
Hari keberangkatan pun akhirnya tiba. Semua prajurit sedang berbaris di kawasan istana. Raja Eden pun memberikan sambutan kepada mereka.
"Hari ini adalah hari keberangkatan kalian semua untuk melakukan ekspedisi khusus di wilayah timur. Kalian semua yang hadir disini adalah prajurit elit pilihan yang dimiliki oleh kerajaan. Maka dari itu, tunjukan sikap kesatria kalian sebagai penompang kerajaan. Semoga kita semua berhasil dalam ekspedisi kali ini." Kata Raja Eden yang memberikan sambutan kepada prajuritnya.
"HOAAAA." Teriakan semangat dari para parajurit disana.
"Ini pertama kalinya Yang Mulia Raja memberikan sambutan cukup panjang." Kata Stevani.
"Mungkin ini adalah misi ekspedisi yang sangat sulit, tapi sangat aneh jika kita berangkat dengan jumlah pasukan yang sangat sedikit." Kata Rocky.
"Kau benar Ken. Mungkin Yang Mulia tidak ingin membuang nyawa secara percuma, cukup kitalah yang terkuat yang harus menjadi harapan rakyat Alden." Kata Stevani.
"Ah, kau benar sekali." Saut Rocky.
...
Di tempat lain, Rudy, Marco, dan Rin berbaris di barisan belakang. Sedangkan Emma dan Lilia berada di barisan depan bersama Alicia.
"Apa kau akan ikut dalam misi ekspedisi ini bocah.?" Tanya prajurit disana kepada Rin.
"Ah, betul Tuan." Saut Rin.
"Hm, apa kau sudah tau, jika Ferland bukan tempat bermain.?" Kata Prajurit itu
"Aku sudah tau Tuan." Saut Rin.
"Lalu kenapa kau ikut dalam misi ini.? Kau akan menjadi beban bagi kita. Sebaiknya kau kembali pulang dan minta susu pada ibumu." Kata Parajurit itu.
"Hm, kau bahkan jauh lebih lemah dari seorang bocah pak." Kata Marco
"Apa yang kau katakan.?" Saut prajurit itu.
"Kau tidak akan bisa mengalahkan dia. Apa itu sudah cukup jelas.?" Kata Marco.
"Chik, sombong sekali kau." Kata prajurit itu.
"Sudahlah, kita akan berangkat sekarang. Lebih baik kita mengantri disana." Kata Rudy.
"Hm, baiklah." Kata Marco.
"Jangan merepotkan kami jika terjadi sesuatu disana." Kata Prajurit itu.
"Hem." Saut Marco sambil berjalan menjauh dari sana.
...
"Dimana Rudy dan lainnya Emma.?" Tanya Alicia.
"Seperti biasa, Rudy pasti terlambat datang kesini, Marco dan Rin hanya mengikutinya saja." Jawab Emma.
"Mereka pasti ada di barisan belakang." Kata Lilia.
"Baiklah kalau begitu, kita masuk kedalam kapal sekarang." Kata Alicia.
...
Raja Eden, Emma dan lainnya pun masuk kedalam kapal terlebih dahulu, lalu disusul dengan para Panglima dan kesatria. Selanjutnya para prajurit disana.
Sedangkan Rudy dan lainnya adalah penumpang terakhir yang masuk kedalam kapal.
"Tidak kusangka kita akan masuk paling terakhir." Kata Rudy.
"Itu karena kau suka tidur saat pagi." Kata Marco.
"Tapi untungnya kita tidak di persulit untuk masuk kedalam kapal." Kata Rudy.
"Lalu, kemana kita akan pergi.?" Tanya Marco.
"Sudah pasti kita akan bergabung dengan Emma dan lainnya." Jawab Rudy.
__ADS_1
"Em, baiklah sebelah sini." Kata Marco.
"Apa kau tau jalannya Marco.?" Tanya Rudy.
"Struktur kapal ini tidak jauh beda dengan kapal lainnya, aku masih mengingatnya sedikit saat kita masih dalam perjalanan menuju ibu kota." Jawab Marco.
"Baiklah aku serahkan padamu." Kata Rudy.
...
Beberapa menit kemudian. Rudy dan lainnya sampai di area VVIP.
"Mungkin mereka ada di sini." Kata Rudy sambil berjalan ke area VVIP.
"Tapi pintunya di jaga dengan ketat." Kata Marco yang melihat para penjaga disana.
"Prajurit, mau kemana kalian.? ini adalah ruangan VVIP, jika tidak ada hal penting, kalian di larang masuk kedalam sini." Kata penjaga itu.
"Maaf Tuan, ruangan kami memang berada didalam sana, bolehkah kami masuk.?" Kata Rudy.
"Tunjukan identitas kalian." Kata Prajurit itu.
"Ah gawat, kartu identitasnya di bawa Emma. Bagaimana ini.?" Kata Rudy dengan panik.
"Tanpa identitas, kalian di larang masuk." Kata Penjaga itu.
"Sebaiknya kita pindah saja Rudy, aku tidak mau berdebat dan memohon untuk masuk kesana." Kata Marco.
"Baiklah." Saut Rudy.
Lalu, mereka pun berpapasan dengan Rocky dan Stevani disana.
"Eh, bukankah kalian pelayan Tuan Putri dari kerajaan lain.?" Tanya Stevani.
"Ternyata kalian masih bisa berdiri, aku kira kalian masih pinsan karena tenakan Aura kemarin." Kata Rocky.
"Hm, siapa mereka.?" Tanya Rudy kepada Marco.
"Huh, jadi kalian tidak mengenal kami.?" Tanya Stevani.
"Maaf Nona, kami tidak mengenal kalian." Jawab Rudy.
"Kami adalah Panglima perang kerajaan Alden." Saut Stevani.
"Ho, Panglima perang kah. Baiklah, kami undur diri dulu." Kata Rudy yang tidak perduli dengan mereka berdua.
"He.? Dia sombong sekali, bahkan mereka tidak memberikan hormat pada kita." Kata Rocky.
"Maaf Panglima, Prajurit itu memang tidak ada sopan santun." Kata penjaga disana.
"Lalu, kenapa mereka kesini.? Apa mereka mencari Tuannya.?" Tanya Stevani.
"Sepertinya mereka tersesat." Jawab penjaga itu.
"Hm, tunjukan tempat untuk para pelayan kepada mereka, Aku akan masuk dulu." Kata Stevani sambil berjalan kedalam area VVIP.
"Laksanakan perintah Panglima." Kata Penjaga itu.
Lalu. "Oe kalian." Teriak Penjaga itu memanggil Rudy.
"Em.? Apa kau memanggilku.?" Tanya Rudy.
"Benar, tempat pelayan bukan kesana, tapi kesitu. Jangan sampai salah jalan lagi." Jawab Penjaga.
"Ho, jadi kesitu. Baiklah, terimakasih banyak Tuan." Kata Rudy.
"Kenapa kita ke tempat pelayan.? Siapa yang kita layani.?" Tanya Marco dengan binggung.
"Aku sendiri tidak tau, lebih baik kita kesana dari pada hanya berjalan terus tanpa tujuan." Jawab Rudy.
__ADS_1
"Benar sekali." Saut Marco.
...
Di tempat Emma dan lainnya.
"Kenapa Rudy belum datang sampai sekarang.?" Kata Emma dengan khawatir.
"Mungkin mereka tersesat." Saut Lilia.
"Apa perlu aku mencarinya.?" Tanya Alicia.
"Tidak perlu Alicia, aku akan mengirimkan pesan suara kepadanya." Jawab Emma.
"Em, baiklah." Saut Alicia.
...
Di tempat pelayan. Rudy dan lainnya sudah sampai disana.
"Hm, tempat ini kecil sekali, seperti kelas ekonomi di dalam kereta api." Kata Rudy.
"Ini sudah cukup untuk kita. Bahkan disini ada 4 kasur. Tapi kamar mandinya hanya 1." Kata Marco.
"Sudahlah, kita terima apa adanya." Saut Rudy.
Lalu. [Rudy. Kau ada dimana.? Apa kau sudah di dalam kapal.?]
"Emma kah.? Dia mengirimkan surat suara." Kata Rudy.
"Dia pasti khawatir padamu Rudy." Kata Marco.
"Aku balas pesannya dulu." Saut Rudy.
...
[Aku sudah di dalam Kapal bersama Marco dan Rin. Kami sekarang sudah mendapatkan kamar Emma, kau tidak perlu khawatir.]
"Eh, kamar.? Dimana kamarnya.?" Tanya Emma dengan terkejut.
"Apa mereka sudah di dalam kapal Emma.?" Tanya Lilia.
"Ah, dia sudah di dalam kapal, tapi dia bilang sudah dapat kamar. Dimana kamarnya.?" Saut Emma.
"Sebaiknya kau tanya saja." Kata Lilia.
...
[Dimana kamarmu.? Aku akan kesana.]
"Huh, padahal disini sudah cukup untuk tidur, kenapa ribet sekali." Kata Rudy.
"Apa kita akan di jemput.?" Tanya Marco.
"Sepertinya begitu." Saut Rudy.
...
[Kami berada di kamar pelayan nomer 407. Kamar ini sudah cukup untuk kami Emma. Jika kau ingin bertemu dengan kami, datanglah ke tempat makan yang ada di bawah. Kami akan makan disana]
"Hm, dia memang amatiran sekali." Kata Emma.
"Apa yang dia katakan.?" Tanya Lilia.
"Kita makan di bawah sana Lilia, Rudy dan lainnya akan makan disana." Jawab Emma.
"Kenapa dia tidak masuk keruangan ini.?" Tanya Alicia.
"Karena kartu identitasnya aku bawa, jadi dia tidak bisa masuk kedalam sini." Jawab Emma dengan santai.
__ADS_1
"Huh, begitu ya." Saut Alicia sambil menghela nafas.
...