
Marco sangat terkejut melihat adiknya sudah hidup kembali, bahkan dia tidak percaya dengan situasi sekarang.
"Apa aku sedang bermimpi, atau bahkan sudah mati.?" Kata Marco yang masih belum percaya.
"Kakak.?" Kata Lilia dengan suara yang sangat pelan. Lalu, dia pun tertidur.
"Ini sangat hebat Emma. Aku sendiri tidak percaya bisa menghidupkan orang mati." Kata Rudy dalam hati.
[Resorruction Magic Berhasil di gunakan]
"Ah, bocah kecil ini akhirnya hidup kembali." Kata Rudy dengan tersenyum.
[Dia sedang tertidur Rudy. Energi yang ada pada tubuhnya masih belum stabil karena jasadnya shock menerima jiwanya kembali dengan kondisi di luar rahim.]
"Ah, aku paham Emma. Pada dasarnya, jiwa manusia akan di berikan pada saat masih dalam kandungan. Dia seperti terlahir kembali." Saut Rudy.
"Aa, a." Suara Marco yang tercengang.
"Marco, adikmu sudah hidup kembali. Apa kau merasa senang.?" tanya Rudy.
"Aku, aku sangat terjekut." Saut Marco.
"Em, sebaiknya kau biarkan dia tertidur, energinya masih belum stabil." Kata Rudy.
"Hiks." Suara Marco yang mulai meneteskan air mata.
"Lilia, Hiks." Kata Marco sambil merangkat mendekati adiknya.
"Hoaaaaah." Suara tangisan Marco sambil memegangi tangan adiknya.
"Hem, aku merasa terharu melihatnya Emma." Kata Rudy sambil tersenyum.
[Kau sudah melakukan yang terbaik Rudy]
"Marco, aku harap kau menyembunyikan hal ini pada semua orang, termasuk Lilia." Kata Rudy.
"Terimakasih banyak Rudy, terimakasih. Hiks." Jawab Marco sambil menangis.
...
Beberapa jam kemudian. Pada malam hari, Lilia membuka matanya.
"Kakak.?" Kata Lilia dengan pelan.
"Marco, dia sudah bangun." Kata Rudy
"Ah, Lilia." Saut Marco sambil menghampiri adiknya.
"Kakak.? Ini dimana, rasanya sangat dingin.?" Tanya Lilia. Marco pun langsung memeluknya dengan erat.
"Hiks. Bagaimana perasaanmu, apa kau baik-baik saja.?" Tanya Marco sambil memeluk adiknya.
"Aku lapar." Saut Lilia.
"Hiks, baiklah, mari kita makan." Kata Marco sambil meneteskan air mata.
Beberapa saat kemuadian. Rudy, Marco, dan Lilia makan malam bersama.
"Ini sangat enak sekali, dari mana kau mendapatkannya kak.? Apa kau mencuri makanan ini.?" Tanya Lilia sambil makan.
"Hehe, tentu saja tidak. Semua makanan ini milik Rudy." Jawab Marco.
"Rudy.? Apa kau bernama Rudy.?" Tanya Lilia kepada Rudy.
"Ah, Hai Lilia. Namaku Rudy, salam kenal." Jawab Rudy dengan tersenyum.
"Salam kenal, namaku Lilia. Terimkasih makanannya Rudy " Saut Lilia sambil berdiri.
"Bagaimana perasaanmu Lilia, apa kau merasa tenang sekarang.?" Tanya Rudy
"Em, aku merasa baikan sekarang, bahkan aku merasa bisa mengeluarkan sihir." Jawab Lilia.
__ADS_1
"Eh.? Apa sebelumnya kau tidak bisa mengunakan sihir.?" Tanya Rudy.
"Dia tidak bisa mengunakan sihir Rudy." Saut Marco.
"Bukankah semua orang bisa menggunakan sihir Marco.?" Tanya Rudy.
"Iya, tapi Lilia terlahir tanpa kekuatan sihir, sangat aneh jika dia bisa menggunakan sihir sekarang." Jawab Marco.
"Tapi aku merasa bisa mengunakan sihir kak." Saut Lilia.
"Hehe, tenang saja Lilia, aku akan menjagamu." Kata Marco dengan tersenyum.
...
"Emma, apa benar dia tidak bisa menggunakan sihir.?" Tanya Rudy kepada Emma.
[Tubuhnya terkena kutukan Rudy. Energinya terhambat oleh kutukan itu. Tapi saat dia meninggal, kutukan itu sudah hilang, dan sekarang dia bisa mengunakan energi sihir kembali]
"Ah, jadi sebelumnya dia terkena kutukan. Apa yang sudah mereka jalani selama ini." Saut Rudy sambil melihat Marco dan Lilia yang sedang berbincang.
...
"Marco, sepertinya Lilia benar. Apa sebelumnya dia terkena kutukan.?" Tanya Rudy.
"Eh, dari mana kau tau Rudy.?" Jawab Marco.
"Aku hanya menduganya saja, sepertinya kutukan itu sudah hilang 2 bulan yang lalu." Kata Rudy.
"Hee.?" Saut Marco sambil menelan ludahnya.
"Apa maksudnya 2 bulan.? Kemarin aku masih merasa kesakitan." Kata Lilia.
"Ah, benar Lilia, sepertinya tubuhmu masih belum merespon." Kata Rudy yang mengeles pembicaraan.
"Apa itu benar Rudy.?" Tanya Marco.
"Sepertinya Lilia harus membuktikannya sendiri." Jaeab Rudy.
Lilia pun berkonsentrasi sambil memejamkan matanya. Lalu kedua tangannya di hadapkan kedepan.
SWOOSH. Suara kobaran api keluar dari tangannya yang menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Ini mustahil." Kata Marco dengan tercengang.
"Hiaa." Teriak Lilia. Ia pun menembakkan bola api ke depan dengan api yang cukup besar.
"Wooo. Itu lumayan." Kata Rudy.
BREDOOM. Suara bola api yang menghantam sebuah pohon hingga terbakar.
"Yeee, ini berhasil kakak, aku bisa menggunakan sihir sekarang." Kata Lilia dengan senang sambil meloncat.
"Dia benar-benar menggunakannya." Saut Marco yang masih tercengang.
"Sepertinya sihir Lilia tipe Mage kalau di dalam game." Kata Rudy dengan tersenyum.
"Apa sekarang kau percaya Marco.?" Tanya Rudy.
"Ah, ini sangat mengejutkanku." Jawab Marco.
"Mulai sekarang, kau tidak perlu mengkhawatirkanku lagi kak." Kata Lilia dengan tersenyum.
"Syukurlah kalau begitu." Saut Marco.
"Lalu, apa tipe sihir milikmu Marco.?" Tanya Rudy.
"Apa maksudmu Rudy.?" Jawab Marco.
"Em, aku ingin melihat kau menggunakan skill mu. Apa itu boleh.?" Tanya Rudy.
"Tentu saja boleh Rudy. Aku suka bertarung jarak dekat, senjata yang aku sukai adalah pisau. Aku juga bisa mengunakan racun untuk melumpuhkan musuhku." Jawab Marco.
__ADS_1
"Hem. Apa kau punya pisau.?" Tanya Rudy.
"Sayangnya, pisau yang sering aku gunakan sering patah, mangkanya aku lebih sering menggunakan potion racun dari pada pisau." Jawab Marco.
"Hoo jadi seperti itu. Baiklah." Kata Rudy sambil mengeluarkan dagger dari inventorynya.
"Eh.? Apa itu Rudy.?" Tanya Marco.
"Ini dual dagger, sepertinya ini cocok untukmu. Dagger Rank S+." Jawab Rudy.
"Siapa dia sebenarnya, bahkan dia memiliki item super langkah." Kata Marco dengan terkejut.
"Ini buatmu Marco, pakailah, aku tidak membutuhkan itu." Kata Rudy sambil memberikan dagger pada Marco.
"Waah, itu sangat keren kakak." Saut Lilia sambil melihat dual dagger yang di berikan kepada Marco.
"Apa kau bercanda Rudy.? Siapa kau sebenarnya, aku tidak bisa menerima barang ini dengan mudah. Kau terlihat sangat mencurigakan sekarang." Kata Marco dengan waspada.
"Eeh.? Apa aku berlebihan Emma.?" Tanya Rudy.
[Sudah sewajarnya Marco bersikap seperti itu. Kau memberikan item super langkah kepadanya dengan cuma-cuma. Bahkan item itu sangat sulit sekali di dapatkan]
"Apa yang harus aku katakan padanya.?" Saut Rudy.
[Kau harus menunjukkan identitasmu Rudy]
...
"Siapa kau sebenarnya.?" Kata Marco sambil membelakangi Lilia.
"Kau tidak perlu mewasdaiku Marco, sebenarnya aku adalah seseorang dengan rank S di dunia ini." Saut Rudy.
"Haa.?" Saut Marco dengan sangat terkejut.
"Aku akan menunjukkannya padamu suatu saat nanti. Tapi tolong, percayalah padaku, aku tidak akan menyakiti kalian, justru aku sangat bersyukur bertemu dengan kalian." Kata Rudy.
"Emm.? Apa yang sudah terjadi kakak.?" Tanya Lilia sambil melihat Marco dengan raut wajah yang serius.
"Maaf Rudy, tapi kami sering terjebak seperti ini. Lalu kita akan di tindas dan di buang." Jawab Marco.
"Marco percayalah padaku, aku sudah menganggap kalian temanku." Kata Rudy.
"Haa.?" Saut Marco yang terkejut.
"Aku juga pernah mengalami kematian saat umur 5 tahun, dan saat aku kembali ke dunia ini, aku sudah mulai berburu hewan iblis sendirian di dalam dungeon. Item ini adalah salah satu yang aku dapatkan dari sana." Kata Rudy yang membujuk Marco.
Marco hanya menelan ludah karena terkejut.
"Aku takut tidak bisa memberikan sesuatu padamu Rudy, item itu terlalu berharga buatku." Kata Marco.
"Hem, ambillah ini, senjata ini tidak cocok untukku." Kata Rudy sambil menaruh daggernya ke tangan Marco.
Marco hanya terdiam dengan terkejut, bahkan kedua tangannya gemetar.
"Terimalah hadiah dariku, mungkin suatu saat nanti kau akan membutuhkannya." Kata Rudy.
"Senjata ini sangat kuat. Bahkan auranya seperti ingin menelan jiwaku." Kata Marco dalam hati sambil melihat dual dagger di tangannya.
"Rudy, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Terimakasih banyak. Aku kan memberikan semua yang aku punya untukmu, bahkan mungkin nyawaku sendiri tidak akan cukup." Kata Marco dengan terharu sampai meneteskan air mata.
"Kau tidak perlu memikirkan itu Marco. Aku tulus membantumu." Saut Rudy.
"Kakak.?" Kata Lilia yang melihat kakaknya meneteskan air mata.
"Tentu saja, aku juga akan memberikan sesuatu untukmu Lilia." Kata Rudy sambil mengeluarkan Staff Of Wizard Rank S+ dari inventorynya.
"Hee.? Apa itu untukku.?" Tanya Lilia.
"Tentu, ini untukmu Lilia, ambilah." Jawab Rudy sambil memberikan senjata itu pada Lilia.
"Terimakasih banyak Rudy." Kata Lilia sambil menundukkan badannya.
__ADS_1
.