
Rombongan kendaraan Akademi pun akhirnya sampai di kaki gunung cison. Terdapat gapura yang sangat besar di sana.
"Waah, apa benar tempat ini sebuah Akademi.? Tempatnya sangat menyeramkan." Kata Marco yang melihat gapura masuk begitu besar disana.
"Hahaha, tentu saja disini adalah tempat belajar yang sangat terkenal. Apa kau merasakan hawa hewan iblis di sini.?" Kata Bima.
"Ah, disini seperti taman bunga bagiku. Masih terlalu indah untuk dilihat." Saut Marco.
"Apa yang kau bilang.? Tadi kau bilang tempat ini menyeramkan." Teriak Bima dengan kesal.
"Hehe, tentu saja tempatnya terlihat sangat menyeramkan pak, aku hanya penasaran saja, hewan iblis yang ada disini, kira-kira sudah di tingkat berapa.?" Kata Marco.
"Kalian harus hati-hati jika berkeliaran disini, hewan iblis disekitar sini sudah berada di tingkat Rank BB, bahkan salah satu inspektur pernah melihat hewan iblis dengan aura yang mencekam, mungkin itu hewan iblis Rank A." Kata Bima.
"Ah, jadi Rank mereka masih jauh dari tempat kami berasal." Kata Marco.
"Jika di bandingkan dengan kota selatan, itu memang sangat jauh. Tapi hewan iblis disana sudah di basmi oleh pahlawan kerajaan." Saut Bima.
"Apa berita itu sampai dikota ini pak.?" Tanya Rudy.
"Tentu saja. Berita itu menjadi tranding di segala penjuru benua. Seorang Tuan Putri kerajaan dan bala tentaranya berhasil melumpuhkan hewan iblis Rank S. Itu membuatku merinding." Jawab Bima.
"Hoo, itu sangat hebat sekali." Kata Rudy sambil bertepuk tangan.
"Huuh." Saut Marco sambil menghela nafas.
"Apa kalian tau, ketiga pahlawan itu di berikan gelar Pahlawan kesatria secara langsung oleh Raja Eden di depan rakyat kerajaan. Itu suatu kebanggaan terbesar dalam hidup." Kata Bima.
"Apa sebelumnya di kerajaan ini tidak pernah ada yang bisa membunuh hewan iblis Rank S.?" Tanya Rudy.
"Tentu saja ada. Kerajaan Alden di tompang oleh 9 kekuatan yang tersebar di seluruh penjuru kerajaan. 6 diantaranya adalah keluarga bangsawan terkenal, 2 diantarannya adalah Mahaguru Akademi Rousen, dan satunya adalah Kaisar kerajaan Alden yaitu Raja Eden." Jawab Bima.
"Emm. Seberapa kuat mereka semua.?" Tanya Rudy.
"Jaga omonganmu bocah, kau harus memanggil mereka semua dengan sebutan Yang Mulia, bahkan keturunannya sekalipun." Jawab Bima.
"Maaf aku tidak tau. Lalu, seberapa kuat para Yang Mulia itu.?" Tanya Rudy.
"Ah, mereka semua sudah di tingkatan Rank S. Itu adalah tingkatan yang sangat sulit untuk di capai oleh manusia biasa seperti kita." Jawab Bima.
Dalam hati, Marco bergumam. "Huh, kenapa hanya ada 9 Rank S di kerajaan ini. Sedangkan hewan iblis di luar sana semakin berkembang." Kata Marco dalam hati.
"Apa tidak ada lagi yang memiliki tingkatan lebih tinggi dari para Yang Mulia itu.?" Tanya Rudy.
"Itu adalah puncak dari kekuatan sihir ini bocah, memang tidak ada yang tau, apakah ada orang yang memiliki kekuatan lebih besar lagi atau tidak. Tapi konon, ada seseorang dengan kekuatan besar yang menyapu seluruh hewan iblis di daratan benua ini. Ia di anggap sebagai Dewa oleh manusia jaman sekarang." Jawab Bima.
"Hoo, apa orang itu masih hidup.?" Tanya Rudy.
"Itu sudah sekitar 2000 tahun yang lalu, dan tingkat kekuatannya di perkirakan sudah mencapai Rank S+. Orang itu di sebut sebagai Dewa Perang. Sang Albion." Jawab Bima.
__ADS_1
"Itu sama seperti nama benua ini." Saut Rudy.
"Itu benar. Nama benua ini di ambil dari nama dewa itu." Jawab Bima.
"Lalu, apa para Yang Mulia itu juga masih berburu hewan iblis.?" Tanya Rudy.
"Kerajaan ini sudah di bangun dengan aturannya. Tentu saja Para Yang Mulia tidak akan turun tangan secara langsung." Jawab Bima.
"Bagaimana jika ada hewan iblis Rank S yang berkeliaran disekitar benteng.? Itu sangat berbahaya untuk keselamatan penduduk." Kata Rudy.
"Jika hewan iblis itu sudah di konfirmasi memiliki tingkat Rank S, maka keluarga bangsawan tingkat atas akan turun tangan. Namun sekarang sudah berbeda, kita sudah memiliki Pahlawan." Kata Bima.
"Pak Inspektur, aku menyaksikannya sendiri kejadian yang terjadi di benteng selatan, mereka para Pahlawan sangat kesulitan menghadapi hewan iblis disana. Apa mereka benar-benar di berikan tugas yang sangat berat seperti itu.?" Tanya Rudy.
"Kau benar, bahkan Yang Mulia Putri kehilangan banyak sekali pasukannya. Tapi itu sebanding dengan hasilnya." Jawab Bima.
"Aku merinding mendengarkannya kak." Kata Rin.
"Kau harus berlatih lebih keras lagi Rin." Saut Lilia.
"Jika mereka di berikan tugas seperti kemarin, kau cukup duduk santai saja di Akademi, jangan ikut campur urusan mereka." Kata Emma sambil memejamkan mata.
"Eh, apa yang kau katakan Emma.? Mana bisa aku melawan mereka. Bahkan Rank ku masih di tingkat Rank C." Saut Rudy.
"Apa kalian sudah mendapatkan kelas.?" Tanya Bima.
"Kelas itu akan menentukan kalian berada di kelompok kelas mana. Akademi Rousen terbagi menjadi beberapa kelas, mulai dari kelas 1 sampai kelas 9, dan ada lagi kelas khusus, Expert Class. Itu kelas tertinggi dari semua kelas, dan Mahaguru sendiri yang akan mengajar di kelas itu." Kata Bima.
"Hoo, bagaimana caranya kita mengetahui di kelas mana.?" Tanya Rudy
"Apa kau diberikan kertas saat pendaftaran.?" Tanya Bima kembali.
"Ah, ini suratnya." Jawab Emma sambil memberikan beberapa dokumen.
"Em, akan ku baca dulu." Kata Bima sambil membaca dokumen dengan serius.
...
"Kalian berada di kelas yang sama, kecuali bocah bernama Rin, dia berada di kelas anak-anak." Kata Bima.
"Ada di kelas berapa kita.?" Tanya Rudy.
"Rin ada di kelas 2. Biasanya murid di kelas itu berumur 8-10 tahun. Tapi melihat kekuatan Rin, dia pantas berada disana. Dan sisanya ada di kelas 5." Jawab Bima.
"Apa kita sudah pasti berada di sana pak.?" Tanya Rudy.
"Kalian akan di test ulang disana. Ini hanya sebuah dokumen, bisa di palsukan." Jawab Bima.
"Hoo, Aku kira kita tinggal masuk saja." Saut Rudy.
__ADS_1
"Tempat Akademi sangat luas sekali. Setiap kelas di bagi lagi menjadi beberapa tingkatan. Mulai dari yang terendah, menengah, dan Tinggi." Kata Bima.
"Hoo, aku jadi tidak sabar lagi." Kata Rudy.
"Sebentar lagi kita akan sampai." Saut Bima.
...
{Akademi Rausen}
Telihat, Alicia, Eva, dan Herry sedang berjalan menuju ke ruangan Mahaguru.
"Lihat disana, Itu Tuan Putri bersama para Pahlawan lainnya." Kata salah satu murid disana.
"Wah, itu sangat keren sekali." Saut siswi lainnya.
"Tumben sekali Para Pahlawan lewat jalur umum disini." Kata siswa lainnya.
"Apa kalian lupa, mereka juga salah satu murid di Akademi ini, tentu saja mereka bisa lewat mana saja." Saut Siswi lainnya.
...
"Mereka sangat berisik sekali." Kata Herry.
"Itu sudah biasa, sebelum kita di berikan gelar Pahlawan, mereka selalu bersikap seperti itu." Kata Eva.
"Apa kalian sudah mencari tau keberadaan orang yang menyelamatkan kita.?" Tanya Alicia.
"Ah, aku sudah mencarinya, tapi sangat sulit sekali untuk menemukannya." Jawab Herry.
"Kita terbatas informasi Putri. Hanya sekedar sketsa bentuk tubuh dan wajah. Bahkan orang-orang kota selatan tidak mengenalnya." Saut Eva.
"Em, baiklah. Kita sampaikan ini kepada Mahaguru." Kata Alicia.
"Apa Anda sudah menyampaikannya kepada Yang Mulia Raja Putri.?" Tanya Herry.
"Aku sudah membahasnya bersama ayahanda dan bersama dengan para bangsawan lainnya. Namun mereka tidak ingin tau keberadannya, bahkan mereka ingin menyempunyikannya. Satu-satunya cara adalah, menyampaikan informasi ini kepada Mahaguru." Jawab Alicia.
"Apa Anda yakin mereka juga akan menerimanya.?" Tanya Herry.
"Mahaguru selalu terobsesi dengan kekuatan sihir, jika kita memberitahukan tentang adanya kekuatan yang setara dengannya, Mahaguru pasti tertarik mendengarnya." Jawab Alicia.
"Hem, Baiklah kalau begitu." Saut Herry.
Mereka bertiga pun sampai di depan pintu ruangan Mahaguru.
"Kita masuk sekarang." Kata Alicia.
...
__ADS_1