
Terlihat Marco mengeluarkan daggernya dari tempat penyimpanan. Dagger Rank M+ , dagger tingkat tinggi yang hanya bisa di miliki oleh 1 orang saja yaitu Marco.
WOSH. Suara cahaya yang keluar dari dagger itu. Bahkan tanah sampai bergetar karena efeknya.
Alicia dan lainnya pun sangat terkejut melihat item yang di pegang oleh Marco itu.
"Itu, tidak mungkin, bahkan ini pertama kalinya aku melihat item seperti itu." Kata Herry dalam hati dengan tetcengang.
"Aku bahkan tidak tau ada Item seperti itu, bahkan koleksi seorang Raja sekalipun tidak ada yang seperti itu." Kata Alicia sambil menelan ludah.
Eva yang melihatnya hanya terdiam dengan sangat terkejut.
"Apa kau akan melawanku dengan itu.?" Tanya Rudy.
"Tentu saja untuk membasmi hama disini." Kata Marco sambil melirik Rudy dengan tatapan yang tajam.
"Mundurlah, dia sangat berbahaya." Teriak Herry.
"Bahkan auranya saja membuatku kesakitan." Kata Alicia.
"Aku tidak bisa menahan aura senjata itu, sangat kuat sekali." Kata Eva dengan bertekuk lutut.
"Ini sangat menakutkan." Kata Rin dengan tercengang.
...
"Jangan halangi aku Rudy." Kata Marco.
"Kau terbawa suasana Marco." Saut Rudy.
"Apa yang kau lakukan, cepat mundurlah." Teriak Herry kepada Rudy.
Rudy pun berjalan kearah Marco secara perlahan.
"Apa dia sudah gila.?" Kata Eva yang melihat Rudy.
"Hentikan itu sekarang, kau benar-benar sangat bodoh." Kata Rudy.
"Jangan halangi aku Rudy." Kata Marco sambil mengecoh Rudy. Lalu. DEEP. Marco pun menghilang dari sana.
"Sialan." Saut Rudy, lalu. DEEP. Rudy pun mengejar Marco.
BREDOM. Suara hantaman tangan Rudy dengan dagger milik Marco di atas udara. Bahkan efek benturannya menimbulkan gelombang cahaya yang begitu besar.
"Apa itu.?" Kata Murid yang melihat ke atas udara.
Hampir semua murid di luar Akademi melihat benturan dari atas udara.
"Emma, ini gawat." Kata Lilia.
"Kita pergi kesana." Kata Emma sambil berlari ke arah Rudy dan Marco dengan panik.
...
"Tidak kusangka, dia menahan item itu dengan tangan kosong." Kata Alicia dengan tercengang.
Lalu. WOOSH. Suara tubuh Marco yang di lempar kebawah tanah oleh Rudy. DROMR Marco pun menghantam tanah dengan sangat keras
"Arrgh." Suara Marco kesakitan. Rudy pun melesat kearah Marco.
Lalu. BROM, DOM, DOM. Rudy pun memukul wajah Marco berkali-kali sampai kepalanya mengeluarkan darah. "Argh, uuh." Suara Marco.
"Tidak habis pikir, dia menghajar Rank S dengan sangat mudah, siapa dia sebenarnya.?" Kata Herry dengan sangat terkejut sampai tubuhnya gemetar.
DOM, DOM. "Apa kau sudah sadar.?" Tanya Rudy sambil memukul wajah Marco.
"Arrh, Hen, Uh, Hentikan. Arrgh, Rudy, Hentikan." Jawab Marco. SEEP. Tangan Rudy pun berhenti seketika.
"Kau tidak akan berhenti sebelum kau pinsan." Kata Rudy. Lalu. DOM, DOM. Rudy pun menghajar Marco lagi.
"Hiks, Kak Rudy.?" Kata Rin yang ketakutan.
"Apa yang kau lakukan Rudy.?" Teriak Emma yang tiba-tiba datang.
__ADS_1
"Aku selamat." Kata Marco dalam hati.
SEEP. Tangan Rudy pun berhenti seketika. "Emma.?" Kata Rudy dengan panik.
"Hiks, kak Emma. Aku takut." Kata Rin yang berlari ke arah Emma. Lalu Rin pun memeluk Emma.
"Hem, mereka sedang bertengkar Emma." Kata Lilia.
Eva yang melihat Lilia pun langsung terkejut dan menelan ludah.
"Putri, perempuan itulah yang sudah menyelamatkan kami waktu itu." Kata Eva dengan tercengang.
"He. Benarkah.?" Saut Alicia.
Alicia dan Herry pun menelan ludah. "Siapa mereka sebenarnya.?" Kata Alicia dalam hati.
"Apa kau ingin mengundang murid-murid dan para guru kesini.?" Kata Emma.
"Hosh, hosh." Suara Marco yang sekarat.
"Aku sedang memberikan pelajaran pada Marco." Saut Rudy.
"Huh, berhentilah. Kita pergi dari sini, sebelum semua orang mengetahuinya." Kata Emma.
"Lalu, bagaimana dengan mereka Emma.?" Tanya Lilia yang menunjuk Alicia dan lainnya.
"Bawa saja mereka." Jawab Emma.
Lalu. DEEP DEEP. Mereka pun menghilang begitu saja, namun Rudy masih memegang tubuh Marco.
"Cukup Rudy, aku minta maaf." Kata Marco dengan lemas.
"Huh, syukurlah jika kau sudah sadar." Saut Rudy. Lalu DEEP. Mereka berdua pun menghilang dari sana.
Tidak lama kemudian, murid-murid dan para guru pun berhamburan datang kesana.
"Apa yang sudah terjadi disini.?" Kata Salah satu inspektur yang melihat lubang yang cukup besar di pinggir lapangan.
...
DE****EP. "He.? Ada dimana kita.?" Kata Alicia yang terkejut.
"Kita sedang berada di dalam hutan." Kata Eva yang gemetar.
"Kenapa kita ada disini.?" Tanya Herry dengan terkejut.
...
"Hm. Tempat ini sangat bagus untuk lahitanmu Rin." Kata Lilia yang merasakan ribuan hewan iblis yang sedang berlari kearah mereka.
Emma pun menghampiri Rudy yang masih memegang tubuh Marco.
"Apa yang sedang terjadi Rudy.?" Tanya Emma dengan serius.
"Tanyakan saja padanya." Kata Rudy sambil melepaskan tangannya dari tubuh Marco.
"Aku hanya tidak terima Emma, aku melihat wajah Rudy dan Rin di hajar oleh bangsawan disana." Kata Marco.
"Lalu, apa kau akan menghajar mereka.?" Tanya Emma.
"It, itu benar Emma." Jawab Marco dengan takut.
"Huh, aku paham sekarang, kau tidak bisa meredam emosimu Marco, apa yang terjadi jika kau berhasil menghajar mereka.? Apa kau sudah memikirkan itu.?" Tanya Emma dengan serius.
"A, aku tidak tau." Kata Marco.
"Sudah jelas mereka akan mati." Saut Lilia.
"Kau membuat kita ketahuan Marco, bahkan Tuan Putri dan teman-temannya sampai ikut kesini." Kata Rudy sambil duduk santai.
"Ah, maafkan aku teman-teman." Kata Marco.
Lalu GROAR. Suara raungan hewan iblis Rank A yang berlari kearah mereka.
__ADS_1
"Yang benar saja, apa kita akan diam saja disini.?" Kata Eva yang mulai ketakutan.
"Rin, habisi hewan iblis itu." Kata Rudy.
"Okee." Kata Rin sambil mengeluarkan set perlengkapan. Lalu. "Hoaa." SRAK SRAK SLAH. Rin pun menghajar hewan iblis disana sendirian.
"Apa itu tidak apa-apa, membiarkan anak kecil itu bertarung sendirian.?" Kata Herry dengan terkejut.
"Kita diam saja disini, jangan lakukan apapun." Kata Alicia.
Rudy pun melemparkan potion berwarna ungu kepada Marco.
"Minumlah, kau tidak akan sembuh dengan potion merah." Kata Rudy kepada Marco.
"Terimakasih Rudy." Kata Marco.
"Mereka sangat santai sekali di kondisi seperti ini." Kata Alicia dalam hati.
"Kalian benar-benar membuatku pusing. Huh." Kata Emma sambil duduk disebelah Rudy.
"Apa kau khawatir Emma.?" Tanya Rudy sambil mengusap kepala Emma.
"Sudah tentu." Jawab Emma.
"Kami bahkan meninggalkan makanan kita Rudy." Kata Lilia yang membantu Marco berdiri.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan kepada mereka.?" Tanya Rudy sambil menunjuk Alicia dan lainnya.
"Mereka sudah tau kekuatanmu Rudy, Bahkan Marco yang sudah dianggap menjadi manusia terkuat di seluruh kerajaan, kau hajar habis-habisan seperti itu." Kata Emma.
"Apa kau akan memintannya untuk tidak membongkar identitas kita.? Aku rasa mereka akan tetap membicarakannya dengan orang lain." Kata Rudy.
"Ah, Anda tidak perlu mengkhawatirkan itu Tuan. Kami akan menjaga rahasia Anda." Kata Alicia sambil menundukkan badannya.
"Berhentilah bersikap seperti itu Putri. Perlu kalian ketahui, kami semua disini tidak punya status sosial seperti kalian. Kami semua hanya rakyat jelata. Justru tidak pantas jika kalian menundukkan badan pada kami." Kata Rudy.
"Ta, tapi. Kami tidak berani melakukannya." Saut Alicia.
"Hm, kami tidak akan keluar dari Akademi ini, bersikaplah seperti biasanya. Aku dan teman-temanku akan bersikap seperti murid pada umumnya." Kata Rudy.
"Hm, anggap saja kami semua adalah teman seumuran. Tidak ada status apapun disini, kami akan membantu kerajaan jika di perlukan." Kata Emma.
"Kami semua sudah di wakilkan oleh Marco, yang sekarang sudah menjadi bangsawan. Jadi apapun urusannya, carilah Marco." Kata Lilia.
"Kami berlima adalah anak-anak terlantar, dan kami tidak butuh status sosial atau apapun, kami sudah memiliki segalanya. Kami hanya ingin membaur seperti manusia pada umumnya." Kata Rudy.
"Baiklah kalau begitu. Aku akan membantu sebisa mungkin jika di perlukan." Kata Alicia.
"Hos, hosh." Suara Rin yang sudah kembali.
"Aku sudah menghabisi mereka semua kak Rudy." Kata Rin.
"Kerja bagus Rin. Kau semakin kuat sekarang." Kata Rudy.
"Dia menghabisi ribuan iblis dalam beberapa menit saja. Tidak bisa di percaya." Kata Alicia dalam hati.
"Apa kalian akan kembali ke Akademi.?" Tanya Rudy.
"Aku tidak bisa memutuskannya. Bagimana dengamu.?" Tanya Alicia balik.
"Aku akan disini lebih lama lagi, tempat seperti inilah yang aku tinggali bersama mereka semua." Jawab Rudy.
"Jika kalian ingin kembali, Marco bisa mengantarkan kalian." Kata Emma.
"Em, Aku sudah baikan sekarang." Saut Marco.
"Jangan lakukan hal bodoh seperti itu lagi Marco. Aku sangat kesal kau melakukan balas dendam seperti itu. Apa bedanya kau dengan mereka, menindas yang lemah." Kata Rudy.
"Aku tidak akan mengecewakanmu Rudy. Maafkan sikapku tadi." Kata Marco.
"Sudahlah. jika kalian ingin kembali, kembalilah sekarang. Aku akan disini bersama Rin." Kata Rudy.
...
__ADS_1