
Setelah bersepakat, akhirnya Clio dan Erato akan menjadi penyokong dana Big Corp. Alasan utama kenapa dilakukannya hal itu adalah karena Deka takut akan ada orang lain yang mengakusisi Big Corp. Istilahnya ini adalah pencegahan agar semua itu tidak terjadi.
Milla yang daritadi menyimak tak habis-habisnya takjub dengan apa yang ia dengar. Hal itu karena Milla tak menyangka kalau dua orang pria itu pemilik dari beberapa perusahaan besar di dunia. Meski tidak tahu perushaan dibawah naungan Erato, tapi Milla sangat kenal dengan perusahaan yang disebutkan oleh Clio. Perusahaan itu adalah penghasil baju, sepati dan tas branded yang paling bergengsi di dunia. Baik dulu sampai sekarang, para selebriti memuja perusahaan yang Clio ucapkan itu. Dan hal yang paling mengejutkannya adalah perusahaan sebesar itu akan menjadi penyokong bagi perusahaannya.
"Ah, sebenarnya dengan siapa aku menikah? bahkan perusahaan fashion terbesar kedua di dunia langsung bekerja sama dengan Big corp. Tanpa ada feedback yang terjadi. Coba saja ayah ada di sini, mungkin dia akan menjilat dan bersujud di hadapan Deka." Batin Milla.
Selain sebagai penyokong, Deka yakin perusahaan milik Clio dan Erato akan mengembalikan moral perusahaan Big Corp. Bahkan mata dunia pasti akan langsung tertuju ke sini. Tapi, Deka tak langsung menyuruh mereka melakukannya. Ada masalah internal dulu yang harus di urus. Karena percuma saja kalau masalah eksternal teratasi tapi internalnya belum. Semua keuntungan nantinya malah jadi rugi.
Setelah beberapa menit bercengkrama, Deka akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan rapat mereka. Dia takut Milla bosan dan jenuh ada di sana terus.
"Mungkin itu saja pembahasannya. besok kita mulai semuanya. Untuk sekarang, aku mau pulang dulu. Clio bisa kamu ikut aku?" Tanya Deka pada Clio.
"Tentu, bos." Jawab Clio dengan senang hati.
"Oke, Leo dan Erato kalian juga boleh istirahat. Tapi jangan lupa dengan pekerjaan kalian."
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Deka mengajak Milla untuk pulang bersama dengan Clio. Mereka naik ke mobil yang di bawa oleh Clio. Sementara mobil yang tadi Deka bawa di kendarai oleh anak buahnya yang lain.
"Oh, iya, Clio. Kenapa kalian bisa cepat sekali sampai kemari?" Tanya Deka setelah ada di atas mobil. Deka duduk dikursu belakang bersama Milla. Sedangkan Clio duduk di samping supir mereka.
"Ah, itu karena kami kebetulan ada di sekitar sini saja. Aku dan Erato sedang mengadakan pertemuan dengan beberapa perusahaan di sini." Jawab Clio menjelaskan. Jawaban Clio barusan tiba-tiba saja memberikan Deka ide menarik. Tapi tak langsung Deka sampaikan. Mungkin nanti saja, karena dia mau bicara dengan Milla dulu.
"Milla, boleh kita mampir ke suatu tempat terlebih dahulu?" Tanya Deka ragu-ragu.
"Boleh-boleh saja. Aku tidak sibuk atau buru-buru pulang, kok." Jawab Milla tak masalah.
"Aku mau berziarah ke makam kedua orang tuamu."
Sontak Milla kaget. Dia tak mengira Deka akan meminta hal seperti itu padanya.
"Aku tak memaksa kalau kamu gak suka." Ucap Deka saat melihat mimik wajah Milla yang sedikit berubah.
__ADS_1
"Ah, hhmm, gak masalah sih. lagipula aku belum pernah kesana lagi." Milla mengiyakan kemauan Deka. Mobil mereka akhirnya berpindah haluan menuju makam kedua orang tua Milla.
Di sini lah alasan Deka membawa Clio dan anak buahnya. Dia ingin mengamankan tempat ini hanya untuk berjaga-jaga.
"Ma, yah, Milla datang berkunjung." Kata Milla saat Deka bilang ini makam kedua orang tuanya. Tanpa bisa membendung, Milla langsung melepaskan tangisannya. "Ma,,,,, apa kabar di sana? Mama sama ayah di sana akur kan?"
Milla meraba tanah di depannya mencari batu nisan almarhum kedua orang tuanya. Kedua orang tua Milla dimakamkan bersebelahan.
"Ma, Milla kangen sama mama." Ucap Milla sembari memeluk batu nisa mamanya. Berbeda dengan anak perempuan yang biasanya lebih dekat dengan ayah, Milla cenderung lebih dekat dengan mamanya. "Mama sama ayah gimana kabarnya di sana? Semoga baik ya, ma. Oh, iya ma. Milla gak sendirian loh ke sini. Milla bareng sama Deka. Dia suami Milla saat ini. Dia juga yang ngajak aku buat ngujungin mama sama a,ay-ayah."
Deka membiarkan Milla mencurahkan semua yang Milla ingin sampaikan. Untuk itu dia menyuruh Clio untuk berjaga di luar pemakaman bersama dengan anak buahnya yang lain
"haa,,,,huaaa, ayah, maafin aku, aku gak becus sama sekali. Perusahaan yang papa bangun dari nol malah aku hancurkan. Maaf ayah, seharusnya aku belajar lebih giat. Seharusnya aku gak terlalu membuang-buang waktu waktu dulu. Aku nyesel sekarang ayah. Semuanya pergi, ibu, ayah, Rendi bahkan teman-temanku pergi semuanya. Ma, aku capek. Aku lelah, ak-aku binggung harus ngapain, ma!" Milla meluapkan semua yang selama ini terpendam dalam dirinya.
Setelah kematian kedua orang tuanya, Milla tak sekalipun berziarah kemari. Dia terlalu takut untuk mengunjungi kuburan orang tuanya. Tapi tadi saat Deka mengajaknya, entah kenapa Milla merasa berani. Dia memberanikan diri untuk kemari. Dan inlah yang terjadi. Milla tak sanggup lagi menampung semuanya sendirian.
__ADS_1