Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 81 - Rencana.


__ADS_3

Esok harinya. Pada siang hari, terlihat Marco bangun dari tidurnya.


"Kenapa aku tidur di lantai.?" Saut Marco dengan terkejut.


"Huh, aku lupa, sekarang aku tidur dengan siapa." Kata Marco sambil berdiri dari sana dan melihat Rudy yang masih tidur di atas kasur.


"Dia selalu tidur seperti itu, apa jadinya jika dia tidur bersama Emma suatu hari nanti. Aku tidak bisa membayangkannya." Kata Marco.


"Hoam, apa kau sudah bangun Marco.? Suaramu berisik sekali." Kata Rudy.


"Bangunlah, kita harus makan." Kata Marco sambil pergi ke kamar mandi.


"Kau duluan saja, aku masih ingin tidur." Kata Rudy.


Tiba-tiba. TOK TOK. Suara pintu yang di ketok oleh seseorang.


"Siapa itu, pagi-pagi sudah memukul pintu." Kata Rudy dengan wajah mengantuk.


"Buka Rudy, buka pintunya." Teriak Emma.


"Ah, Emma kah.?" Saut Rudy sambil berdiri dari kasurnya.


"Tunggu sebentar Emma." Teriak Rudy.


Lalu, ia pun membuka pintu kamar. "Ada apa kau kesini, pagi-pagi sudah berisik." Kata Rudy.


"Pagi.? Ini sudah siang." Saut Emma.


"Eh.? Benarkah.?" Tanya Rudy.


"Hm, dimana Marco.? Ada seseorang yang mencarinya." Saut Emma.


"Em.?" Saut Rudy sambil melihat ke kanan dan ke kiri.


"Siapa yang mencari Marco.? disini hanya ada Lilia dan Luciana." Kata Rudy.


"Dia ingin menjelaskan kesalah pahaman kepadanya." Kata Emma.


"Salah paham.? Apa gara-gara dia mengaku sebagai rakyat jelata.? Bukannya aku membelanya, tapi itu memang benar." Kata Rudy.


"Maaf Rudy, aku sudah tau dengan itu, dari pagi tadi aku sudah mengobrol banyak dengan Emma dan Lilia." Kata Luciana.


"Lalu.?" Saut Rudy.


"Aku kesini hanya ingin meminta maaf padanya. Apa dia ada di dalam sekarang.?" Kata Luciana.


"MARCOOOO." Teriak Rudy.


"APAA BODOOOH.?" Teriak Marco.


"Dia ada di kamar mandi, apa kau akan kesana.?" Tanya Rudy.


"Aa, itu. Tidak mungkin kan.? Aku akan menunggunya di luar." Kata Luciana.


"Masuklah kedalam kalian bisa duduk disana." Kata Rudy.


Mereka semua pun masuk kedalam sana. Dan Rudy pun berbaring di atas kasurnya.


"Rudy, apa kau akan tidur lagi.?" Tanya Emma.


"Aku benar-benar sangat mengantuk Emma. Tidak tau kenapa, tapi tubuh ini ingin tidur." Jawab Rudy.


"Hm, mungkin karena sistem staminamu sudah tidak ada lagi. Tapi kau harus membiasakannya." Saut Emma.

__ADS_1


"Aku tau Emma. Tunggulah sebentar disana." Kata Rudy.


Lalu, Marco pun keluar dari kamar mandi. Dan melihat ada banyak wanita di dalam sana.


"He.? Kenapa mereka disini. Apa kau memesan mereka Rudy.?" Saut Marco.


SUING, BUOK. Suara pot bungah yang di lempar oleh Lilia ke kepala Marco.


"Iteeeh. Apa yang kau lakukan Lilia.?" Teriak Marco dengan kesal.


"Kau pikir aku adalah pelacur.?" Saut Lilia.


"A, aah." Saut Marco yang tidak bisa berkata-kata.


Lalu, ia pun berjalan menghampiri Rudy.


"Apa yang kalian lakukan disini. Apa karena si bodoh ini belum bangun.?" Kata Marco sambil menarik tubuh Rudy.


"Heee.? Apa yang kau lakukan.?" Teriak Rudy.


"Sekarang giliranmu, kau harus mandi." Saut Rudy.


"Aku tau itu, biarkan aku berdiri sendiri." Kata Rudy, lalu ia melihat suasana di kamarnya jadi canggung.


"Huh, ada yang mencarimu kemari. Sebaiknya kau hati-hati." Kata Rudy sambil menepuk pundak Marco.


"Aku sudah tidak peduli." Saut Marco.


"Yaah, nikmatilah air putih itu Nona-nona, silahkan." Kata Rudy sambil berjalan ke kamar mandi. Brak.


"Apa rencanamu Emma.? Kenapa kalian semua sampai kedalam kamar laki-laki.?" Tanya Marco.


"Ada yang ingin bertemu denganmu." Jawab Emma.


"Hm.?" Saut Marco.


"Ah, terimakasih Lilia." Kata Luciana.


"Ada apa.?" Tanya Marco.


"Ah, ehehe. Aku hanya ingin mengakrabkan diri saja disini. Tidak kusangka, ternyata Lilia adalah adikmu." Jawab Luciana dengan tersenyum.


"Lalu.?" Saut Marco.


"Kenapa kau jadi dingin begitu Marco.?" Tanya Lilia.


"Ah, sepertinya sudah tidak ada yang perlu di jelaskan. Kalian bisa keluar dari sini." Jawab Marco.


"Laki-laki memang seperti ini." Saut Lilia.


"Mungkin kau bisa mendengarkan penjelasannya dulu Marco." Kata Emma.


"Tidak perlu Emma, mungkin dia cerita kepada kalian dengan versi dia sendiri. Dan sudah aku katakan, aku hanyalah rakyat jelata biasa." Kata Marco.


"Apa kau semarah itu padanya.?" Tanya Emma.


"Aku tidak marah, aku hanya menjaga reputasinya saja." Jawab Marco.


Lilia pun menghampiri Marco.


"Ceritakan padaku, apa yang sudah terjadi.?" Tanya Lilia dengan tatapan tajam.


"Eh.? Kenapa kau ada di pihaknya Lilia.? Justru kau harus membelaku." Jawab Marco.

__ADS_1


"Aku tau perasaanmu, tapi yang dia katakan padaku dan Emma itu sangat tulus." Kata Lilia.


"Tapi aku sendiri yang terlibat disana. Kau pasti tau sendiri rasanya." Saut Marco dengan serius.


"Hm." Saut Lilia sambil menjauh dari Marco.


Rudy pun keluar dari kamar mandi. "Kenapa kalian masih disini.? Aku rasa kalian sudah lama di dalam sini." Kata Rudy.


"Kau bahkan mandi hanya 5 menit saja Rudy. Baiklah, kita pergi dari sini." Saut Emma sambil berdiri.


"Tapi Emma." Saut Luciana.


"Diamlah, kita tidak bisa apa-apa jika Rudy sudah serius seperti itu. Pasti dia sudah tau segalanya dari Marco. Dia sangat membenci para bangsawan, sama dengan Marco." Kata Emma sambil berbisik.


Emma pun berjalan keluar dari kamar Rudy bermasa Lilia dan Luciana.


"Marco." Kata Luciana dengan sedih. Tapi Marco hanya diam saja.


Brak. Suara pintu yang di tutup dengan keras oleh Emma.


"Laki-laki memang seperti itu." Kata Lilia.


"Apa yang harus kita lakukan Emma.?" Tanya Luciana.


"Biarkan saja mereka. Kita balas nanti malam. Lihat saja." Saut Emma.


"Ah, nanti malam kan ada acara peresmian." Kata Luciana.


"Kau benar, kita harus berdandan secantik mungkin sampai mencolok di depan orang-orang. Kita harus mendominasi kecantikan malam nanti." Kata Emma dengan tersenyum licik.


"Ah, kau benar Emma. Tapi bagaimana jika banyak bangsawan yang mengodaku.?" Tanya Luciana.


"Kau harus mengodanya balik, buat Marco menyesali perbuatannya. Apa kau paham.?" Jawab Emma.


"Eh.?" Saut Luciana dengan kebingungan.


"Huh, sudahlah. Nanti akan ku jelaskan detailnya." Saut Emma sambil pergi dari tempat itu.


...


Didalam kamar Rudy. Ternyata Rudy dan Marco menguping pembicaraan Emma dan lainnya dari balik pintu.


"Hm, apa mereka pikir aku akan tergoda.?" Saut Rudy.


"Kau benar Rudy, apa mereka pikir aku akan tergoda dengan bangsawan bejat itu.?" Saut Marco.


"Kita harus menyusun strategi Marco." Kata Rudy.


"Ah, apa kau punya ide.?" Tanya Marco.


"Tentu saja kita harus bertemu dengan Raja bodoh itu." Jawab Rudy dengan tersenyum.


"Kau benar Rudy, dia pasti punya simpanan yang banyak." Saut Marco.


"Hahaha. HAHAHAHAHA." Tertawa mereka berdua dengan sangat kencang sampai terdengar oleh Emma.


"Eh.? Apa yang terjadi pada mereka.?" Saut Emma dengan terkejut.


"Sepertinya mereka merencanakan sesuatu." Jawab Lilia.


"Tunggu saja nanti malam. Aku benar-benar akan membuat kalian menyesal." Kata Emma dengan kesal.


...

__ADS_1


__ADS_2