Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 114 - Pendaftaran Sipil.


__ADS_3

Di dalam kota Union. Terlihat banyak sekali pekerja bangunan yang bekerja membangun gedung disana.


"Hm, kota ini masih di bangun. Tapi dalam waktu yang singkat, sudah jadi seperti ini. Apa yang di banhun oleh Rudy di sini.?" saut Marco sambil melihat kota dari dalam kereta.


"Aku sendiri ingin tau, bahkan bentuk bangunannya tidak seperti bangunan modern saat ini." kata Luciana.


"Kau benar, bentuknya sangat aneh. tidak ada unsur seninya sama sekali." kata Marco.


"Mungkin mereka membangunnya asal-asalan." saut Luciana.


"Jika asal-asalan, kenapa Rudy membangunnya begitu banyak. Bahkan halamannya saja sangat kecil. Bangunan itu juga tidak terlihat seperti istana, dan tidak seperti temoat tinggal." kata Marco.


"Aku juga memikirkan hal yang sama. Mungkin Rudy dan lainnya bisa menjelaskan itu nanti." kata Luciana.


Marco pun membuka jendela kereta.


"Prajurit, kemana kita akan pergi.?" tanya Marco.


"Tuan, kita akan pergi menuju ke istana Royal Unity. Tempatnya tidak jauh dari sini." kata Prajurit itu.


"Hm, baiklah." saut Marco sambil menutup jendela.


"Sepertinya markas Royal Unity sudah selesai di bangun." kata Luciana.


"Sepertinya begitu." saut Marco.


Beberapa menit kemudian, kereta kuda yang di tumpangi Marco dan Luciana pun sampai di depan istana Royal Unity.


"Kita sudah sampai Tuan." kata prajurit itu.


"Ah. Baik." saut Marco.


Mereka berdua pin turun dari kereta kuda dan melijat sebuah istana yang sangat megah.


"Ini baru yang namannya bangunan. Besar dan megah." kata Marco.


"Halamannya juga sangat luar." saut Luciana.


"Kita masuk kedalam." kata Marco.


Mereka berdua pun berjalan kedalam istana. Dan terlihat, banyak sekali orang-orang yang memakai seragam militer berkeliaran disana.


"Siapa mereka.?" tanya Marco sambil melihat beberapa anak berusia 13-15 tahun yang berkeliaran di halamn istana.


"Seragamnya juga bukan dari militer kerajaan." Saut Luciana.


Lalu, "Selamat datang Tuan, ada keperluan apa Anda datang kemari.?" tanya salah satu prajurit penjaga istana.


"Kami ingin menemui seseoranh didalam sana." jawab Marco.


"Bisa menunjukkan identitas Anda Tuan.?" tanya Penjaga itu.


"Kami tidak punya identitas di sini. Apa kami tidak boleh masuk kedalam." saut Marco.


"Tentu saja boleh Tuan. Siapapun bisa masuk kedalam istana. Hanya saja, Anda harus punya identitas." kata penjaga itu.


"Apa maksudmu dengan identitas.?" tanya Marco.

__ADS_1


"Identitas kependudukan Tuan. Kami semua memiliki identitas dan status. Dan siapapun yang datang kemari, saya harus mencatatnya. Jika Anda masih belum punya identutas itu, Anda bisa mendaftarkannua dulu di sebelah sana. Kantor pencatatan sipil." kata penjaga itu.


"Ah, harus seperti itu ya.?" tanya Luciana.


"Saya hanya menjalankan tugas Nona, memang sangat banyak orang-orang yang masih belum mempunyai chip identitas. Jadi kami selalu mengarahkan mereka untuk mencatat identitasnya dulu." jawab penjaga itu.


"Hm, baiklah kalau begitu. Mungkin ini adalah aturan yang sudah di buat." saut Marco sambil berjalan ke kantor pencatatan sipil.


"Sayang.?" saut Luciana yang melihat Marco berjalan menjauh.


"Ah, baiklah. Terimakasih sudah memberitahukan informasi itu." kata Luciana kepada penjaga itu.


"Baik, sama-sama Nona." kata penjaga itu.


Lalu. "Apa kalian sudah kembali.?" saut Lilia yang tiba-tiba keluar dari dalam istana.


"Lilia.?" saut Luciana.


"Sepertinya kalian kebingungan disini." kata Lilia sambil menghampiri penjaga disana.


"Kami baru saja kembali dari dalam dungeon, dan ingin melaporkan pada Rudy, tapi kami di tahan disini." kata Luciana.


"Kalian tidak di tahan. Kalian hanya perlu mendaftarkan diri kalian terlebih dulu." saut Lilia.


"Kenapa harus seperti itu.?" tanya Luciana.


"Aku akan menjelaskannya nanti. Ikutlah aku kedalam." saut Lilia.


"Tapi Marco sudah disana." saut Luciana sambil menunjuk Marco yang berjalan.


"Huh. Biarkan mereka masuk Ren. Mereka adalah anggota Royal Unity. Dan kau lihat orang itu, dia adalah Panglima Tertinggi di sini. Mereka tidak tau dengan aturan baru. Jadi mereka sedikit kebingungan." kata Lilia kepada penjaga itu yang bernama Renny.


"Tidak apa-apa, kau sudah menjalankan tugasmu dengan benar." kata Lilia.


"Baik Nona." kata Renny.


"Aku akan menyusulnya." kata Luciana sambil berlari menujut Marco.


...


Di tempat Marco.


"Apa disini tempatnya.?" saut Marco sambil menoleh kenan dan kekiri.


"Ada yang bisa saya bantu Tuan.?" saut petugas disana.


"Ah, saya ingin mendaftarkan identitas saya." kata Marco.


"Baik Tuan, aku akan menyiapkan chipnya." kata petugas disana.


WONG WONG, WOT. Suara pendaftaran Chil baru.


"Apa itu.?" saut Marco.


"Ini tuan Chipnya, Anda hanya perlu menempelkan chip itu di lengan Anda. Secara otomatis Anda akan terdaftar di sini." kata petugas itu.


"Ah, baiklah. Apa seperti ini.?" saut Marco sambil menempelkan chip itu di lengannya. SUING. WOT.

__ADS_1


"Hm. Apa yang terjadi.? Apa sudah selesai.?" tanya Marco.


"Sudah selesai Tuan. Anda tinggal melengkapi identitas Anda di sana." kata petugas itu.


"Dimana.?" tanya Marco.


"Kata kuncinya . Open Bar. Sebuah layat akan keliar di depan Anda." jawab Petugas itu.


"Apa harus seperti itu.? Merepotkan sekali." kata Marco.


Lalu. "Sayang. Kita kesana. Lilia menjemput kita." kata Luciana.


"Ah, dimana dia.?" tanya Marco. "Itu disana." saut Luciana.


"Hm, baiklah. Terimakasih atas pelayanannya." kata Marco kepada petugas disana.


"Sama-sama Tuan." saut petugas itu.


Mereka berdua pun berjalan menghampiri Lilia.


"Apa kau sudah mendaftarkan diri.?" tanya Lilia kepada Marco.


"Aku tidak tau. Dia memberikan sebuah benda kecil, lalu aku menempelkan pada lenganku. Dan benda itu hilang begitu saja." jawab Marco.


"Itu namanya Chip. Aku akan menjelaskannya nanti. Kita masuk kedalam." saut Lilia.


"Baiklah." saut Marco.


Mereka pun berjalan menuju kantor kerja milik Rudy.


"Kenapa disini sangat ramai sekali. Bahkan mereka menggunakan seragam militer." tanya Marco.


"Mereka adalah militer Royal Unity. Dan mereka semua adalah rakyat Union." jawab Lilia.


"Apa mereka adalah rakuat jelata yang di rekrut.?" tanya Marco.


"Benar, mereka semua adalah mantan rakyat jelata. Dan mereka di berikan pekerjaan di istana sebagai pelayan tamu. Ada juga yang menjadi pedagang, dan ada yang masih bersekolah." jawab Lilia.


"Hm, Rudy melakukannya dengan cepat." saut Marco.


"Kami melakukannya hanya dalam waktu 2 bulan. Mereka semua datang kemari dengan pakaian compang camping. Tubuh mereka juga sangat kurus dan banyak luka. Kami bekerja keras untuk merawat mereka disini, lalu kami memberikan pengetahuan baru dengan teknologi yang baru di ciptakan." kata Lilia.


"Teknologi.? Apa itu.?" tanya Marco.


"Bilang saja. Open Bar." saut Lilia.


"Open Bar.?" tanya Marco. Lalu. ZIING. Layat hologram pun muncul di depan Marco.


"HEEEE.???" Teriak Marco dan Luciana dengan sangat terkejut.


"Kalian tidak perlu terkejut seperti itu. Layar itu adalah teknologi saat ini. Kau hanya tinggal melengkapi identitasmu saja." kata Lilia.


"Ah, di sini hanya nomer ID. Bagaimana aku bisa memasukkan namaku.?" tanya Marco.


"Kau tinggal pencet yang itu, dan katakan namamu." saut Lilia.


"Ah, begitu ya." saut Marco.

__ADS_1


...


__ADS_2