
"Salam kenal Rudy, kalau boleh tau, kau beradal dari keluarga mana.?" Tanya Herry.
"Ah, Aku hanya rakyat jelata Tuan, tidak ada yang istimewa dari identitasku. Aku hanya kebetulan bertemu dengan Tuan Marco dan di ajak ke Akademi ini." Jawab Rudy.
"Apa yang dia katakan." Kata Marco dalam hati.
"Em. Baiklah. Aku harap kau bisa menjaga sikapmu pada Marco." Kata Herry.
"Sudah pasti Tuan." Saut Rudy.
"Kelas berapa kau sekarang.?" Tanya Eva.
"Kebetulan, aku di tempatkan di kelas 7 tingkat Tinggi." Jawab Rudy.
"Ho, baiklah, belajar lah dengan tekun, mungkin suatu saat kau bisa bergabung dengan pasukan Kesatria kerajaan suatu hari nanti." Kata Eva.
"Aku akan berusaha semaksimal mungkin." Kata Rudy dengan sopan.
Alicia yang ada di sana hanya mengepalkan kedua tangannya. Dia sangat penasaran dengan sosok Rudy.
"Baiklah, kita berangkat ke alun-alun." Kata Marco.
"Mari kita kesana." Saut Herry.
"Silahkan Tuan." Kata Rudy sambil mempersilahkan mereka berempat termasuk Marco untuk berjalan lebih dulu.
"Rudy, apa kau tidak apa-apa.?" Tanya Marco.
"Silahkan Tuan." Saut Rudy dengan tersenyum palsu.
"Eh.? Sepertinya dia kesal." Kata Marco dalam hati.
"Mereka berdua sangat keterlaluan, tapi mau bagaimana lagi, ini permintaannya sendiri." Kata Alicia salam hati sambil berjalan.
Mereka semua pun sampai di alun-alun utama. Rudy melihat jumlah murid sudah berkurang dari calon murid sebelum nelakukan ujian.
"Aku undur diri Yang Mulia. Saya berada di barisan sana." Kata Rudy.
"Ah, baiklah." Saut Herry.
"Kita ke atas panggung sana Marco." Kata Alicia.
"Apa murid Expert Clas hanya kita berempat.?" Tanya Marco.
"Tidak, jumlah murid Expert Class berjumlah 23 sekarang. Hanya bertambah 1 tahun ini." Jawab Alicia.
"Sedikit sekali." Saut Marco.
"Tidak semudah yang kau pikirkan Marco. Murid Expert Class adalah yang paling unggul dari semua murid yang ada disini." Kata Eva.
"Lalu, apa aku akan sekelas dengan kalian.?" Tanya Marco.
"Sudah pasti Marco." Jawab Eva.
"Yang benar saja. Aku bahkan tidak tau pelajaran kalian sampai mana." Saut Marco
__ADS_1
"Kita tidak belajar teori di dalam kelas. Yang kita lakukan adalah pembahasan strategi, dan setelah itu kita akan di bawa langsung untuk bertarung dengan hewan iblis." Kata Alicia.
"Hanya itu.? Aku kira akan ada pelajaran umum." Saut Marco yang terkejut.
"Itu tidak penting di Expert Class. Nanti kau akan tau sendiri." Jawab Alicia.
"Hem, baiklah." Kata Marco.
...
Di alun-alun utama, semua murid berbaris dengan rapi disana.
"Dimana Emma dan Lilia.?" Kata Rudy yang berbaris paling belakang.
"Mungkin mereka ada di depan. Hem." Kata Rudy.
Lalu. Direktur Akademi pun naik ke podium dan memberikan sambutan kepada murid baru disana.
"Selamat pagi anak-anak. Aku tidak akan berlama-lama disini. Selamat atas pencapaiannya, kalian sudah di terima sebagai murid Akademi Rousen. Aku harap, kalian mau belajar dengan giat dan bisa membuat perubahan di dunia ini." Kata Rewin yang memberikan sambutan.
"Apanya yang membuat perubahan." Kata Rudy dalam hati.
"Akademi ini sudah di bangun sekitar 1000 tahun yang lalu, tempat belajar para leluhur dan di teruskan turun menurun sampai saat ini. Banyak sekali buku-buku yang di turunkan oleh para leluhur, jadi kalian bisa membaca buku-buku itu dengan bebas disini." Kata Rewin.
"Akademi ini di bangun untuk mencetak seorang hunter yang bisa berburu hewan iblis di luar sana. Kalian juga bisa menjadi seorang prajurit dan mengabdi kepada kerajaan." Kata Rewin.
"Contoh kecil saja, Kita juga membimbing para Pahlawan kerajaan dan Panglima kerajaan. Mereka semua adalah murid Akademi. Mereka semua memulai karirnya dari sini." Kata Rewin.
"Apanya yang tidak berlama-lama, ini sudah cukup lama." Kata Rudy dalam hati dengan kesal.
"Akhir kata. Berjuanglah. Kalian akan di resmikan sebagai murid Akademi sekarang." Kata Rewin.
Lalu. Gong gong. Suara Gong, tanda peresmian murid baru.
"HOAAAA." Teriakan semua murid disana dengan senang.
"Huh, akhirnya selesai juga." Kata Rudy sambil menghela nafas.
...
"Aku lihat-lihat, disini hanya ada 8 orang. Kemana sisanya.?" Tanya Marco.
"Sudah jelas mereka sedang berburu di luar." Jawab Eva.
"Apa upacara ini tidak penting bagi mereka.? Kenapa mereka tidak kembali kesini dulu.?" Tanya Marco.
"Tidak Marco. Mereka semua sudah berangkat sekitar 2 tahun yang lalu. Ada juga yang baru berangkat sekitar 5 bulan yang lalu." Jawab Eva.
"Kemana mereka pergi.? Lama sekali, apa mereka memasuki dungeon.?" Tanya Marco.
"Itu benar Marco. Pada awalnya kita akan berburu di hutan, jika kita menemukan sebuah dungeon, maka misi akan di turunkan dari Mahaguru." Jawab Eva.
"Tentu saja itu harus di laporkan dulu kepada Mahaguru." Saut Herry.
"Jika kita menemukan sebuah dungeon, kita harus membahas strategi bersama Mahaguru di sini. Setelah itu, kita harus mempersiapkan persediaan dan perlengkapan untuk memasuki dungeon." Kata Alicia.
__ADS_1
"Hm, ribet sekali." Saut Marco.
"Itulah yang kita lakukan. Apa kau pernah memasuki dungeon.?" Tanya Alicia.
"Ah, aku pernah di dalam dungeon selama 6 tahun." Jawab Marco.
"HEEE.?" Teriak Alicia dan lainnya.
"Ssst. Jangan berisik." Kata Ana disana.
Alicia, Eva, dan Herry pun sangat terkejut sambil menelan ludah.
"Ada apa dengan kalian.? Apa ada yang salah.?" Tanya Marco.
"Maaf Marco, itu sangat mengejutkanku." Kata Alicia.
"Sebenarnya kami juga sudah tau tingkat kekuatanmu Marco. Tapi tidak kusangka, kau sudah punya pengalaman di dalam dungeon." Kata Eva.
"Eh.? Apa kau memberitahukan informasi itu Alicia.?" Kata Marco dengan kesal.
"Aah, maafkan aku Marco. Mereka berdua sangat penasaran." Saut Alicia dengan panik.
"Huh, jangan sebarkan informasi itu lebih jauh lagi. Aku tidak mau kerepotan." Kata Marco.
"Baik Marco. Maafkan aku. Tapi aku tidak bisa menyembunyikan informasi itu kepada seorang Raja." Kata Alicia.
"Jadi, Raja pun sudah tau.?" Tanya Marco dengan terkejut
"Maafkan aku Marco." Kata Alicia dengan panik.
"Huh, sudahlah." Kata Marco yang lemas.
"Untung saja Rudy tidak mempermasalahkannya." Kata Marco dalam hati.
"Apa kau marah Marco ?" Tanya Herry.
"Aku sudah menjaga rahasia ini bertahun-tahun, Aku tau, meningkatkan kekuatan tidak semudah itu. Aku mati-matian berjuang disana. Dan setelah kembali dari dungeon, aku menilai bahwa status sosial tidaklah penting." Jawab Marco.
Mereka bertiga yang mendengarkannya pun hanya menelan ludah.
"Memang kita harus bersosialisasi dengan manusia lain. Tapi jika kalian sudah merasakan hidup di dalam dungeon begitu lama, perasaan untuk memiliki status sosial akan hilang begitu saja." Kata Marco.
"Apa itu alasanmu tidak mau di angkat menjadi bangsawan.?" Tanya Alicia.
"Status sosial tidaklah penting bagiku. Aku sudah berkali-kali mengatakannya. Aku hanya ingin hidup bebas sesuai yang aku inginkan. Dan merasakan hidup yang damai di luar dungeon." Jawab Marco yang mengulangi perkataan Rudy.
"Kau benar-benar laki-laki idaman Marco." Kata Eva.
"Baru pertama kalinya aku melihat laki-laki sepertimu. Kau sangat bijak sekali." Kata Alicia dengan tersenyum.
"Aku harus belajar banyak denganmu." Saut Herry.
"Eh.?" Saut Marco yang terkejut.
"Padahal itu kata-kata Rudy yang aku ulang. Seharusnya mereka belajar saja pada Rudy dan Emma." Kata Marci dalam hati.
__ADS_1
...