Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 34 - Terjebak


__ADS_3

Alicia dan lainnya menghadap dua Mahaguru di dalam ruangan Mahaguru.


"Apa maksudmu Alicia.?" Tanya Rewin.


"Apa Anda sudah mendengar kejadian di benteng selatan tempo lalu.?" Tanya Alicia.


"Tentu saja aku sudah mendengarnya." Jawab Rewin.


"Apa yang ingin kau ceritakan.?" Tanya Ana.


"Baik Mahaguru. Sebenarnya yang membasmi hewan iblis Rank S disana bukan kami bertiga. Tapi ada orang lain yang menyelamatkan kami, orang itu seumuran dengan kami." Jawab Alicia.


Bruk. Tiba-tiba Rewin berdiri dari kursinya sambil memukul meja.


"Apa maksudmu.?" Tanya Rewin dengan terkejut.


"Mahaguru, apa kalian percaya jika kami yang membasmi hewan iblis Rank S.? Sedangkan kekuatan ku masih berada di Rank A+, apa itu terdengar masuk akal.?" Kata Alicia.


"Jumlah mereka pun tidak hanya satu Mahaguru, jumlah mereka ada ratusan, bahkan mungkin ribuan." Kata Eva.


Ana dan Rewin pun hanya menelan ludah. "Apa informasi ini benar.? Bahkan aku sendiri tidak sanggup membunuh 1 ekor hewan iblis Rank S dalam waktu yang singkat." Kata Rewin dalam hati dengan tercengang.


"Apa kau sudah membicarakan hal ini kepada Raja.?" Tanya Rewin.


"Aku sudah membahasnya dengan Ayahanda dan para bangsawan. Mereka juga sangat terkejut mendengar penyataanku ini. Namun mereka semua menyembunyikan informasi ini, yang aku inginkan hanyalah, mencari orang yang sudah menyelamatkan nyawaku." Jawab Alicia.


"Ini sulit di percaya. Lalu, berapa lama dia membasmi hewan iblis Rank S disana.?" Tanya Ana.


"Dia membunuh semua hewan iblis Rank S hanya beberapa menit saja. Dan dia memberikan beberapa potion kepaku, lalu ia pun pergi dari sana." Jawab Alicia.


"Mustahil ada orang seperti itu. Ini benar-benar sangat mengejutkan." Kata Ana.


"Apa kau tau ciri-ciri orang itu.?" Tanya Rewin.


"Aku hanya memiliki sketsa gambar saja." Jawab Alicia sambil memberikan sketsa foto Rudy.


"Dia masih sangat mudah, bagaimana caranya dia membunuh hewan iblis disana.?" Tanya Rewin.


"Dia hanya berjalan kaki." Jawab Alicia.


"Hee.?" Saut Ana dan Rewin dengan tercengang.


"Ini sangat mustahil." Kata Ana.


"Aku sendiri sangat terkejut Mahaguru, tapi saat itu nyawaku benar-benar terancam dan aku sangat panik, jadi aku tidak sempat bertanya padanya." Kata Alicia.


"Apa dia sempat berbicara denganmu.?" Tanya Rewin.


"Ah, dia tau kalau aku adalah Putri Raja, dan kata-kata terakhirnya adalah. Lupakan semua kejadian ini, dan anggap saja aku tidak bertemu dengannya." Jawab Alicia.


"Em. Di benar-benar menyembunyikan kekuatannya. Tapi bisa di pastikan, orang itu adalah rakyat kerajaan Alden." Kata Rewin.


"Dia juga bilang padaku, kalau dia adalah rakyat jelata." Kata Alicia.


"Dia juga berbohong dengan status sosialnya. Siapa kira-kira orang itu, apa kau tau Ana.?" Tanya Rewin.


"Jika kita melihat para bangsawan dan keturunannya, tidak ada yang memiliki kekuatan sebesar itu. Bahkan kerajaan di seluruh benua sekalipun." Jawab Ana.


"Aku sepakat denganmu, setidaknya dia sudah mencapai kekuatan di tingkat Rank S+." Saut Rewin.


"Ini seperti sang legenda datang kembali." Kata Ana.


"Baiklah Alicia, aku akan mencoba membantumu untuk mencari orang itu. Kita akan sangat di untungkan jika kita bisa bertemu dengannya." Kata Rewin.


"Terimakasih banyak atas bantuannya Mahaguru." Saut Alicia.

__ADS_1


"Em, kalian boleh keluar." Kata Rewin.


Lalu, tiba-tiba Juro mengetok pintu. Tok Tok.


"Ah, siapa lagi yang datang.?" Kata Rewin


"Masuklah." Teriak Ana.


Juri pun masuk bersama Marco ke dalam ruangan Mahaguru.


"Ah, ada Tuan Putri disini." Kata Juro dalam hati.


"Salam Mahaguru, dan Para Pahlawan." Kata Juro sambil menundukkan kepalanya.


Dan Marco hanya terdiam saja disana. "Ternyata Rudy benar, mereka ada di Akademi ini." Kata Marco dalam hati sambil melibat Alicia dan lainnya.


"Ada keperluan apa Inspektur.?" Tanya Rewin.


"Maaf menganggu Rapat Anda. Saya kemari ingin merekomendasikan murid baru. Di test pertama, anak ini mencapai tingkat Rank A." Jawab Juro.


"Ho, apa itu benar.? Sepertinya murid-murid sekarang sangat berbakat." Saut Rewin.


...


"Eh.? Dari keluarga mana dia.?" Kata Alicia dalam hati dengan terkejut.


...


"Dari keluarga mana kau berasal.?" Tanya Rewin.


"Ah, maaf. Saya hanya rakyat jelata yang kebetulan kuat saja." Jawab Marco.


"Rakyat jelata.?" Kata Alicia dalam hati.


"Ho, aku tidak percaya jika kau dari rakyat jelata, kekuatanmu sudah setara dengan para Pahlawan. Tunjukan identitasmu yang sebenarnya." Kata Rewin.


"Apa itu benar.?" Tanya Alicia.


"Kau bisa membuktikannya dengan sihir, aku tidak berbohong." Jawab Marco dengan santai.


...


"Dia tidak memberikan hormat kepadaku, bahkan di depan Mahaguru sekalipun." Kata Alicia dalam hati.


"Apa mungkin dia menyembunyikan identitasnya, sepertinya kita akan mendapatkan petunjuk." Kata Rewin dalam hati.


...


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk menunjukkan identitasmu. Mulai sekarang, kau berada dalam pengawasanku, dan juga menjadi gurumu." Kata Rewin.


"Terimaksih banyak." Saut Marco.


"Siapa namamu.?" Tanya Rewin.


"Perkenalkan, namaku adalah Marco. Salam kenal." Jawab Marco.


"Baiklah Marco, mulai besok kau bisa belajar di dalam kelasku, kau boleh meninggalkan ruangan ini." Kata Rewin


"Tunggu Mahaguru." Kata Lilia sambil mengambil sketsa wajah yang ada di meja Rewin.


"Sepertinya dia paham dengan situasinya." Kata Rewin dalam hati.


"Tunggu Alicia. Kalian semua keluarlah, kecuali Alicia dan kau." Kata Ana sambil menunjuk Marco.


"Kami pamit undur diri Mahaguru." Kata Juro, Eva, dan Herry. Mereka bertiga pun keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


ZUIING. Ana pun mengeluarkan sihir peredam suara.


"Apa yang dia lakukan. Sampai mengeluarkan sihir peredam suara." Kata Marco dalam hati.


"Apa kau merasakan sihir ini Marco.?" Tanya Ana sambil melihat ekspresi wajah Marco.


"Aku hanya merasakannya dengan samar." Jawab Marco.


"Apa kau juga merasakannya Alicia.?" Tanya Ana.


"Aku tidak merasakan apapun." Jawab Alicia.


"Marco, kau terjebak dengan sihirku, yang bisa merasakan sihir ini hanyalah orang-orang dengan kekuatan sihir di tingkat Rank S. Apa kau menyembunyikan kekuatanmu.?" Tanya Ana dengan serius.


"Tidak mungkin." Kata Alicia.


"Sialan, aku terjebak disini." Kata Marco dalam hati.


"Kau tidak bisa berbohong dengan ekspresi wajah seperti itu." Kata Ana sambil menghampiri Marco.


"Apa yang harus aku katakan." Kata Marco dalam hati.


"Berikan sketsa itu Alicia." Kata Ana sambil mengambil sketsa dari tangan Alicia.


"Apa kau mengenal orang ini.? Atau kau sendiri orangnya." Kata Ana sambil menunjukkan sketsa wajah kepada Marco.


"Em, siapa dia.?" Tanya Marco.


"Kau berpura-pura tidak tau." Saut Ana.


"Dia adalah orang yang menyelamatkanku saat di benteng selatan." Kata Alicia.


"Heh.?" Saut Marco dengan terkejut. "Jadi gambar itu adalah wajah Rudy.? Jelek sekali gambarannya. Aku harus hati-hati dengan mereka, kalau tidak, Rudy bisa membunuhku." Kata Marco dalam hati.


"Jika di lihat dari ekspresimu, sepertinya kau tau sesuatu dengan gambar ini." Kata Ana.


"Gambarnya terlaku jelek, aku tidak bisa mengenalinya." Saut Marco.


"HEEE.?" Teriak Alicia yang terkejut.


"Ah, baiklah, aku tidak butuh gambar ini. Sekarang jawab pertanyaanku dengan jujur. Apa kau ada di tingkat Rank A.?" Tanya Ana.


"Aku tidak tau, aku hanya memegang batu disana, dan inspektur bilang aku berada di tingkat Rank A." Jawab Marco.


Ana pun mengeluarkan aura yang sangat kuat untuk menekan jiwa Marco. Namun Alicia dan Rewin juga terkena efeknya.


"Arrgh." Suara Alicia yang kesakitan.


"Hentikan itu Ana, kau menyakiti Alicia." Kata Rewin.


"Tunggu sebentar, aku hanya memastikannya saja." Kata Ana sambil melihat wajah Marco.


"Eh.? Apa yang harus aku lakukan. Apa aku berpura-pura kesakitan saja.?" Kata Marco dalam hati.


"Arrgh." Suara Marco.


"Hahaha, kau terlambat mengeluarkan suara itu." Kata Ana sambil menghentikan auranya.


"Hosh, hosh." Suara Alicia yang tetengah-engah.


"Sudah pasti kau orangnya, Aku sudah menemukannya Alicia. Dialah orang yang menyelamatkanmu." Kata Ana.


"Apa kau yakin Ana.?" Tanya Rewin.


"Dia berada di Rank S. Dia berbohong pada kita." Jawab Ana.

__ADS_1


"Orang tua ini, dia sengaja menjebakku, sialan." Saut Marco dalam hati.


...


__ADS_2