Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 89 - Terseret.


__ADS_3

Di daratan kota Ferland. Rudy dan lainnya pun sampai disana bersama Luciana. Ia bahkan baru pertama kalianya keluar dari ibu kota. Rasa penasaran dan kebebasan akhirnya bisa terwujudkan.


"Jadi inikah kota mati Ferland, aku sering mendengarnya, tapi baru kali ini aku melihatnya." kata Luciana sambil berjalan-jalan disana.


"Bukankah itu tenda militer.?" tanya Luciana.


"Benar, itu adalah tenda militer kerajaan Alden." jawab Emma.


"Jadi mereka sudah mengambil alih tempat ini.?" tanya Luciana.


"Bukan mereka yang mengambil alih tempat ini, tapi kami. Dasar sampah." saut Marco sambil berjalan melewatinya.


"Marco, bisakah lebih sopan sedikit.?" Kata Emma.


"Disini bukan istana, disini adalah alam liar." saut Marco.


"Apa kau bisa bertahan disini.? Hidupmu selama ini berada di dalam istana. Aku tidak percaya kau bisa bertahan disini." kata Rudy.


"Aku akan membiasakannya Rudy. Jadi tolong bantuannya." kata Luciana.


"Hm, baiklah. Disana ada beberapa tenda, kau bisa tidur setenda bersama Emma. Lalu, di sini tidak ada WC, kami memakai WC buatan. Apa kau masih ingin disini.?" tanya Rudy.


"Tidak apa-apa, aku bisa beradaptasi." jawab Luciana.


"Oke, aku sudah menjelaskan beberapa fasilitas disini. Aku akan melihat situasi disini dulu." kata Rudy sambil berjalan menghampiri Marco.


"Baik, terimakasih Rudy." kata Luciana.


"Jika kau butuh apa-apa, bilang saja padaku." kata Emma.


"Akhirnya keluarga kita bertambah lagi." kata Lilia dengan sangat senang.


"Aku juga merasa bebas disini. Terimakasih semua, kalian mau menerimaku." kata Luciana.


"Kau tenang saja." kata Lilia.


Lalu. "HOEEE. Kalian semua kemarilah." Teriak Rudy.


"Kita kesana Luci. Ada sesuatu yang harus kita kerjakan. Kita tidak bisa diam saja jika kita tinggal di alam liar seperti ini." kata Emma sambil berjalan.


"Baik." saut Luciana.


...


Di ruang rapat istana kerajaan.


"Tidak mungkin." kata Raja Eden dengan sangat tercengang.


"Hiks, bagaimana ini." kata Rosalia dengan menangis.


"Aku tidak bisa menghubungi Rudy dan lainnya. Apa yang harus kita lakukan.?" kata Raja Eden dengan sedih.


"Portalnya juga sudah menghilang sejak dia masuk kedalam sana." kata Ronald dengan sedih.


"Aku harap dia baik-baik saja disana, jaga dia dengan baik Luciana." kata Raja Eden.


Mereka kehilangan anggota keluarga lainnya.


....


Di tenda komando. Rudy memulai rapat disana bersama dengan lainnya.


"Aku punya beberapa tugas sekarang, kita tidak bisa diam saja disini." kata Rudy.


"Apapun perintahmu Rudy." kata Marco.


"Baik, kita bagi beberapa tim disini." kata Rudy.


Lalu. "Kakak, kakak." Teriak seorang perempuan dari luar tenda.


"He.? Siapa itu.?" tanya Rudy.


"Tidak mungkin." saut Luciana dengan terkejut, lalu ia pun berlari keluar tenda.


SRAA. Suara pintu tenda yang di buka.


"Kakak, kau disini."


"Ellena.?" saut Luciana dengan terkejut.


"HEEEEE." teriak semua orang yang ada di dalam tenda dengan sangat terkejut.

__ADS_1


"Anggota keluarga bertambah lagi." Kata Lilia.


"Kenapa kau disini Ellena.?" tanya Luciana dengan panik.


"Aku ingin bersama kakak. Jangan pergi kak." kata Ellena.


"Eh.? Kakak sedang menjalankan misi. Kenapa kau mengikuti kakak.?" tanya Luciana.


"Aku juga ingin menjalankan misi bersama kakak." jawab Ellena.


"Huh." saut Rudy menghela nafas.


...


Beberapa menit kemudian. Ellena pun diajak masuk kedalam tenda.


"Apa kau yakin tidak ingin kembali pulang.?" tanya Luciana.


"Aku ingin disini, apapun yang terjadi, aku akan tetap disini." jawab Ellena.


"Baik baik baik. Aku akan mengirimkan surat kepada Eden." kata Rudy sambil membuat surat.


"Maaf sudah merepotkan kalian semua." kata Luciana.


"Padahal disini bukan tempat bermain." kata Marco.


"Mau bagaimana lagi, kita harus menerimanya. Dia juga sangat lucu sekali." kata Lilia dengan tersenyum.


"Berapa umurnya.?" tanya Lilia.


"Sekarang mungkin masih 7 tahun." jawab Luciana.


"Eden bilang dia berumur 10 tahun.?" saut Rudy.


"Begitulah Ayah kami, bahkan umur anakanya sendiri tidak tau." jawab Luciana.


"Aku sudah mengirimkan surat padanya. Kau jaga saja adikmu itu." kata Rudy.


"Baik Rudy terimakasih." saut Luciana.


...


Di dalam istana.


"Surat dari Rudy." kata Raja Eden.


"Apa isinya Ayah.?" tanya Ronald.


"Hm, Ellena tidak mau kembali ke istana, dia hanya mau bersama kakaknya. Huh, sudahlah. Aku harap anak-anakku baik-baik saja." kata Eden.


...


Di tempat Rudy.


"Aku sudah mendapatkan jawabanya dari Eden.


Tolong jaga anak-anakku. Bangsat." kata Rudy dengan kesal.


"Kenapa kita jadi penitipan anak sekarang.?" saut Marco dengan cemberut.


"Jika kau tidak mau merawatnya, biar kami yang mengurusnya." kata Emma.


"Aku punya teman seumuran." kata Rin dengan senang.


"Huh. Baiklah, sepertinya aku harus merubah formasi tim." saut Rudy.


"Apa rencanamu Rudy.?" tanya Marco.


"Pertama, ada dua manusia yang masih belum terlatih disini. Kita harus melatihnya dulu sebelum masuk kedalam dungeon. Waktu yang diberikan hanya 2 minggu." kata Rudy.


"Siapa yang akan melatih mereka.?" tanya Marco.


"Ellena dan Rin, akan dilatih oleh Emma. Lalu kau Marco, latihlah Luci dengan baik. Aku akan pergi mencari tempat untuk Royal Unity, dan Lilia akan berjaga disini. Kalian di ijinkan keluar benteng." jawab Rudy.


"Apa.? Aku yang melatih dia.?" tanya Marco dengan kesal.


"Aku tidak tau tipe sihir milik Luci dan Ellena, tapi kau guru terbaik untuk melatih mereka." saut Rudy.


"Huh, baiklah." kata Marco dengan cemberut.


Luciana pun sangat senang mendengarnya. "Mohon bantuannya Marco." kata Luciana.

__ADS_1


"huh." suara Marco menghela nafas.


"Kapan kita akan memulai latihannya.?" tanya Emma.


"Kita mulai sekarang, tapi sebelumnya, kita harus memberikan set perlengakapan dulu pada mereka." jawab Rudy.


"Baiklah, aku bisa mengurusnya Rudy." kata Emma.


"Kita keluar tenda sekarang." kata Rudy.


Mereka semua pun keluar tenda komando. Dan Rudy memberikan instruksi kepada Luciana dan Ellena.


"Dengarkan baik-baik. Tempat ini sangat cocok untuk latihan kalian, bahkan aku bisa memberikan simulasi perang nanti. Jadi berjuanglah sekuat tenaga." kata Rudy.


"Baik." saut Luciana dan Ellena.


"Kau bisa mengeluarkan sihirmu Ellena.?" tanya Rudy.


"Aku akan mengeluarkan sihirmu." jawab Ellena.


Lalu, tangannya pun di arahkan ke Rudy. BLARS. Suara api biru keluar dari tangannya. "HIAAA." WOOSH. "Oe, kenapa dia mengarahkanya padaku." saut Rudy. BRDMM. Rudy pun terkena serangan Ellena.


"Huh, aku sudah mengeluarkannya." kata Ellena tanpa bersalah.


"Aa, Apa kau ingin mati.?" teriak Rudy dengan kesal.


"Aku hanya mengikuti instruksimu kak." saut Ellena.


"Huh, baiklah, selanjutnya Luciana." kata Rudy.


"Baik." WOOSH. Suara energi sihir keluar dari tubuh Luciana.


"Ho, dia tipe Sword." kata Rudy. "Sudah cukup Luci." saut Rudy.


"Bagaimana hasilnya.?" tanya Luciana.


"Kau berada di tingkat Rank CC Luci." jawab Emma.


"He.? Benarkah.? Aku yakin saat itu aku masih berada di tingkat Rank C, aku tumbuh cukup kuat sekarang." kata Luciana dengan sangat senang.


"Tumbuh apanya, bahkan kau masih kalah dengan Alicia." saut Marco.


"Eh.? Ada di tingkat berapa dia.?" tanya Luciana.


"Dia berada di tingkat A+. Sangat jauh denganmu." jawab Marco.


"Aa, aa." saut Luciana yang putus asa.


"Lalu Ellena ada di tingkat B. Itu sangat kuat dari teman seumuranmu. Tapi kau masih kalah dengan Rin yang sudah mencapai Rank B+." Kata Emma.


"He.? Aku kalah dengan bocah ini.?" saut Ellena dengan terkejut


"Kau juga seorang bocah, dasar bocah." kata Rudy.


"Aku bahkan kalah dengan adikku sendiri, padahal aku sudah belajar semaksimal mungkin." kata Luciana dengan putus asa.


"Tenang lah, kau akan berkembang sangat cepat jika kau di latih oleh Marco." kata Emma.


"Ah, baiklah. Tapi tetap saja, aku masih sedih." saut Luciana.


"Berikan set perlengkapannya pada mereka, kita mulai latihannya sekarang." kata Rudy.


SUINGG. Suara Set perlengkapan Rank M yang keluar dari cincin penyimpanan milik Emma.


"Kau juga harus menganti perlengkapanmu Rin." kata Emma.


"Baik kak terimakasih." saut Rin.


"Sepertinya ini terlihat sangat mahal." kata Luciana.


"Tentu saja, ini adalah perlengkapan Set Rank M." saut Rudy.


"Rank M.? Apa maksudnya, bahkan aku tidak pernah membaca tingkat kekuatan itu." kata Luciana.


"Huh, kau memang bodoh. Itu adalah kekuatan di atas Rank SS." saut Marco


"Hee.? Jadi, jadi ini item super langkah.?" tanya Luciana dengan sangat terkejut.


"Berhentilah bertanya, pakai saja perlengkapan itu, lalu kita pergi keluar benteng." jawab Marco.


"Baiklah." SUING. Suara set perlengkapan yang di pakai oleh Luciana dan Ellena.

__ADS_1


"Wah, bagus sekali." kata Ellena dengan tersenyum.


...


__ADS_2