Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 94 - Sketsa Pembangunan.


__ADS_3

"Apa maksudmu dengan markas.?" tanya Solan.


"Ah, itu. Aku sebenarnya akan membangun markas untuk perserikatan kami. Tentu saja, tempat itu akan menjadi pusat militer dan perdagangan, dan menjadi pusat pertemuan antar kerajaan." jawab Rudy.


Solan dan Argus pun hanya menelan ludah dengan sangat tercengang.


"Apa kau ingin mengusir kami dari sini.?" tanya Solan.


"Ah tidak Tuan. Aku tidak mengusir Anda." jawab Rudy.


"Lalu, apa maksudmu dengan pembangunan pusat militer itu.? Apa kau menganggap kalian sebagai militer sendiri.?" tanya Solan.


"Aku memang akan membangun militer disana Tuan." jawab Rudy.


"Kau benar-benar akan mengusir kami. Siapa kau sebenarnya ?" tanya Solan.


"Kami hanya seorang pengembara Tuan, dan seorang pimpinan dari perserikatan Royal Unity." jawab Rudy.


"Royal Unity.? Apa itu nama kelompokmu.?" tanya Solan.


"Benar Tuan. Jadi, apa Anda mau membantu kami untuk membangun tempat itu.?" saut Rudy.


"Apa imbalannya.?" tanya Solan.


"Anda tadi bilang, kalian sedang di kejar-kejar oleh prajurit kerajaan Neverland. Dan berhasil masuk ke teritori kerajaan Alden tanpa ijin." jawab Rudy.


"Benar, lalu apa.?" tanya Solan.


"Aku bisa melindungi kalian dari prajurit itu, dan aku bisa memberikan kalian wilayah desa ini pada Anda. Tentu saja desa ini akan tercatat dalam wilayah Alden. Kalian tidak perlu lagi berpindah-pindah dan takut pada pihak manapun." jawab Rudy.


"He.?" saut Solan dan Argus dengan terkejut.


"Bagaimana Tuan. Apa tawaran saya masih kurang.?" tanya Rudy.


"Siapa kau sebenarnya.? Kau dengan mudahnya bilang seperti itu pada kami, apalagi memberikan wilayah desa ini." saut Solan.


"Anda tidak perlu khawatir Tuan, dan aku berjanji pada Anda untuk memberikannya. Kalian akan hidup dengan tenang disini." kata Rudy.


"Aku tidak tau, yang kau bicarakan adalah benar atau salah. Tapi aku ingin imbalan makanan, bisakah kau memberikan makanan setiap hari pada kami.?" tanya Solan.


"Ah, makanan ya.? Baiklah, aku akan memberikan makanan dan pakaian kepada Anda. Bagimana, apa Anda sudah sepakat.?" saut Rudy.


"Baiklah, berikan makanan itu sekarang sebagai bukti." kata Solan.


SUING. Sebuah box kayu yang cukup besar keluar dari tempat penyimpanan Rudy. Box itu berisi bahan makanan.


"Apa itu.?" saut Solan dengan terkejut melihat box yang keluar dari udara.


DUK. "Ini yang terakhir Tuan. Aku akan memberikan 10 box kepada Anda, isinya adalah bahan makanan segar. Satu boxnya, bisa Anda gunakan untuk memberikan makanan kepada 50 orang selama 1 bulan. Bagaimana, apa Anda sudah percaya padaku.?" saut Rudy.

__ADS_1


"Ini, tidak mungkin. Bagaimana caranya kau mengeluarkan box itu.?" tanya Solan dengan terkejut.


"Tentu saja dari tempat penyimpananku Tuan." jawab Rudy.


"Ah, aku tidak tau apa yang sudah kau lakukan, mungkin benda itu adalah item langkah atau sejenisnya. Tapi aku menerima tawaranmu." kata Solan.


"Baik, terimakasih Tuan. Jadi kapan Anda akan membangunnya.?" tanya Rudy.


"Kita harus merancang sketsa pembangunan dulu. Seperti apa bangunan yang kau inginkan.?" tanya Solan sambil mengeluarkan kertas.


"Ah, jadi yang ku inginkan seperti ini Tuan." saut Rudy. Mereka pun membuat rancangan pembangunan disana.


...


Beberapa jam kemudian. Emma sampai di tempat desa itu.


"Ternyata disini ada sebuah desa. Apa Rudy ada di dalam.?" kata Emma sambil masuk kedalam desa.


"Siapa kau ?" teriak anak perempuan berumur 5 tahun.


"Eh.?" saut Emma dengan terkejut.


"Waah, cantik sekali kakak itu."."Siapa dia.? Apa dia seorang Putri kerajaan.?"." Apa dia tersesat.?". Kata Semua orang desa yang melihat Emma disana.


Lalu, Rudy pun keluar dari rumah Solan. "Emma. Disini." teriak Rudy.


"Ah, Rudy." saut Emma. "Kemarilah." kata Rudy.


"Apa benar dia temanmu.?" tanya Solan dengan terkejut.


"Terlalu cantik sebagai pengembara." saut Argus.


"Ah, perkenalkan, namaku adalah Emma Lawren. Dan aku adalah tunangan dari Rudy Hosten. Aku kesini karena ada perintah darinya." Kata Emma.


"HEEEE.??" Teriak Rudy dan Argus dengan terkejut.


"Tidak kusangka, dia adalah tunanganmu Rudy." kata Argus.


"Ah, hahaha." saut Rudy dengan malu.


"Hm, aku kira dia seorang Putri Raja. Baiklah, silahkan duduk Nona." kata Solan.


"Baik, terimakasih." kata Emma sambil duduk di sebelah Rudy.


"Perkenalkan, namaku adalah Solan, aku adalah kepala desa disini, dan aku juga seorang arsitektur. Aku dan Rudy sudah menyelesaikan rancangan pembangunan." kata Solan.


"Ah, salam kenal Tuan." saut Emma.


"Lalu, berapa lama pengerjaannya.?" tanya Rudy.

__ADS_1


"Jika seperti ini, akan membutuhkan waktu 3 tahun lebih. Tentu saja, biaya yang kalian keluarkan juga banyak. Kami tidak bisa membantu dalam masalah material, kau carilah sendiri, kami hanya membangunnya saja." jawab Solan.


"Hm, baiklah Tuan. Lalu, berapa lama jika istana dan lapangan latihan di bangun.? Untuk yang lainnya mungkin bisa menyusul." tanya Rudy


"Itu masih membutuhkan waktu 2 tahun, yang paling lama adalah istanannya. Tenaga kerja disini hanya sedikit, mungkin hanya 6-7 orang yang akan bekerja." jawab Solan.


"Lalu, bagaimana jika ada 100 orang yang bekerja.?" tanya Rudy.


"Sudah pasti akan lebih cepat. Jika di kerjakan oleh 100 orang, mungkin hanya membutuhkan waktu 10 bulan saja." jawab Solan.


"Baiklah, mungkin aku harus mencari 200 orang untuk bekerja." kata Rudy.


"Estimasi pengerjaannya mungkin sekitar 4-5 bulan, tentu saja itu hanya untuk pembangunan Istana dan pusat pelatihan." kata Solan.


"Hm, itu masih terlalu lama. Baiklah, aku akan mencari 500 orang untuk bekerja. Lalu, estimasinya berapa lama.?" tanya Rudy.


"Jika seperti itu, mungkin 2 bulan sudah jadi. Tapi dengan syarat, fasilitas pembangunannya sudah jadi sebelumnya, seperti tiang penyangga, dinding bermotif, dan atapnya. Jika kita membuatnya sendiri, mungkin masih butuh waktu sekitar 7 bulan." kata Solan.


"Tidak masalah, aku akan memesan fasilitas itu. Lalu aku akan membayar tenaga kalian, sudah pasti kalian akan membutuhkan uang setelah ini. Karena nanti ada pusat perdagangan disini." kata Rudy.


"Baiklah. Kapan kita akan bekerja.?" tanya Solan.


"Aku harus menyiapkannya dulu Tuan, pengumpulan material juga membutuhkan waktu yang lama. Dan aku ingin dinding istana di lapisi koin emas." jawab Rudy.


"Kau akan mengeluarkan dana yang besar nak." kata Solan.


"Tidak masalah Tuan. Kami akan undur diri dulu." kata Rudy.


"Ah, baiklah. Lalu, bagaimana dengan box itu.?" tanya Solan.


"Kalian gunakan saja semuanya, itu adalah harga dari pembuatan sketsa ini kan.?" saut Rudy.


"Eh.?" Saut Solan dengan terkejut.


"Aku akan segera menghubungi kalian jika semua material dan tenaga kerja sudah siap semua." kata Rudy.


"Ah, baiklah. Aku tunggu kabarnya." kata Solan.


Rudy dan Emma pun pergi ke belakang bukti dan menyiapkan sebuah portal.


"Jadi disini tempatnya Rudy ?" tanya Emma sambil melihat-lihat.


"Benar, ini tempatnya. Bagaimana.? Cocok bukan.?" saut Rudy sambil melihat area di depannya.


"Ah, ini sangat luas. Lalu, dimana aku membuat portalnya.?" tanya Emma.


"Kita pergi ke istana kerajaan dulu. Setelah itu, kita akan menentukan tempat pengirimannya." jawab Rudy


"Ah, baiklah." kata Emma.

__ADS_1


Ia pun membuat sebuah portal menuju istana kerajaan.


__ADS_2