
Pancaran sinar matahari mengenai kulit tangan Milla. Awalnya dia tak merasa risih. Tapi lama-kelamaan, cahaya matahari itu mulai menganggunya. Milla menarik selimut agar menghalanngi tubuhnya dari cahaya. Saat ia menarik selimut, Milla menyadari sesuatu. Tidak ada orang disebelahnya. Dia langsung terbangun dari tidurnya.
Tak jauh dari Kasur, terlihat seorang wanita tengah duduk menikmati minuman hangat di gelasnya. Wanita yang melihat Milla sudah bangun langsung meletakkan kembari gelasnya ke atas meja dan menghampiri Milla.
“Selamat siang, Nona Milla.” Sapa Maya
“Siang juga Maya, eh,,, siang?! Jam berapa sekarang?” tanya Milla panik. Bisa-bisanya dia bangun setelat ini.
“Sekarang sudah jam 13.46, nona.”
Milla geleng-geleng kepala.
“Deka sudah berangkat?” Tanya Milla kembali.
“Sudah dari tadi pagi, nona.” Jawab Maya.
Milla mengangguk.
__ADS_1
“Eh, kenapa kamu kamu masih di sini? Bukannya Deka sudah memecatmu?”
“itu karena anda, nona. Bos bilang anda senang saya berada di dekat anda, jadi dia membiarkan saya untuk bekerja pada anda.”
“oh, oke. Tapi kenapa cara bicaramu kembali ke setelan awal? Aku kurang nyaman.”
“Maaf, nona. Ini sudah perintah bos. Mohon pengertiannya.”
“ugh, ya sudahlah. Terserah dia,”
Milla merasa badannya sakit semua. Setelah melewati malam Panjang semalam, tentunya tubuhnya menjadi sangat kelelahan. Milla menggerakkan tangan ke sembarang arah mencoba peregangan.
“Tidak perlu, nanti juga mendingan.” Tolak Milla yang merasa tak perlu hal semacam itu.
“Anu, maaf, nona. Sebenarnya ini bukan saran saya, tapi perintah bos. Dia mau nona pergi ke salon atau tempat semacam itu.” Maya ragu-ragu mengatakannya.
“Heh, itu orang bisanya merintah terus. Oke, oke, ayo kita pergi.” Milla hanya bisa pasrah saat Deka menyuruhnya melakukan ini. Lagipula Milla tidak merasa keberatan untuk yang satu ini. “Aku mandi dulu baru kita berangkat.”
__ADS_1
“Em, bagaimana kalau nona, ganti baju saja dan habis itu langsung berangkat.” Tawar Maya.
“apa ini juga perintah Deka?”
“Bukan, hanya saja bos sudah melakukan reservasi satu klinik kecantikan untuk anda. Di sana sudah tersedia fasilitas lengkap mulai dari berendam, pijat, perawatan kulit dan beberapa hal lagi.”
Mendengarnya membuat Milla terkejut. Satu-satunya tempat yang memilki semua hal itu adalah D&M klinik. Dan tempat itu biasanya dikunjungi oleh orang-orang penting dan juga para selebriti. Sebuah klinik yang sangat ternama di benua ini.
“apa nama tempat itu?” Tanya Milla memastikan.
“D&M, klinik kecantikan milik tuan Erato.”
Sontak Milla terkejut. Dia sampai mengumpat saking terkejutnya.
“Kamu serius Maya? Klinik itu punya si Erato?”
“Iya, nona Milla. Bos bilang hari ini akan dilakukan pelayanan khusus untuk anda saja.”
__ADS_1
Rasanya Milla sudah tidak bisa lagi berkata-kata. Terlalu banyak kejutan yang diberikan Deka padanya. Walaupun sampai sini Milla semakin yakin, Deka bukanlah orang sembarangan. Milla mulai yakin kekuasaan Deka tidak akan hanya sebatas ini saja.
“Hhmm, baiklah. Ayo bantu aku ganti baju, kurasa aku sudah tak bisa mengerakkan kaki ku dengan baik.” Pinta Milla saat hendak berdiri. Bagian bawahnya terasa kaku. Nampaknya dia benar-benar membutuhkan pijatan.