
Di meja makan kediaman Bachsmid, tiga orang wanita terlihat sibuk merapihkan meja makan.
"Ma, mana Milla, Deka, sama El?" Seorang pria menghampiri meja makan.
Eny langsung sigap membalikkan piring yang ada di depan suaminya itu.
"Bentar lagi juga mereka ke sini. Tadi mama udah panggil mereka. Segini cukup?" Eny menuangkan tiga centong nasi ke atas piring suaminya. Bachsmid mengangguk.
"Makasih, sayang." Balas bachsmid sembari tangannya memeluk istrinya dari samping. Meski sudah cukup umur, keduanya masih nampak romantis dan serasi.
Bersamaan dengan hal itu, Deka dan Milla datang menghampiri meja makan.
"Wah, kan kalo kayak gini baru kelihatan kayak suami istri beneran kalian." Komentar Bachsmid saat melihat Deka dengan telaten menuntun Milla ke meja makan. Tak lupa Deka menarik kursi untuk Milla duduk.
"Ah, paman,,," Rengek Milla malu-malu.
"Hahaha, gak usah malu-malu. Namany- Aw sakit ma,"
Eny mencubt pelan pinggan suaminya.
"hobinya kok godain keponakannya sendiri." Eny duduk di sebalah suaminya dan mengambil secentong nasi untuk dirinya sendiri. "ayo, Milla ini tante udah masakin banyak lauk khusus buat kamu."
__ADS_1
"Wah, gak usah repot-repot, tante." Milla merasa tak enakan mendengar tantenya sampai repot-repot masak untuk dirinya.
"Gak ngerepotin, kok. Yang ada tante yang seneng, soalnya udah lama banget gak masak banyak kayak gini."
Deka mengambilkan Milla nasi ke atas piring Milla.
"Ambil yang ini, Deka. Milla suka banget sama ikan kakap ini." Eny menyodorkan satu buah olahan ikan kakap untuk diberikan di atas piring Milla.
"hhhmmm, Baunya enak tante," Milla langsung semangat saat mencium bau olahan ikan kakap itu. Baunya begitu memliki ciri khas dihidung Milla. "Kakap asam manis ya, tante?"
Milla ternyata langsung bisa menebak apa olahan kakap itu hanya dengan baunya saja.
'Yup, betul. Kesukaan kamu kan?"
"Suka banget, tante."
"Eits, masih ada banyak lagi loh. Deka tolong kasih semuanya ke dalam piring, Milla. Biar dia ngerasain semuanya." Eny nampak tak kalah semangatnya dengan Milla. Deka mengikuti kemauan tantenya Milla itu. Lagipula milla tak membantah ucapan tantenya
"Hush, mama ini gimana, sih. Milla nanti bisa gemuk loh kalo makannya banyak banget kayak gitu." Bachsmid yang daritadi memperhatikan hanya bisa geleng-geleng kepala. Lihat saja piring yang Deka pegang. Semuanya penuh dengan lauk. Sementara itu, Milla hanya bisa tersenyum. Sudah lama dirinya tak meraaskan sensasi seperti ini. Milla meraba meja didepannya dan menemukan satu buah gelas yang berisi air.
"Yeee,, si papa. Ini itu khusus malam ini. Toh, makan gini masak bikin gemuk sih." Protes Eny sedikit sewot saat suaminya bilang seperti itu barusan. "Lagian kalo Milla gemuk juga, Deka tetep sayang, kan?"
__ADS_1
"Uhuk, uhuk," Milla yang baru meminum sedikit air dari gelas langsung tersedak. Sontak Deka meletakkan piring Milla di atas meja dan memegangi punggung Milla.
"kamu kanapa?" Tanya Deka panik. Dia tadi terlalu fokus mengambilkan Milla lauk sampai tak dengar apa yang diocehkan oleh Eny dan Bachsmid.
"Gak, gak papa, kok. Cuman tersedak air aja." Jawab Milla sembari mengebas-ngebaskan wajahnya. Satu kalimat dari tantenya langsung membuat Milla salting.
"Apa terlalu panas di sini?" tanya Deka kembali saat melihat Milla mengebas-ngebaskan tangannya. "Mau aku carikan kipas?"
"Gak, gak perlu." Perhatian Deka malah membuat Milla semakin salah tingkah. "Ay-ayo kita makan saja."
Kedua pasangan yang lebih tua memperhatikan pasangan muda di depannya dengan cekikikan. terlihat Deka dan Milla sungguh seperti suami istri sungguhan.
"Biar aku suapin," Pinta Deka mengambil piring yang tadi penuh dengan lauk itu.
"gak, aku bisa sendiri."
"hush, gak usah bandel. Ini lauknya seafood, banyak durinya. Bahaya, biar aku yang suapin." Deka tetap ngotot ingin menyuapi Milla. Dan karena merasa tak mampu melawan, Milla akhirnya pasrah. Dia mengangguk sebagai jawaban.
Jujur, Milla sangat dibuat salah tingkah malam ini. Perlakuan Deka terhadapnya sungguh membuat jantung Milla terasa seperti mau copot. Sebenarnya Milla tidak merasa malu untuk disuapin Deka. Dia malah merasa sangat senang saat Deka bersikeras untuk menyuapinya. Milla hanya mencoba menjual mahal agar tidak terlihat seperti dirinya yang mau disuapin.
Saat mereka sudah mulai makan, seorang pria datang menghampii meja makan.
__ADS_1
"Wah, udah mulai makan aja nih semu-." El yang baru ingin duduk di salah satu kursi yang ada langsung terbelalak mata melihat apa yang dilakukan dua insan di depannya. Hati tiba-tiba terasa sakit. Padahal yang ia lihat hanya seorang gadis yang menerima suapan dari pria yang tak lain adalah suaminya.
"apa itu, kak El? Ayo sini makan." Ajak Milla sembari melahap makanan yang di sodorkan oleh Deka.