sebulan yang lalu cara ini disarankan oleh Bachsmid sendiri. Dan tentunya Milla menolak mentah-mentah rencana itu. Bukan bermaksud sombong atau jahat, hanya saja jika ia menerima tawaran menikahi Bachsmid, ia tidak akan tahu bagimana masa depannya. Jadi, menurutnya lebih baik menikahi seseorang yang masih bisa di ikat secara kontrak.


"Tapi pada akhirnya kau menikahi pria lain, Milla. Apa bedanya?!" Bachsmid nampak mulai terbawa emosi.


Entah apa yang dipikirkan oleh bapak berumur ini, rasanya seperti dia marah sekali mendengar Milla menikahi pria lain. Padahal jarak umur mereka sangat lah jauh, mungkin sekitar 20 tahunan.


"Itu berbeda. Menikahimu hanya akan menambah bebanku. Tapi saat aku menikahi anggota keluarga George, lebih banyak keuntungan yang datang padaku." Jawab Milla yang tanpa sadar air mata sudah mengalir perlahan di pipinya.


Milla tak habis pikir. Kenapa pernikahannya tidak bisa seperti orang lain. Menikah atas dasar saling cinta.


Bachsmid mengusap wajahnya. Nampaknya ia sudah kelewat batas. Dia menghela nafas panjang lalu dihembuskannya secara perlahan.


"Maafkan aku. Mulai detik ini, akan aku terima keputusanmu itu. Meski pada awalnya aku lah yang memintamu untuk menikah dengan ku bukan keluarga George." Bachsmid kembali menghela nafas.


Lalu, pria itu menatap Milla dengan sendu. Tatapannya nampak rindu akan sesuatu. Namun sedetik setelahnya ia mencubit tangannya sendiri.

__ADS_1


"Jadi, apa keputusanmu untuk selanjutnya?" Sambung Bachsmid.


__ADS_2