
Di sebuah desa.
"Pantas saja, sudah 5 tahun ini tidak ada prajurit yang mencari kami. Mungkin mereka tidak berani masuk kedalam wilayah Alden." kata Solan.
"Apa yang harus kita lakukan Tuan, apa kita juga akan di usir dari sini.?" tanya Argus.
"Sepertinya kita harus bersiap-siap. Aku tidak ingin membuat keributan kedepan. Apalagi kita sudah ketahuan disini." jawab Solan.
"Tunggu Tuan, aku memang dari kerajaan Alden, tapi aku bukan rakyat kerajaan." saut Rudy.
"He.? Apa maksudmu.?" tanya Solan dengan terkejut.
"Aku hanya seorang pengembara, dan tempat tinggalku selalu berpindah-pindah." jawab Rudy.
"Jadi kau bukan seorang prajurit.?" tanya Solan.
"Bukan Tuan, kalian tenang saja, aku hanya akan mampir sebentar, setelah itu aku akan pergi." jawab Rudy.
"Kau pikir aku akan percaya denganmu.? Kau pergi untuk memberitahukan kepada prajurit lainnya kan.?" saut Solan dengan emosi.
"Tidak Tuan, bahkan jika prajurit Alden datang kesini, pasti membutuhkan waktu yang lama." jawab Rudy.
"Aku memang tidak tau dimana ibu kotanya, tapi kau sangat mencurigakan, kau bilang seorang pengembara dan berpindah-pindah, lalu berapa lama jika kau pergi ke ibu kota.?" tanya Solan.
"Mungkin sekitar 1 tahun lebih jika berjalan kaki." jawab Rudy.
"Eh.? Jauh sekali tempatnya." saut Solan.
"Jika anda tidak percaya, anda bisa berangkat sendiri untuk membuktikannya." kata Rudy.
"Huh, tidak perlu." kata Solan sambil berjalan kedalam desa. Lalu di ikuti oleh Argus.
"Apa aku tidak di terima di sini Tuan.?" tanya Rudy. Solan pun berhenti dan menoleh kebelakang.
"Masuklah kerumahku." saut Solan.
"Ah, baik Tuan. Terimakasih." kata Rudy.
Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah kepala desa. Lalu Rudy duduk disana dan di temani oleh Solan dan Argus.
"Rumahnya bagus Tuan." kata Rudy sambil melihat-lihat.
"Apa kau merendahkan rumah ini.?" saut Solan dengan kesal.
"Tidak Tuan, rumahnya memang sangat bagus, arsitekturnya juga terstruktur. Aku yakin yang merancangnya adalah seorang ahli." kata Rudy.
"Tentu saja, aku adalah arsitektur bangunan. Itu adalah keahlianku." saut Solan.
"Eh.? Jadi Anda seorang arsitektur.?" tanya Rudy.
"Benar. Di desa ini juga ada seorang pengrajin dan pekerja berat." jawab Solan.
__ADS_1
"Hm. Pantas saja penataan desanya juga baik, saya juga melihat ada pembuangan air dan pembuangan sampah. Tapi kenapa Anda tidak membuat pagar dan gerbang.?" tanya Rudy.
"Untuk apa kami membuat sebuah pagar.? Aku tidak ingin semua orang yang tinggal disini di batasi pergerakannya, dan kami juga cukup kuat untuk memburu hewan iblis." jawab Solan.
"Ah, begitu ya. Baik Tuan, sebelumnya perkenalkan namaku adalah Rudy Hosten."
"Hm, namaku Solan, dan laki-laki ini adalah Argus, dia yang bertugas menjaga tempat ini." kata Solan.
"Ah, salam kenal Tuan." saut Rudy. "Salam kenal." saut Argus.
"Lalu, apa kau tinggal sendirian.?" tanya Solan.
"Itu, sebenarnya kami ada 6 orang termasuk aku. Tapi aku kesini hanya sendirian, kami punya tugas masing-masing di luar sana." jawab Rudy.
"Hm, lalu dimana teman-temanmu.?" tanya Solan.
"Teman-temanku ada di dalam hutan Tuan. Mereka sedang berlatih." jawab Rudy.
"Berlatih di dalam hutan.? Apa kalian tidak takut dengan hewan iblis.?" tanya Solan.
"Kami sudah terbiasa memburu hewan iblis. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan." jawab Rudy.
"Jadi kalian berburu di sekitar sini.?" tanya Solan.
"Tempatnya masih agak jauh dari sini." jawab Rudy.
"Apa kalian hanya hidup dengan mengembara seperti itu terus.?" tanya Solan.
"Jika kalian tidak punya tempat tinggal, tinggalah di desa ini." kata Solan.
"Ah, itu. Kami tidak bisa disini tuan." saut Rudy.
"Kenapa.? Kau bilang struktur desa ini baik. Apa kau tidak nyaman dengan tempat ini.?" tanya Solan.
"Itu tawaran yang mendadak Tuan. Tapi terimakasih atas tawarannya, kami akan mencari tempat lain untuk membuat rumah kami sendiri." jawab Rudy.
"Tempat seperti apa yang kau cari.?" tanya Solan.
"Tempat yang sangat luas, dan mempunyai sumber air." jawab Rudy.
"Hm, di belakang desa ini, ada sebuah bukit. Dan di balik bukit itu, ada daratan yang sangat luas. Ada juga sebuah sungai dan air terjun disana. Apa kau tertarik.?" saut Solan.
"Aku akan melihatnya dulu Tuan. Jika tempat itu cocok, aku akan membuat rumah disana." kata Rudy.
"Baiklah, kau bisa melihatnya sendiri, jika kau butuh bantuan, datanglah kemari." kata Solan.
"Ah, terimakasih atas tawarannya." kata Rudy sambil berdiri. Lalu, ia pun keluar rumah dan berjalan kebelakang desa.
"Apa tidak apa-apa Tuan, bahkan Anda menawarkan sesuatu padanya." tanya Argus.
"Aku merasa dia bukan ancaman. Lebih baik kita menambah relasi di kerajaan ini, itu bisa membantu kita kedepan." jawab Solan.
__ADS_1
"Ah, baik Tuan." saut Argus.
...
Di tempat Rudy berada. Dia berlari cukup cepat sampai di atas bukit.
"Benar-benar tempat yang sangat luas, sepertinya aku sudah menemukan tempat yang cocok." kata Rudy.
Rudy melihat daratan yang sangat luas di depannya, bahkan terdapat air sungai yang bercabang cukup banyak disana.
"Baiklah, pembangunan harus di lakukan sesegera mungkin." kata Rudy sambil berjalan kembali ke desa. Ia pun mengirimkan surat kepada Emma dan Lilia.
...
Di tempat Emma.
SUING. Sebuah surat yang muncul di depan Emma.
"Hm.? Surat dari Rudy. Kenapa dia harus mengirimkan surat perintah padaku.? apa dia tidak ingin mengirimkan surat suara saja" kata Emma sambil membuka surat itu.
[Aku sudah menemukan tempat yang cocok untuk pembangunan markas Royal Unity. Datanglah kesini, kau bisa melacakku kan.? Lalu aku sudah mengirimkan surat kepada Lilia untuk mengantikanmu disana.]
"Apa kau menerima surat dari Rudy ?" tanya Lilia.
"Aku di suruh ke tempatnya, kau gantikan aku disini Lilia, awasi anak-anak itu dengan baik." jawab Emma.
"Baik Emma, serahkan padaku." saut Lilia.
"Aku pergi dulu. Bilang kepada mereka, aku pergi keluar sebentar." kata Emma.
"Ah, baiklah." saut Lilia. Lalu, Emma pun menghilang dari sana.
...
Di tempat Rudy. Dia kembali ke desa dan menemui Solan.
"Tuan, maaf menganggu Anda." kata Rudy sambil masuk kedalam rumah Solan.
"Apa kau sudah melihatnya.?" tanya Solan.
"Sudah Tuan, tempatnya sangat luas, dan sepertinya sangat cocok untuk kami." jawab Rudy.
"Kenapa kau harus mencari tempat seperti itu.? Bukankah tempat itu akan mengundang banyak hewan iblis.? Ruangnya terlalu luas." tanya Solan.
"Kami memang akan memenuhi tempat itu dengan bangunan Tuan. Jadi aku butuh tempat yang luas." jawab Rudy.
"He.? Apa kau akan membuat sebuah kota.? Bahkan kalian hanya ber enam saja, terlalu serakah untuk menempati tanah seluas itu." saut Solan.
"Tidak Tuan, kami akan membangun sebuah markas disana." kata Rudy.
"Markas.?" saut Solan dengan terkejut.
__ADS_1
...