
El yang mendengar itu langsung naik pitam. Padahal kata-kata Deka tidak bermaksud apa-apa. Dia hanya asal ceplos saat mencoba menghubung kaitkan semuanya.
"Hei, kau itu tahu apa? lebih baik diam saja. Jangan mentang-mentang Milla berpihak padamu, kau bisa bertingkah sok keren. Ingat posisi mu!" Bentak El yang sudah tak bisa mengotrol emosinya.
"Kak El!"
"El!"
"Kak!"
Tiga orang sekaligus menimpali ucapan El barusan. Eny yang paling dekat dengan El langsung menenangkan putranya itu.
"El, jangan bicara gak sopan gitu. Dia it-"
"Ma, mau sampe kapan sih belain dia? Emang dia siapa? Apa papa sama mama gak pernah denger rumor tentang dia? dia it-"
"Elll!!!!!" Suara mengelegar dari Bachsmid memotong ucapan putranya sendiri itu. "Cukup! Kita di sini mau mencari tahu dalang semua ini. Bukan berdebat satu sama lain! Jika kamu bertanya dia siapa, dia adalah pahlawan penyelamat Milla. Cukup sampai situ."
"Cih, pahlawan sampah." Decih El cukup keras sampai membuat Milla dan Deka mendengarnya.
"Kak El! Cukup ya! Jan-" Sebelum Milla memarahi El lebih jauh, tangan Deka menyentuh pundak tangan Milla. Seolah meminta Milla untuk tak melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Kurasa benar kata paman Bachsmid. Cukup perdebatannya. Jika ada masalah, kita selesaikan lain kali." Ucapan Deka serasa sedang menyindir El.
"Hei-" Eny langsung mencegat anaknya untuk tidak berbuat onar lebih jauh lagi. El yang kalah suara akhirnya diam. Tapi tatapan tetap sinis ke arah Deka.
"Apa aku boleh bertanya?" Meski mendapatkan cacian dan penolakan dari El, Deka tetap bersikap tenang seolah tidak ada yang terjadi.
"Tentu." Jawab Bachsmid mempersilahkan Deka untuk bertanya.
"Pak Charris, apa saat ini kau bisa menghubungi kenalan mu itu?" Deka bertanya kepada pria yang bernama Charris itu.
"Tentu, tuan. Tapi kenapa?"
"Cih, namanya juga man-"
"Menurut sepengetahuanku, warna mata seperti ini dimiliki oleh orang-orang diluar asia seperti orang pakistan, balkan bahkan itali." Deka tak mengubris balasan sewot El barusan. Selain El dan Milla, semuanya manggut-manggut. Mereka mulai paham penjelasan Deka.
"Di foto ini dan yang ini juga sama. Mereka memiliki mata yang sama." Charris meneliti kembali semua foto yang ada di dalam map. Dari kedua pulu foto totalnya, terdapat 3 foto dengan warna mata yang sama seperti Deka jelaskan. Dua foto memiliki warnanya yang berbeda-beda. Sepuluh foto berisi tato. Dan kelima sisanya buram atau tidak terlihat jelas.
"Mau dengar alibiku?" Tanya Deka memecah fokus yang lainnya saat mereka sedang mengecek foto-foto itu.
Semuanya mengangguk sepakat kecuali El.
__ADS_1
"Menurutku orang yang menyerang Milla merupakan pembunuh bayaran itu fakta. Sebagai saksi mata yang melihat dan selamat dari kejadian itu, aku yakin bahwa mereka adalah pembunuh bayaran." Deka menaruh sepuluh foto tato di atas meja.
"Perhatikan setiap tato ini. Semuanya memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Tak ada satu pun yang sama."
"Hhhmm, itu karena mereka memang komplotan yang berbeda." Sela Charris mengemukakan pendapatnya.
"Kalau begitu, semuanya sudah cukup jelas. Aku yakin mereka semuanya berasal dari negara yang berbeda. Sebelum ku jelaskan lebih lanjut, mari tanyakan pada pedagang informasi di pasar gelap itu, Kelompok mana yang mayoritas bermata kuning dan mana yang hazel atau biru."
Charris langsung mengangguk dia paham ke arah mana maskud dan tujuan Deka. Dia langsung menelpon nomer kenalannya saat itu juga. Pria itu berbincang sebentar lalu mengaktifkan loudspeaker beserta mengubah panggilan itu menjadi video call.
"Yah, tapi aku minta tarif lebih, you know?"-Pedagang informasi
"Tentu,"-Charis
Semuanya menyimak percakapan itu.
"Baiklah, coba dekatkan aku dengan foto-foto itu."-Pedagang informasi
Setelah hal itu, pedagang informasi itu langsung mengatakan semua yang dia tahu. Dan alibi Deka terbukti benar. Pedagang itu mengatakan memang dari sepuluh tato pembinuh bayaran ini berasal dari negara yang berbeda-beda. Dari sepuluh tato setidaknya ada empat tato tanda dari negara itali, dua lainnya dari afrika dan sisanya dari amerika dan Australia.
"Bisakah kamu berikan aku informasi yang lebih spesifik? seperti tim mana yang melakukan tugas pada hari itu?" Tanya Deka pada pedagang informasi itu.
__ADS_1