
Terlihat, Marco dan Lilia yang sudah pinsan di dalam ruangan boss terakhir. Sedangkan Rudy masih menyerang dengan kekuatan penuhnya.
"Kenapa naga ini tidak terjatuh. Apa serangan Marco dan Lilia tidak bisa melukainya." Kata Rudy sambil menyerang.
Lalu. BROOK. Suara serangan yang mengenai tubuh Rudy.
"ARrg." Suara Rudy yang kesakitan. Bahkan tubuhnya sampai terpental sekali lagi dan menghantam dinding.
"Huh, huh, huh. Sepertiya dia tidak bisa kalahkan." Kata Rudy dengan terengah-engah.
GROAAARRRR. Teriakan naga yang masih berdiri di depan Rudy.
"Huh, huh, apa yang harus aku lakukan.?" Kata Rudy dalam hati dengan terengah-engah.
"Dimana kau Emma.? kenapa kau menghilang di saat kami masuk kedalam dungeon ini." Kata Rudy sambil berdiri lagi.
"Sepertinya aku terlalu banyak berfikir. Aku hanya perlu membunuhnya saja." Kata Rudy sambil berdiri.
GRRR. Suara naga yang melihat Rudy.
"Aku harus mengunakan skill area dan skill sword secara bersamaan." Kata Rudy dalam hati.
"Baiklah. Lord Vermilion." Teriak Rudy. Dan puluhan ribu petir pun keluar menyerang naga di depannya.
BREDOOM DROMRR. Suara ribuan petir yang menghantam tubuh Naga dari serangan Rudy.
"Lalu, Lord Aura." Teriak Rudy sambil menyerang semua kaki sang naga.
SRAK. Suara tebasan pedang Rudy yang memotong salah satu kaki naga.
"Dan ini skill terakhir. FROST DIVEN." Teriak Rudy.
Tiba-tiba keluar tombak es raksasa di atas Rudy.
"Huh, huh, Skill ini menguras energi sangat banyak." Kata Rudy.
GROARRR Suara Naga yang kesakitan.
"Selamat tinggal." Kata Rudy.
WOSSH. Suara tombak es yang menyerang Naga itu. SRAK. Tombak itu pun mengenai kepala naga sampai tembus ke perutnya.
GROOAARGG Suara Naga yang kesakitan, lalu. Bruuok. Suara tubuh Naga yang terjatuh ketanah.
"Huh, huh. Sepertinya dia sudah mati." Kata Rudy dengan terengah-engah, bahkan dia menjatuhkan tubuhnya sendiri ke tanah.
Rudy pun terbaring di tanah sambil melihat keatas. Lalu dengan tidak sengaja, Ia melihat sebuah bola cahaya yang bersinar cukup terang berada di belakang tubuh Naga yang sudah mati.
"Apa itu.?" Kata Rudy yang melihat bola cahaya itu.
"Apa selama ini bola cahaya itu di lindungi oleh seekor Naga.?" Kata Rudy sambil berusaha berdiri.
"Huh, huh, Sebaiknya aku mengambil item dulu di tubuh naga ini." Kata Rudy sambil mengarahkan tangannya ke tubuh naga.
ZIIING. Suara item yang di tarik oleh Rudy.
"Ini, item full set dari seekor Naga. Rank Immortal. Ini item yang sangat luar biasa." Kata Rudy.
Rudy pun menggunakan semua item itu di tubuhnya, bahkan senjata dan artefaknya.
__ADS_1
"Hem, perlengkapan ini sangat menakjubkan. Bahkan aku tidak bisa merasakan aura di tempat ini." Kata Rudy.
"Tapi tampilannya terlalu mecolok." Kata Rudy sambil menyimpan perlengkapannya di dalam inventory.
Ia pun menghampiri Marco dan Lilia yang sudah tekapar di sana.
"Mungkin potion ungu ini bisa menyembuhkan luka mereka." Kata Rudy sambil meminumkan potion ke dalam mulut Marco, dan di lanjut kepada Lilia.
"Uhuk, uhuk." Suara Marco yang sudah tersadar. Bahkan lukanya perlahan mulai sembuh.
"Apa kau sudah sadar Marco.?" Tanya Rudy.
"Ah, Rudy. Bagaimana dengan naganya.?" Saut Marco.
"Dia sudah mati disana." Jawab Rudy.
"Hem, syukurlah kalau begitu." Kata Marco.
"Uhuk." Suara Lilia yang muai tersadar.
"Lilia, apa kau baik-baik saja.?" Tanya Rudy.
"Rudy, aku kehabisan energi. Apa kau masih punya potion biru.?" Jawab Lilia.
"Ini, minumlah." Kata Rudy sambil memberikan potion biru.
"Ah, Terimakasih." Saut Lilia.
"Kalian beristirahatlah. Lalu gunakan artefak ini, sangat kebetulan sekali aku mendapatkan 3 artefak sekaligus disini." Kata Rudy.
"Berikan padaku Rudy." Saut Marco.
"Ini jauh lebih baik Rudy. Biarkan aku beristirahat sebentar disini." Kata Marco sambil membaringkan tubuhnya.
"Ah, baiklah. Aku akan pergi kesana sebentar." Kata Rudy sambil menunjuk bola cahaya disana.
"Apa itu.?" Tanya Lilia.
"Aku sendiri ingin tau. Bahkan portal keluar masih belum muncul." Jawab Rudy sambil berjalan ke arah bola cahaya itu.
Tanpa basa-basi Rudy pun langsung mengambil bola itu, dan tiba-tiba muncul sebuah notif di depanya.
"Hem.? Sebuah pertanyaan, siapa yang memberikan pertanyaan ini, apakah Emma.?" Tanya Rudy.
Ia pun menekan pilihannya yang ada di layar notif itu.
Tiba-tiba, bola cahaya itu bersinar sangat terang dan terbang keatas. Dan tiba-tiba terlihat seorang perempuan keluar dari balik cahaya itu.
"Manusia.? Siapa dia.?" Kata Rudy.
Wanita itu pun turun ketanah dengan perlahan dan terbaring di atas tanah. Rudy pun menghampirinya.
"Eh, seorang Perempuan.?" Kata Rudy yang melihat seorang Wanita yang sangat cantik berusia 17 tahun dengan rambut berwarna perak dengan tubuh yang telanjang.
"Ah, kenapa dia telanjang begitu." Kata Rudy sambil mengeluarkan sepasang baju dan di pakaikan ke tubuh perempuan itu.
"Siapa dia Rudy.?" Tanya Lilia yang mendekat.
"Aku sendiri ingin tau. Tiba-tiba dia muncul dari balik cahaya." Kata Rudy.
__ADS_1
"Hoo, dia terlihat sangat cantik Rudy." Kata Lilia.
"Kita harus membawanya keluar dari sini." Saut Rudy.
"Rudy, lihat disana, apa itu sebuah portal.?" Tanya Marco sambil menunjuk sebuah portal.
"Ah, akhirnya portalnya keluar." Saut Rudy sambil mengendong perempuan itu.
"Siapa dia Rudy.?" Tanya Marco.
"Nanti saja ceritanya, sebaiknya kita keluar dari dungeon ini." Jawab Rudy.
Mereka semua pun pergi keluar dari dalam dungeon selama 6 tahun lamanya. Dan mereka keluar di tempat asal mereka saat masuk kedalam dungeon.
Terlihat hutan yang sangat lebat dengan pohon-pohon yang sudah memenuhi tempat itu, bahkan masih banyak hewan iblis yang masih berkeliaran disana.
"Tempat ini tidak berubah, meskipun sudah 6 tahun lamanya, tetap saja hutan." Kata Rudy.
"Ada hewan iblis yang datang kemari Rudy." Kata Lilia.
"Bisakah kau mengurusnya Lilia.?" Saut Rudy sambil membaringkan tubuh perempuan yang di gendongnya ke bawah tanah.
"Hem, kau selalu seperti itu. Baiklah." Jawab Lilia.
Ia pun mengunakan sihir area untuk membunuh puluhan ribu hewan iblis tanpa merusak alam.
"Kau semakin kuat Lilia." Kata Marco.
"Hewan iblis disini jauh lebih mudah di kalahkan dari pada di dalam dungeon." Saut Lilia.
"Baiklah, kita bangun tempat peristirahatan sementara disini." Kata Rudy.
"Oke. Aku akan mencari kayu bakar." Kata Marco.
"Aku juga akan memeriksa area sekitar." Kata Lilia.
"Jangan terlalu lama berpencar, ini sudah larut malam. Sebaiknya kita bereskan tempat tinggal dulu. " Kata Rudy.
"Baik Rudy, sampai jumpa nanti." Kata Marco.
Marco dan Lilia pun pergi berburu hewan iblis yang ada di teritory kerjaraan. Mereka juga mencari beberapa kayu yang akan di gunakan untuk membangun sebuah gubuk.
Dan Rudy, ia sedang membakar kayu di sana sambil melihat perempuan yang pinsan di belakangnya.
"Siapa perempuan itu.? Apa dia terjebak di dalam dungeon. Sangat aneh sekali." Kata Rudy sambil membuat beberapa makanan.
...
Beberapa jam berlalu, Marco dan Lilia masih belum juga kembali.
"Kemana mereka berdua pergi.? Bahkan sampai sekarang masih belum kembali." Saut Rudy sambil memakan beberapa daging.
"Perempuan itu juga masih belum sadar dari tadi." Kata Rudy sambil melirik wajah perempuan di belakangnya.
...
[Status Bar Rudy. Umur 17 thn. STR 4800, AGI 2180, Magic Power 2300. Level 205, Simbol IMR, Koin emas 510M.]
[Status Bar Marco. Umur 18 thn. STR 2620, AGI 1980, Magic Power 350. Level 158, Simbol M, Koin emas 89M.]
__ADS_1
[Status Bar Lilia. Umur 16 thn. STR 350, AGI 1150, Magic Power 2750. Level 155, Simbol M, Koin emas 112M.]