Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 97 - Sebuah kebenaran.


__ADS_3

Keesokan harinya. Di kota Ferland. Rudy dan Emma sedang berada di tenda komando.


"Apa rencanamu selanjutnya Rudy.?" tanya Emma.


"Masih banyak yang belum di kerjakan Emma, kita masih menunggu pelatihannya selesai." jawab Rudy.


"Lalu, apa mereka akan kau kirim kedalam dungeon.?" tanya Emma.


"Benar. Aku akan membuat 2 tim. Tim pertama adalah dungeon Expert, yang memasukinya adalah Marco, Lilia, dan Luciana. Lalu Tim kedua adalah dungeon Normal, yang memasukinya adalah Rin dan Ellena." jawab Rudy.


"Apa kau yakin mengirimkan mereka berdua.?" tanya Emma.


"Mau bagaimana lagi, aku yakin Rin dan Ellena akan baik-baik saja. Kita juga masih memiliki tugas disini." saut Rudy.


"Hm, baiklah. Aku harap Ellena tidak memarahi Rin terus." kata Emma.


"Apa mereka berselisih.?" tanya Rudy.


"Mereka berdua sangat lugu, sudah biasa anak-anak seperti mereka selalu bermain dan bertengkar, apalagi Ellena adalah seorang putri raja." jawab Emma.


"Aku akan berkunjung nanti malam." kata Rudy.


"Aku akan ikut denganmu." saut Emma.


"Tentu saja. Sekarang, siapkan berkas-berkas yang kita butuhkan." kata Rudy.


"Okee." saut Emma.


...


Malam hari pun tiba. Di tempat Marco dan Luciana. Mereka berdua duduk dan bersandar di bawah pohon.


"Hari ini kau membunuh sangat banyak Luci." kata Marco.


"Itu karena aku memiliki trik untuk membunuhnya." saut Luciana.


"Kau pasti belajar sangat banyak di istana." kata Marco.


"Benar, aku belajar setiap hari disana, kadang aku di latih oleh Tuan Rewin. Jadi dasar untuk membunuh hewan iblis, aku sudah tau." kata Luciana.


"Em, bagus kalau begitu." saut Marco.


"Kau sendiri kenapa tidak mau mengajariku bertarung.?" tanya Luciana.


"Kau akan menemukan caramu sendiri Luci, belum tentu skill bertarungku cocok denganmu." jawab Marco.


"Setidaknya kau memberitahuku tentang titik vital hewan iblis." saut Luciana.


"Kau sudah tau itu." saut Marco


"Lalu, apa kau tidak punya sesuatu untuk di ajarkan padaku.?" tanya Luciana.


"Tidak ada, kau sudah tau semuanya. Hanya tinggal di kembangkan saja." jawab Marco.


"Hm, baiklah." saut Luciana.


"Apa kau tidak ingin tidur.?" tanya Marco.


"Kenapa kau jadi dingin begini Marco.? Apa ada yang kau pikirkan, beritahu aku." saut Luciana.


"Tidak ada yang aku pikirkan." kata Marco.

__ADS_1


"Kau berbohong padaku, ceritakanlah. Ada apa.?" tanya Luciana.


Namun Marco pun hanya terdiam sambil mengingat masa lalunya.


"Kau tidak akan bisa hidup disini." ." semua bangsawan adalah penghiatan keluarga kerajaan."."hahaha, dasar bajingan cilik."."Bukankah dia putra mahkota." ." kita sudah membereskan raja dan ratunya, lalu bagaimana dengan bocah ini.?"


Itu adalah Ingatan Marco saat dia tinggal di dalam istana kerajaan.


"Errgh." Marco pun mengerang sambil memegang kepalanya.


"Ada apa sayang.? Kau kenapa.?" kata Luciana dengan panik sambil memegang kepala Marco.


Tanpa sadar, Marco pun berucap. "Bajingan kalian semua."


"He.?" Saut Luciana dengan sangat terkejut.


"Aku akan membunuh kalian semua." kata Marco dengan sangat marah dan tanpa sadar.


Lalu, PLAK. Luciana pun menampar pipi Marco. "Ha.?" Marco pun langsung tersadar dan terkejut.


"Apa yang kau katakan.?" kata Luciana dengan kesal.


"Eh.? Aku." "Apa yang aku katakan barusan.?" saut Marco dengan panik.


"Apa kau ingin membunuhku.? Apa kau masih membenciku Marco.? Aku sudah salah menaruh hati padamu." kata Luciana dengan emosi sambil meneteskan air mata.


"Tidak Luci, kau salah paham." Saut Marco.


"Lalu kenapa kau berkata seperti itu di depanku.?" tanya Luciana dengan sedih.


"Aku hanya mengingat sesuatu." saut Marco.


"Apa kau masih marah padaku.?" tanya Luciana.


"Bilang padaku." kata Luciana.


"Aku marah kepada mereka. Bukan denganmu, kau tidak ada sangkut pautnya." kata Marco.


"Dengan siapa kau marah.? Apa karena bangsawan di istana itu, atau kau marah pada Ayahku.? Jelaskan Marco." kata Luciana.


"Tidak, bukan mereka." saut Marco.


"Jika kau ingin bercerita, ceritakan padaku, aku siap mendengarkannya." kata Luciana sambil memegang kepala Marco dengan kedua tanganya.


"Tenanglah Luci, aku akan menceritakannya. Jadi tenanglah. Jangan marah padaku." kata Marco.


"Kau membuat hatiku sakit Marco." kata Luciana sambil meneteskan air mata.


Marco pun langsung memeluk Luciana.


"Ah, aku tidak sengaja berkata seperti itu. Maafkan aku." kata Marco sambil memeluk Luciana sambil duduk.


Mereka pun berpelukkan karena kesalah pahaman. Beberapa saat kemudian.


"Jangan berkata kasar lagi padaku, hatiku sangat sakit jika ucapan itu keluar dari mulutmu." kata Luciana.


"Maaf." saut Marco dengan murung. "Jadi, ceritakan padaku. Apa masalahmu.?" tanya Luciana.


"Ini adalah sebuah ingatan yang sudah aku buang sejak aku berumur 5 tahun. Aku akan bercerita masa laluku padamu, bahkan Rudy sekalipun tidak tau dengan cerita ini." kata Marco.


Luciana pun mendekat pada Marco. "Jika cerita itu membuatmu menderita, sebaiknya kau tidak bercerita." kata Luciana sambil memegang tangan Marco.

__ADS_1


"Masa laluku, yang di katakan Emma padamu adalah benar. Aku tidak tau, kenapa Emma bisa tau." kata Marco.


"Jadi, selama ini kau adalah keturunan bangsawan.?" tanya Luciana.


"Tidak, aku adalah keturunan keluarga kerajaan, dan aku adalah seorang Putra Mahkota yang di angkat saat masih berumur 4 tahun." jawab Marco.


"He." Saut Luciana dengan terkejut.


"Ini adalah kisah yang menyedihkan buatku." kata Marco.


"Jadi kau adalah Putra Mahkota.? Aku sangat terkejut, pacarku ternyata seorang pangeran." kata Luciana.


"Tapi saat umurku 5 tahun. Semua Bangsawan di kerajaanku merencanakan pemberontakan. Mereka merencenakannya dengan bagus dan rapi." kata Marco dengan murung.


"He ? Jadi itu alasanmu membenci bangsawan.?" tanya Luciana.


"Aku tidak membencinya jika mereka hanya melakukan pemberontakan." jawab Marco.


"Lalu, apa yang membuatmu membenci mereka.?" tanya Luciana.


"Saat pemberontakan itu terjadi, istana kerajaan menjadi kuburan yang di selimuti oleh api. Dan mereka membunuh Ayah dan Ibuku di depan mataku sendiri." jawab Marco dengan murung.


"Heee.?" saut Luciana dengan sangat terkejut.


"Aku tidak tau, apa yang harus aku lakukan pada saat itu. Aku dipukuli oleh mereka dan di bawa kesuatu tempat mengunakan kereta. Yang aku ingat saat itu adalah, aku di bawa bersama Lilia yang masih berumur 3 tahun." kata Marco.


Luciana pun hanya terdiam dengan tercengang mendengar cerita Marco.


"Saat aku tersadar, aku berada di tempat kumuh bersama Lilia. Dan tempat itu adalah kota selatan wilayah kerajaan Alden." kata Marco.


"Marco." saut Luciana.


"Sejak saat itu, hidupku dan Lilia sangat menderita disana. Aku sering di pukuli, aku juga sering mencuri makanan. Aku sangat membenci para bangsawan itu, yang ada di kepalaku hanyalah melakukan balas dendam." kata Marco.


"Aku tidak tau kau melewati masa sulit Marco." kata Luciana sambil memeluk Marco.


"Itulah alasanku membeci bangsawan. Mereka semua sudah merebut keluargaku, kehidupanku, dan semuanya. Yang ku miliki saat itu hanyalah Lilia." kata Marco.


"Lilia bilang kau bukan kakak kandungnya.?" tanya Luciana.


"Lilia masih satu keluarga denganku, dia adalah anak dari pamanku, aku memang sering membolak-balikkan fakta tentangnya. Karena aku menjaga perasaannya, dia tidak begitu ingat dengan masa lalunya. Dan aku sendiri yang merawatnya sampai umur 10 tahun, lalu dia meninggal dunia karena kelaparan." kata Marco.


"Apaa.? Apa yang kau bilang.? Lilia bahkan masih hidup sampai sekarang Marco." saut Luciana dengan terkejut.


"Dia sudah mati Luci, aku menangis 2 bulan tanpa henti, tidak ada siapapun yang peduli. Aku di usir dari benteng dan di tendang keluar dari sana. Setiap hari aku mencari tempat peristirahatanya. Sampai akhirnya aku bertemu dengan Rudy di luar sana." kata Marco.


"Jadi, Lilia sudah mati sebelumnya.?" tanya Luciana dengan terkejut.


"Kau jangan bilang padanya, kami semua sudah tau dengan rahasia itu, bahkan sampai saat ini, Lilia tidak tau kalau dia pernah meninggal." jawab Marco.


"Lalu, kenapa dia bisa hidup lagi.?" tanya Luciana.


"Aku mengawetkan tubuhnya dengan racun, sampai 2 bulan lamanya. Rudy menghidupkannya kembali." jawab Marco.


"He.?" saut Luciana dengan sangat terkejut.


"Banyak rahasia di antara kami. Aku tidak akan menceritakannya padamu jika kau bukan kekasihku." kata Marco dengan serius.


"Aku sangat terkejut Marco, apa ada manusia yang bisa menghidupkan manusia.?" saut Luciana.


"Aku sendiri sangat terkejut waktu itu, bahkan dia memberikan item langkah dan memberikan kami makanan. Lalu kita pergi ke dalam dungeon selama 6 tahun." kata Marco.

__ADS_1


Luciana hanya menelan ludah dengan terkejut.


__ADS_2