Lelaki Penebus Hutang

Lelaki Penebus Hutang
26. Serangan


__ADS_3

Deka bergegas menuju westafel. Dia membasuh wajahnya dengan kasar. Ia tak mau bersedih hanya karena sesuatu yang sepele. Tidak boleh. Dia tidak boleh melanggar janjinya kepada mamanya.


Di depan kaca Deka melihat pantulan dirinya sendiri. Orang lain mungkin akan memberikan kesan gagah pada Deka hanya dari melihat wajahnya. Namun bagi Deka dia tidak segagah itu. Dia tahu wajahnya itu begitu rapuh. Ada sesuatu yang sedang dipendam dan enggan untuk di ungkap.


Deka mengusap wajahnya kasar. Jarang-jarang ia bisa terbawa suasana seperti ini. Tapi hal itu tidak begitu buruk. Setidaknya dengan begitu dia bisa yakin kalau dia masih manusia normal yang bisa sedih.


"Ah, mungkin aku harus mengajak Devan dan Bjon minum-minum." Ungkap Deka mencoba melupakan perasaan sedih ini.

__ADS_1


Deka mengambil jaket miliknya beserta kunci motor. Rasanya berada di kamar ini terlalu lama tidak baik untuknya.


Sesampainya di luar kamar, Deka merasakan sebuah kejanggalan pada mansion utama. Jika mansion kedua selalu sepi, mansion utama cenderung sedikit lebih ramai ketimbang mansion kedua. Dan tepat saat Deka menimbang apa yang terjadi, semua lampu tiba-tiba padam.


"Ada apa ini?" Tanya Deka kebingungan.


Perasaan Deka mengatakan hal buruk akan terjadi. Deka mencoba menghubungi Leo untuk berjaga-jaga. Namun sayangnya itu sia-sia. Dia tidak bisa menghubungi Leo sama sekali.

__ADS_1


Untungnya bulan sedang bersinar terang jadi Deka tidak terlalu kesusahan untuk sampai ke mansion utama. Dan tepat di depan pintu mansion utama, Deka melihat tiga pria berpakaian hitam membawa senjata api lengkap dengan rompi anti peluru.


Tanpa berpikir panjang, Deka langsung menerjang tiga pria itu. Dengan cepat Deka melumpuhkan satu orang. Sebelum kedua lainnya menembaknya, Deka dengan cepat bergerak ke belakang tiang, menghindari tembakan kedua pria itu. Sadar akan serangan, kedua pria itu terus menembak ke arah tiang tempat Deka berlindung. Deka berlindung dibelakang tiang sambil memegang erat belati ditangannya. Ternyata sebelum berlindung, Deka sempat mengambil sebuah belati di tubuh pria yang tadi ia tumbangkan.


Pada satu momen, Deka menyadari salah satu dari kedua pria itu berhenti menembak. Saat itulah Deka melakukan gerakan lincah berlari ke depan salah satu pria itu. Dengan cekatan Deka menghabisi pria itu sebelum sempat pria itu memberikan perlawan yang berarti.


Dua pria tumbang akibat ulahnya. Namun Deka tak memberikan jeda untuk pria selanjutnya menembak, dengan cepat dia melemparkan belati ditangannya tepat ke kepala pria yang terakhir. Tak sampai lima menit, ketiga pria itu sudah berhasil ditumbangkan oleh Deka.

__ADS_1


Deka kemudian melanjutkan langkahnya masuk ke dalam mansion utama tak lupa membawa senjata smg yang tadi digunakan oleh salah satu pria. Saat masuk ke dalam, Deka langsung mengamati seluruh ruangan. Dirinya memcoba mengingat kembali penjelasan Albert tentang tata letak bangunan mansion utama ini.


Setelah menerka-nerka ia memutuskan untuk naik ke lantai tiga dulu, lantai teratas mansion ini. Tujuan hanya satu, menyelamatkan Milla. Jika melihat dari perlengkapan ketiga pria tersebut, dapat Deka simpulkan bahwa tujuan mereka kemari adalah untuk membunuh Milla. Sama seperti yang diceritakan pamannya beberapa waktu lalu. Sayangnya Deka akan sedikit kesulitan untuk menyelamatkan Milla sebab dirinya tidak tahu di mana kamar wanita itu. Untuk itulah dia akan mencoba menyusuri tiap lantai di mulai dari lantai teratas.


__ADS_2