Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 16 - Pertemuan


__ADS_3

Terlihat Marco yang sedang mengintai area sekitar dari atas bukit.


"Area ini benar-benar sudah menjadi kawasan hewan iblis. Apa semua hewan iblis berkembang biak di area sini.?" Kata Marco.


"Sebaiknya aku kembali dulu." Kata Marco sambil berjalan menjauh dari tempatnya.


...


Ditempat Lilia berada. Dia sedang berjalan kembali ketempat Rudy.


"Apa memang di luar benteng kondisinya seperti ini.?" Kata Lilia sambil berjalan-jalan dan melihat-lihat sekitar.


"Tempat ini seperti dungeon yang tidak ada ujungnya." Kata Lilia.


...


Ditempat Rudy berada.


"Mereka berdua membuatku menunggu lama. Hem." Kata Rudy sambil duduk di tumpukkan mayat hewan iblis yang di bunuhnya.


"Rudyy.?" Teriak Lilia yang tiba-tiba datang.


"Kau sudah kembali Lilia. Kemana saja kau.?" Tanya Rudy.


"Ah, aku sedang mencari kayu untuk membangun sebuah gubuk. Tapi hewan iblis disana datang terus tanpa henti." Jawab Lilia sambil menurunkan balok kayu yang di terbangkannya.


"Apa kau melihat Marco.?" Tanya Rudy sambil turun dari tumpukkan mayat hewan iblis.


"Aku belum melihatnya." Jawab Lilia.


"Apa kau merasa aneh dengan tempat ini Lilia.?" Tanya Rudy.


"Aku tidak tau kondisi yang sebenarnya dari tempat ini. Hanya saja, tempat ini seperti dungeon." Jawab Lilia.


"Kau benar Lilia. Hewan iblis disini jauh lebih banyak di bandingkan 6 tahun yang lalu, bahkan kekuatan mereka di tingkat yang lebih tinggi." Kata Rudy.


"Emm. Menurutmu, apa yang sudah terjadi.?" Tanya Lilia.


"Aku sendiri tidak tau. Mungkin mereka tidak punya tempat untuk di tinggali." Jawab Rudy.


Tiba-tiba Marco pun datang.


"Hai, maaf menunggu lama." Kata Marco yang berjalan ke arah Rudy.


"Lama sekali kau." Kata Rudy.


"Maaf Rudy, hewan iblis disini terus datang menghampiriku. Mau tidak mau, aku harus menjaga diriku sendiri." Saut Marco.


"Lalu, dimana kayu yang kau kumpulkan Marco.?" Tanya Lilia.


"Eh.?" Saut Marco yang lupa dengan tugasnya.


"Huh, sudahlah, kita pakai kayu yang di bawa Lilia. Tapi kau sendiri yang harus membangunya Marco." Kata Rudy.


"Eh.? Kenapa harus aku.?" Tanya Marco.


"Kau sendiri kenapa tidak membawa balok kayu.?" Saut Rudy.


"Hahaha. Itu hukumanmu Marco." Kata Lilia dengan tertawa.


"Hem." Saut Marco dengan cemberut.


...


Beberapa jam berlalu. Gubuk yang di bangun Marco hampir selesai.


"Rudy, mayat hewan iblis yang kau bunuh itu sangat menganggu." Kata Marco.


"Ah, aku lupa membuangnya." Saut Rudy.

__ADS_1


"Hem, kalian para laki-laki selalu merepotkan perempuan." Kata Lilia sambil mengeluarkan sihir angin.


SWOSSH. Mayat hewan iblis di sana pun terbang dan terpental menjauh dari tempatnya.


"Hehe, maaf Lilia." Saut Rudy.


"Tidak perlu minta maaf." Saut Lilia.


"Apa perempuan itu belum sadar Rudy.?" Tanya Marco.


"Dia masih terbaring disana sejak keluar dari dungeon." Jawab Rudy.


"Hem, baiklah, ini bagian terakhir." Kata Marco sambil menaruh balok kayu.


"Gubuk sudah di buat." Kata Marco.


"Lumayan dengan arsitektur kuno, bahkan tidak ada teras di sana." Kata Rudy sambil melihat gubuk berbentuk persegi.


"Apa kau sedang memujiku.?" Tanya Marco.


"Hem, kalian istirahatlah. Aku sudah memasang sihir di sekitar sini, setidaknya tempat ini aman dari serangan hewan iblis beberapa saat." Saut Rudy sambil mengendong perempuan disana masuk kedalam gubuk.


"Marco, bahkan kau tidak membuat kamar disini." Saut Lilia.


"Hehe, aku sudah berusaha semaksimal mungkin Lilia." Kata Marco sambil mengaruk kepalanya.


"Hem, sudahlah. Aku mau tidur dulu, badanku butuh istirahat." Kata Lilia sambil masuk kedalam gubuk.


Didalam Gubuk yang cukup luas, mungkin sekitar 20*20 meter, Marco tidak membuat batas di dalamnya, hanya ruang kosong tanpa benda apapun didalamnya.


"Temani dia di sebelah sini Lilia." Kata Rudy yang membaringkan tubuh perempuan dipojok kiri.


"Ah, baiklah. Aku temani dia disini." Kata Lilia yang langsung tertidur di sebelah perempuan itu.


"Kita di sebalah sana Marco." Saut Rudy.


"Tubuhku butuh istirahat Rudy, jangan bangunkan aku sebelum aku sendiri yang ingin bangun." Saut Marco.


GROK GROK. Suara Marco yang tidur.


"Bahkan dia langsung tertidur." Saut Rudy.


"Dunia ini, sudah berapa lama aku disini.? Bahkan aku sudah melupakan kehidupanku sebelumnya." Kata Rudy dalam hati.


"Tempat ini benar-benar sangat cocok untukku. Hem, tapi kenapa aku merasa kehilangan sesuatu." Kata Rudy dalam hati dengan merenung.


"Apa karena Emma sudah tidak ada lagi di dalam tubuhku.?" Kata Rudy dalam hati.


"Mungkin besok aku harus mencari tau." Kata Rudy sambil terbaring.


Dan tidak berlangsung lama, dia pun tertidur dengan perasaan yang gelisah.


Disisi lain. Perempuan yang di bawa Rudy dari dalam dungeon, mulai membuka matanya.


"Dimana ini.?" Kata perempuan itu.


...


Pagi pun datang. Cahaya luar mulai masuk kedalam gubuk dan menyinari wajah Lilia.


"Hoaam." Suara Lilia yang terbangun.


"Hem, nyaman sekali tidur di tempat ini dari pada di dalam dungeon." Kata Lilia yang melihat Marco dan Rudy saling tendang saat tidur.


"Mereka berdua tidak berubah kalau sedang tidur." Kata Lilia dalam hati.


Lalu, ia pun melihat kesamping.


"HEEEE.?" Teriak Lilia yang terkejut.

__ADS_1


"HAAA." Teriak Marco yang tiba-tiba bangun.


"Sudah aku katakan sebelumnya Rudy, jangan bangunkan aku." Teriak Marco.


"Kau berisik sekali." Saut Rudy yang terbangun.


"Rudy.?" Kata Lilia sambil melihat ke sampingnya.


"Ada apa Lilia.?" Saut Rudy sambil melihat kesamping Lilia.


"HEEEEE.?" Teriak Rudy yang terkejut.


"Perempuan semalam hilang Rudy. Kemana dia.?" Kata Lilia dengan terkejut.


"Apa dia kabur.?" Kata Rudy.


"Aku tidak tau. Sepertinya begitu." saut Lilia.


"Rudy.?" Kata Marco dengan terkejut melihat keluar gubuk.


"Apa Marco, aku sedang pusing." Saut Rudy.


"Perempuan itu tidak hilang, lihatlah di luar sana." Kata Marco.


"Eh.?" Saut Rudy dan Lilia yang melihat keluar gubuk.


"Dia bahkan tidak takut di luar sendirian." Kata Lilia.


"Dia seperti bukan manusia. Terlalu cantik." Kata Rudy yang melihat perempuan di luar gubuk sambil memasak sesuatu.


"Ah, aku setuju denganmu Rudy." Saut Marco sambil menelan ludah.


"Hei kalian. Berhentilah melihatnya seperti itu, apa kalian tidak ingin keluar.?" Kata Lilia sambil keluar dari gubuk.


Perempuan itu pun melihat Lilia yang keluar dari gubuk.


"Ah, hallo. Apa aku membangunkan kalian, aku mendengar kalian berteriak di dalam sana.?" Tanya Perempuan itu kepada Lilia.


"Ah, hehe. Tidak, hanya saja kami terkejut kau menghilang begitu saja." Jawab Lilia.


"Aku sudah terbangun dari semalam, aku melihat kalian sangat lelah, jadi aku keluar mencari daging untuk di masak." Saut Perempuan itu.


"Ini harum sekali, berbeda dengan masakannya Rudy." Saut Lilia.


"Hehe, terimakasih." Saut Perempuan itu.


"Ekhm. Selamat pagi semua." Kata Rudy yang berjalan menghampiri Lilia bersama Marco.


"Kau sudah bangun Rudy.?" Tanya Perempuan itu.


"He.? Apa kau tau namaku.?" Saut Rudy dengan terkejut.


"Tentu saja aku tau, yang ada di belakangmu itu adalah Marco, dan wanita cantik ini adalah Lilia." Kata Perempuan itu.


"Ini tidak mungkin, bahkan kita belum mengenalkan diri padanya Rudy.?" Kata Marco.


"Tunggu, siapa kau sebenarnya.? Kenapa kau tau dengan nama kami. Bahkan kau sendiri pinsan sejak di dalam dungeon." Kata Rudy.


"Aku tau semua tentangmu Rudy, bahkan aku juga tau saat kau mandi, kencing, buang air besar, telanjang, dan masih banyak lagi." Kata Perempuan itu dengan tersenyum.


"Hee.? Ini sangat memalukan." Kata Rudy sambil menelan ludah.


"Apa itu benar Rudy.?" Tanya Lilia.


"Oe, aku sendiri baru pertama kali bertemu dengannya Lilia, itu mustahil." Kata Rudy.


"Apa kau tidak ingat saat pertama kali kau memburu kelinci yang lucu, Rudy Hosten.?" Kata Perempuan Itu dengan tersenyum.


"Ha.? Tidak mungkin, Emma kah.?" Saut Rudy dengan terkejut.

__ADS_1


...


__ADS_2