
Didalam dungeon. Rudy, Marco, dan Lilia sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke dalam dungeon Hell.
"Berapa lama kita akan disana Rudy.?" Tanya Marco.
"Aku sendiri tidak tau, tergantung dari persiapan kita, dan tergantung dari pertempuran kita. Sepertinya dungeon Hell tidak bisa di samakan dengan dungeon-dungeon sebelumnya." Jawab Rudy.
"Kita harus menggunakan attribut Ice jika ingin bertahan di dalam neraka." Kata Lilia.
"Baiklah, apa kalian sudah siap.?" Tanya Rudy.
"Ah, kami sudah siap." Saut Marco.
Terlihat, mereka bertiga menggunakan armor seperti kesatria perang. Item pendukung di siapkan begitu banyak untuk menaklukkan dungeon Hell.
SWIISSH. Suara portal yang terbentuk untuk menuju ke dungeon Hell.
"Bahkan aura portalnya saja sudah sangat mencekam." Kata Rudy.
"Hawanya sangat panas sekali." Kata Marco.
"Aku harap kalian selamat di dalam sana. Mari kita berangkat." Kata Rudy.
Mereka bertiga pun masuk kedalam dungeon Hell. Terlihat kobaran api yang membakar bebatuan, lava panas yang menyemburkan laharnya dimana-mana.
"Ini seperti masuk kedalam gunung berapi." Kata Rudy sambil melihat puluhan ribu hewan iblis yang keluar dari lava.
"Sepertinya api tidak berpengaruh dengan mereka." Kata Lilia.
"Kita habisi mereka semua." Kata Rudy sambil berlari menuju gerombolan hewan iblis.
...
2 Tahun pun berlalu
"Huh, huh, huh. Akhirnya kita sampai di depan pintu Boss terakhir." Kata Rudy sambil terengah-engah. Seluruh tubuhnya penuh dengan luka.
"Aku sudah tidak kuat di dalam sini Rudy." Kata Marco yang hampir pinsan, bahkan sekujur tubuhnya penuh dengan darah.
"Apa kau akan menunggu disini bersama Lilia.? Sepertinya dia belum sadar sejak pinsan 1 minggu yang lalu." Kata Rudy
"Aku sangat ingin bertarung denganmu Rudy, tapi sepertinya tidak ada waktu istirahat buat kita." Kata Marco sambil mengendong Lilia yang pinsan.
"Jika kita beristirahat disini, itu seperti melakukan bunuh diri. Di dalam dungeon ini, meskipun kita tidak terkena serangan dari hewan iblis, tapi aura disini bisa melukai kita." Kata Rudy.
"Aku sudah tau itu. Tapi lihatlah kami, kita sudah mencapai batas." Saut Marco.
"Baiklah Marco, gunakan Potion sebanyak mungkin untuk menyembuhkan diri. Meskipun itu tidak berpengaruh banyak kedalam tubuh. Tapi itu akan sedikit membantu." Kata Rudy.
"Aku sudah melakukannya setiap detik Rudy, tapi luka-luka ini tidak bisa sembuh, bahkan semakin parah." Saut Marco yang sudah lemas.
"Ah kau benar. Tapi aku tidak bisa berhenti disini, kita sudah sampai sejauh ini." Saut Rudy.
"Apa kita tidak bisa keluar dari dungeon, lalu kita kembali lagi kesini setelah tubuh kita sembuh total." Tanya Marco
"Sepertinya itu tidak bisa Marco. Sejak kita masuk kedalam dungeon Hell, aku kehilangan koneksiku dengan Emma. Dan masalah terbesar adalah, aku tidak bisa membuat portal keluar. Kita sudah terjebak disini sejak pertama kali kita masuk." Kata Rudy.
"Jadi maksudmu, jalan satu-satunya adalah menyelesaikan dungeon ini.?" Tanya Marco.
"Itu benar, meskipun aku akan mati disini, aku tidak akan menyesal." Kata Rudy sambil berjalan menuju pintu masuk Boss terakhir.
"Huh, baiklah kalau begitu. Aku sudah siap Rudy." Kata Marco yang mengikuti Rudy.
Lalu, KRIIIT . Rudy pun membuka pintu ruangan boss terakhir.
KHARRRSGRRR. Suara raungan seekor Naga Merah yang sangat besar. (Red Dragon)
"Jadi Boss terakhir disini adalah seekor naga." Kata Rudy.
"Aku akan membantu dari jarak jauh Rudy, apa kau sanggup melawannya sendirian.?" Tanya Marco
"Baiklah, jaga Lilia disana. Jika ada kesempatan, sembuhkan dia juga. Aku akan melawannya sekarang." Kata Rudy sambil mengeluarkan dual sword.
"Baiklak Rudy, semoga berhasil." Kata Marco.
...
__ADS_1
GRRRRR. Suara raungan Naga yang sudah siap menyerang Rudy
"Kita selesaikan sekarang." Kata Rudy. Lalu DEEP. Suara tubuh Rudy yang tiba-tiba hilang dan tiba-tiba berada di depan kepala Naga.
"HOAAAA." Teriakan Rudy yang menyerang langsung ke arah kepala Naga.
TRIING. Suara benturan pedang Rudy dengan kepala Naga.
"Tidak mungkin." Kata Rudy yang terkejut melihat pedangnya yang tidak bisa melukai Naga.
GRRR. SWOOSH, Suara serangan Naga yang menyerang ke arah Rudy.
"He.?" UHooak." Suara Rudy yang terkena hantaman di perutnya. Sampai tubuhnya terpental jauh kebelakang.
BREDOOM. Suara hantaman tubuh Rudy yang menghantam tembok.
"Rudy.? Tidak mungkin. Bahkan pertempuran baru saja di mulai." Kata Marco yang melihat Rudy terpental.
"Huh, huh, aku lupa menambahkan pointku sejak pertama kali masuk kedalam sini." Kata Rudy sambil terengah-enagh.
"Aku benar-benar sudah ketergantungan dengan Emma. Dimana kau sekarang.?" Kata Rudy sambil berdiri.
"Rudy, apa kau baik-baik saja.?" Tanya Marco.
"Marco, ulurkan waktuku sebentar. Ada sesuatu yang harus aku siapkan." Kata Rudy.
"Ah, baiklah." Kata Marco yang langsung menyerang Naga.
"HOAAA." Suara Marco yang menyerang Naga dengan sangat cepat.
SLASH SLASH SRAK. TRANG. Suara serangan Marco yang menyerang Naga.
"Kenapa aku tidak bisa melukainya. Ini benar-benar di luar kemampuanku." Kata Marco sambil menyerang.
...
Di sisi lain, Rudy sedang membuka layar statusnya.
"benar saja, statusku hanya menambah sedikit sejak pertama kali aku masuk kesini." Kata Rudy.
...
"Rudyyy, apa kau belum siap.?" Tanya Marco yang terus berputar-putar di sekitar tubuh naga.
"Tunggulah sebentar Marco." Kata Rudy.
Lalu, Tiba-tiba Naga itu menyerang Marco dengan nafas yang ada di mulutnya.
BRLURRRR. Suara raungan api berwarna biru yang menyebar keseluruh area.
"Hee.?" Suara Marco terkejut.
"AAAAAAA." Teriakan Marco yang terkena api di seluruh tubuhnya. Lalu tubuhnya di hantam dengan ekor naga dengan sangat cepat.
"Uhuk." Suara Marco yang terkena hantaman. Bahkan ia sampai mengeluarkan darah dari mulutnya.
Marco pun terpental dan menghantam tembok. Tiba-tiba Lilia bangun dan membuka matanya.
"He.? Dimana Ini.?" Kata Lilia sambil melihat seekor naga besar di depannya.
"Apa yang sudah terjadi disini." Kata Lilia sambil melihat-lihat sekitar.
"Marco.?" Kata Lilia yang nelihat Marco terpental ke dinding dungeon.
...
"Sialan, bertahanlah sebentar Marco." Kata Rudy yang masih mereset skillnya.
Lalu naga itu pun tiba-tiba menghilang, dan tiba-tiba berada di depan Rudy.
"Mustahil." Kata Rudy yang menyadari kedatangan sang Naga.
BREDOOM. Suara serangan yang mengenai tubuh Rudy.
"Tubuhku sudah tidak bisa di gerakkan. Sialan." Kata Marco yang sudah lemas di bawah tanah.
__ADS_1
"Marcoo.?" Teriak Lilia.
"Lilia, jangan berteriak." Kata Marco.
Dengan sekejap saja, Naga itu pun menyerang Lilia. "Apaa.?" Kata Lilia yang terkejut. DEEP. Suara tubuh Lilia yang menghindari serangan itu.
"Huh, huh, serang kepalanya Lilia." Teriak Rudy dengan terengah-engah.
"Ah, Baiklah." Kata Lilia yang berlari sambil merapalkan sihir elemen es.
ZIIING. SWOOSH. Suara serangan sihir es tingkat tinggi ke arah kepala naga. BREDOM. Suara hantaman es yang mengenai kepala naga.
"Huh, huh, apa dia berhasil melukainya.?" Kata Rudy.
"Sepertinya tidak." Kata Marco.
Naga itu pun mengeluarkan bola api berwarna biru dari nafasnya.
"Cepaat, pergi dari sana Marco." Teriak Rudy.
"Sepertinya sudah terlambat." Saut Marco.
SWOSH. BREDOOM. Suara hantaman bola api yang mengarah ke tubuh Marco. Bahkan dinding ruangan disana sampai berlubang.
"Huh, huh, untung masih sempat." Kata Rudy sambil mengendong tubuh Marco.
"Terimakasih Rudy." Saut Marco.
"Sembuhkan lukamu Marco, lalu seranglah kaki naga itu, sepertinya kelemahannya ada di kakinya." Kata Rudy.
"Tunggu sebentar." Kata Marco sambil mengambil beberapa potion.
"Lilia, serang kepalanya sekali lagi." Teriak Rudy.
"Baik." Teriak Lilia sambil mengeluarkan sihir es tingkat tinggi sekali lagi.
BREDOM. Suara hantaman sihir es yang menyerang kepala naga. Lalu. "HOAAA." Teriakan Rudy yang tiba-tiba berada di depan naga.
SRAAK. Suara pedang milik Rudy yang menyerang mata sang naga.
GRRRRRR. Suara terikan naga yang kesakitan.
"Sepertinya aku berhasil melukainya." Kata Rudy.
"Aku siap Rudy." Teriak Marco.
"SEKARAANG." Teriak Rudy.
Marco pun melesat ke arah kaki sang naga dan menyerang kakinya terus menerus dengan kecepatan yang tinggi.
SRAK SRAK SRAK. "HOAAA." Teriakan Marco yang menyerang kaki naga tanpa berhenti.
"Sekarang Lilia." Teriak Rudy.
"Ah." Suara Lilia yang mengeluarkan sihirnya dan menyerang naga itu.
BREDOM. Suara hantaman sihir Lilia yang mengenai tubuh naga. Lalu. " HOAAA." Teriak Rudy yang menyerang kepala naga itu.
SRAK SRAK. SLASSH. Suara pedang Rudy yang menyerang kepala naga.
"Serang terus, JANGAN BERHENTI." Teriak Rudy.
Tiba-tiba. " UHook." Suara Marco yang sudah tidak bisa menyerang lagi. Lalu, ia pun terjatuh dengan sendirinya dan tubuhnya menggelinding ke tanah dengan sangat cepat.
"Maaf teman-teman." Kata Marco, dan ia pun langsung tak sadarkan diri.
"Huh, huh, HOAAAA." Teriak Rudy yang masih menyerang kepala naga.
"Aku sudah tidak kuat lagi, sihir dan tubuhku sudah mencapai batas." Kata Lilia dalam hati, bahkan penglihatannya sudah memburam. Dan kepalanya terasa sangat berat.
Lalu, Lilia pun tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri.
Sekarang tinggal Rudy seorang yang menghadapi Boss terakhir dari Dungeon Hell.
.
__ADS_1