Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 103 - Percobaan.


__ADS_3

Semua orang disana pun sangat tercengang dengan penjelasan Rudy.


"Jadi senjata itu sangat kuat kan.?" tanya Ellena.


"Benar Ellena, bahkan di dunia ini hanya ada empat senjata seperti ini. Kau akan memegang salah satu dari senjata ini." jawab Rudy.


"Apa tidak apa-apa kau memberikan senjata itu padaku.?" tanya Ellena.


"Tentu saja kau harus setia dengan Royal Unity. Jika kau keluar dari Royal Unity, aku akan mengambilnya." jawab Rudy.


"Aku hanya ingin bersama kakak." saut Ellena.


"Kakakmu adalah anggota Royal Unity." saut Rudy.


"Benarkah.? Kalau begitu aku juga mau menjadi anggota Royal Unity." kata Ellena.


"Baiklah. Aku berikan ini kalian." kata Rudy sambil memberikan senjata kepada keempat pilar Royal Unity.


"Wah, ini sangat keren sekali." kata Rin.


"Ini terlihat sangat luar biasa." saut Luciana.


"Desainya sangat simpel, bahkan staff ini lebih pendek, lebih mudah untuk di gunakan." kata Lilia.


"Daggernya terlihat sedikit panjang Rudy, aku menyukainya. Lalu, bagaimana dengan kalian.? Tidak mungkin kalian memberikan senjata ini hanya untuk kami." saut Marco.


"Tentu saja aku dan Emma punya senjata kami sendiri. Yang terpenting sekarang adalah, mencoba skillnya Marco. Aku ingin melihat kau bertarung dengan senjata itu." kata Rudy sambil mengangkat tangannya.


PASS. Suara barries yang menyelimuti seluruh kota hancur berkeping-keping. Lalu, Rudy mengeluarkan energi alam dari sebuah Diamond. WISSH.


"Kau akan mengundang banyak hewan iblis Rudy." kata Marco


"Itu memang tujuanku. Skill yang ada di daggermu memiliki skill area. Gunakan buku ini untuk memperlajarinya. 5 menit lagi, hewan iblis akan datang kemari." kata Rudy.


"Ah, baiklah." saut Marco sambil menyerap buku itu. SWOSH. "Ini, skill pengaktifan. Terlalu simpel untuk di pelajari."


"Bagaimana.? Apa kau bisa merasakannya.?" tanya Rudy.


"Ah, aku bisa merasakannya. Jadi sumber kekuatannya ada di dalam senjata ini kan.? aku hanya perlu mengunakan kontrol sihir untuk mengaktifkannya." jawab Marco.


"Benar, cobalah saat bertarung melawan hewan iblis. Lalu, ini buku untuk kalian semua." kata Rudy sambil memberikan buku kepada lainnya.


"Terimakasih Rudy." saut Luciana.


"Untuk hari ini, Belajarlah untuk mengontrol kekuatannya. Kalian bisa mengahancurkan dungeon jika tidak bisa mengontrolnya." kata Rudy.


"Kan lebih baik menghancurkan dungeon." kata Ellena.


"Kau akan terkubur hidup-hidup." saut Rudy.

__ADS_1


"Eh.?" saut Ellena dengan terkejut.


"Kalian bisa mencobanya setelah ini, sepertinya hewan iblis sudah dekat." kata Rudy.


"Baiklah, aku akan mencobanya." kata Luciana sambil menyerap buku. Lalu Tring, suara pedang yang di tarik dari sarungnya.


"Warna di dalamnya juga merah. Dan aku sudah paham cara mengaktifkannya." kata Luciana.


"Bagus, bagaimana dengan yang lainnya.?" tanya Rudy.


"Senjata ini adalah yang terbaik Rudy. Aku menyukainnya." saut Lilia.


"Aku juga sama kak." "Aku juga." saut Run dan Ellena.


DRAP DRAP DRAP . Tersengar ratusan ribu hewan iblis yang berlari ke sana. Bahkan terdapat hewan iblis Rank S+ disana.


"Bersiaplah." kata Rudy sambil melompat ke atas benteng. Lalu, yang lainnya mengikuti Rudy.


"Ini adalah simulasi perang, aku ingin mengetes hasil latihan kalian. Dalam perang sebelumnya, kita memenangkan perang selama 4 jam tanpa berhenti, apa kali ini akan sama.?" saut Rudy.


"Kau tenang saja Rudy." kata Marco sambil melangkah kedepan dan melihat ratusan hewan iblis yang berlari kearah mereka.


"Kau yang memimpin Marco." saut Rudy.


"Baiklah. Formasi tempur. Luci maju ketengah, lalu Rin kau bereskan di sebalah kiri, aku akan habisi mereka di sebelah kanan. Lilia dan Ellena, hancurkan mereka dari atas udara." kata Marco.


DRAP DRAP. GROAAR. GRR. "Mereka sudah dekat Marco." saut Lilia.


"Belum. Tunggu, tunggu." kata Marco. Hewan iblis itu pun semakin dekat dengan benteng.


"SEKARANG." Teriak Marco. DEEP. Mereka semua pun menyerang sesuai dengan posisi masing.


"HOOOO." Teriak Rin yang menyerang hewan iblis di depannya. GRRR. Suara Hewan iblis Rank S+ yang berlari kearah Rin.


"He.?" saut Rin terkejut, lalu SRAT. Ia pun berhasil membunuhnya. "Hebat sekali senjata ini." kata Rin.


...


Di atas udara, Lilia dan Ellena mengeluarkan sihir api dan petir. BREDM, DOM. TRET ZZZT.


"Hebat, bahkan aku tidak mengeluarkan energi dari dalam tubuhku. Senjata ini luar biasa." kata Lilia.


...


Di tempat Luciana. SWOOSH SLAS SLAS. Suara pertarungan Luciana.


"Pedang ini lebih ringan dan sangat cepat. Aku ingin mencoba skillnya." kata Luciana.


WOT. SWOSH. Sklill area yang di keluarkan Luciana. Dia berputar di sekitarnya dan menghempaskan pedangnya. DMM. Suara injakan kaki Luciana. "Luar biasa."

__ADS_1


SRAK Hewan iblis di sekitarnya pun terbelah sampai radius 20 meter.


"Ini baru yang namanya skill berpedang." kata Luciana. Lalu, ia pun mengunakan skill lainnya dan bertarung tanpa henti.


...


Di temoat Marco berada. TRET TET TET. Suara skill yang di gunakan Marco. "Wow, inikah skill areanya." saut Marco dengan terkejut.


SWOSH, TRET TET TET. WOOT, SRAK. Skil Lighning Chain dan Wish Blade, di keluarkan secara bersamaan. Serangannya bisa mencapai radius 50 meter di sekitar area penguna.


"Benar-benar senjata yang luar biasa." saut Marco. Wot, SWOSH. BRDMM. Iya pun menembakkan petir yang menyambar dari jarak jauh, dan setiap hewan iblis yang terkena petir itu langsung mati seketika.


"Jika seperti ini, aku bisa mengubur diri di dalam dungeon." kata Marco sambil menyerang jewan iblis lainnya. Ia mengunalan skill area terus menerus, dan mencoba untuk mengabungkan skill miliknya sendiri.


...


Di tempat Rudy berada.


"Ini baru saja 15 menit. Tapi hewan iblis disana mau habis." kata Rudy.


"Hebat sekali senjata buatanmu." kata Emma sambil melihat Rudy.


"Aku hanya mencoba meniru konsep dari teori yang ada di duniaku dulu." kata Rudy.


"Apa itu Rudy.? Aku belum memdengarnya." tanya Emma.


"Senjata itu di kontrol dengan teori milik Nicola Tesla, seperti remot control untuk mengerakkan suatu objek. Tentu saja objekmya dalah senjata itu sendiri. Dan aku menambahkan skill area yang seperti yang ada di game RPG. Bisa di katakan, aku tidak menciptakannya, tapi menirunya." jawab Rudy.


"Itu kan hanya ada di duniamu Rudy. Di dunia ini, kau lah penciptannya." kata Emma.


"Apapun itu, yang terpenting adalah kekuatan mereka semakin berkembang." kata Rudy.


"Hm, lalu skill apa yang kau tanamkan pada senjata kita.?" tanya Emma.


"Ada kekuatan yang sangat kuat di duniaku dulu, namanya adalah Bom Nuklir. Sekali bom itu di jatuhkan radiusnya bisa terasa sampai 100km, kekuatan itu sangat mengerikan di duniaku dulu. Aku menanamkan teori Albert Eintein dalam hukum Relatifitas, itu adalah pelepasan sebuah energi dan menyebabkan gelombang ledakan yang sangat besar. Tentu saja itu hanya untuk berjaga-jaga." kata Rudy.


"Benar-benar luar biasa. Ledakan dalam Radius 100 km, bisa membunuh ratusan juta hewan iblis." kata Emma.


"Ah, tapi dampaknya juga sangat mengerikan, mungkin di dunia ini tidak akan ada efek radiasi nuklir, karena tidak ada bahan uranium di dalamnya. Tapi kerusakan yang di timbulkan sangat besar bagi ekosistem hutan." kata Rudy.


"Jika seperti itu, jangan gunakan skill itu." kata Emma.


"Aku sudah menanamkan skill lainnya, tapi senjata kita ini sangat berbahaya, bahkan mungkin bisa membelah bulan. Jika hanya untuk berperang melawan manusia, mungkin satu kali serangan saja sudah menang." kata Rudy.


"Senjata ini harus kita simpan baik-baik Rudy, jika mendengan penjelasanmu, mungkin kita tidak butuh senjata penghancur untuk saat ini." kata Emma.


"Kau benar Emma." kata Rudy.


...

__ADS_1


__ADS_2