
Didalam istana kerajaan. Ruang tahta, sebuah portal terbentuk disana. Dan Raja Eden sudah menunggu kedatangan Rudy dan Emma.
"Mereka terlaku mendadak datang kesini." kata Raja Eden.
Lalu, Rudy pun keluar dari portal itu bersama Emma.
"Maaf sudah datang mendadak." kata Rudy.
"Tidak masalah. Ada urusan apa kalian datang kemari, apa ada sesuatu yang kau inginkan.?" tanya Raja Eden.
"Ah, kami sudah menemukan tempat yang cocok untuk markas Royal Unity." jawab Rudy.
"Hm. Baiklah, kita bahas di dalam ruang rapat." kata Raja Eden sambil berjalan keruang rapat.
"Kami akan membahasnya dengan cepat, pembangunan ini harus di lakukan besok lusa." kata Rudy.
"Apa harus secepat itu.?" tanya Raja Eden.
"Harus cepat di selesaikan. Prajurit Neverlamd sudah dekat dengan wilayah Alden." jawab Rudy.
"Apa estimasi 1 tahun tidak akurat.?" tanya Raja Eden.
"Sepertinya mereka akan datang lebih cepat." jawab Rudy.
Mereka pun masuk kedalam ruang rapat dan duduk di kursi masing-masing.
"Apa yang kita bahas.?" tanya Raja Eden.
"Ada banyak yang aku bahas denganmu, seharusnya kau membawa perdana menterimu." jawab Rudy.
"Baiklah, aku panggil Edward kemari." saut Raja Eden.
Beberapa saat kemudian, perdana menteri Edward sudah ada di dalam sana.
"Salam hormat Tuan Rudy dan Putri Emma." kata Edward.
"Salam Tuan." kata Rudy.
"Baiklah, apa yang kita bahas.?" tanya Raja Eden.
"Ini menyangkut pembangunan Royal Unity. Aku membutuhkan banyak keperluan." jawab Rudy.
"Aku akan mencatatnya Tuan." kata Edward.
"Baik. Yang pertama adalah tenaga kerja. Aku membutuhkan 500 tenaga kerja. Kedua, aku membutuhkan material pembangunan. Ketiga, aku membutuhkan perabotan dan kebutuhan alat lainnya. Lalu yang keempat aku membutuhkan suplay makanan." kata Rudy.
"Hm, kebutuhanmu sangat banyak. Lalu, bagaimana dengan anggarannya Edward.?" tanya Raja Eden.
"Kami harus menghitunganya dulu Yang Mulia." jawab Edward.
"Ini adalah sketsa pembangunanya. Disini sudah tertulis jenis-jenis meterialnya, dan berapa banyak yang di butuhkan. Lalu, ini adalah fasilitas dan kebutuhan alat lainnya. Apa kau bisa menghitungnya Edward.?" tanya Rudy.
"Baik Tuan. Bisa aku ambil dokumen itu.? Saya akan membawanya dulu, beberapa jam kedepan, aku akan kembali lagi." jawab Edward.
"Baiklah. Kau tulis saja anggaran yang sebenarnya disini." kata Rudy sambil memberikan dokumennya.
__ADS_1
"Baik Tuan." kata Edward. Ia pun langsung keluar dari sana.
...
"Bagaimana dengan putriku Rudy ?" tanya Raja Eden.
"Mereka baik-baik saja. saat ini mereka masih menjalankan pelatihan dan memperkuat kekuatannya." jawab Rudy.
"Apa.? Apa kau membahayakan putriku Rudy ?" tanya Raja Eden.
"Tentu saja tidak, mereka juga harus lebih kuat dari sebelumnya. Luciana berlatih bersama Marco. Dan Ellena di latih oleh Emma sendiri, tapi sekarang sudah di ambil alih oleh Lilia." jawab Rudy.
"Apa mereka tidak merepotkan kalian.?" tanya Raja Eden.
"Mereka berlatih dengan semangat, apalagi Ellena, dia sangat suka berpetualang." jawab Emma.
"Lalu, bagaimana dengan Luciana.?" tanya Raja Eden.
"Aku tidak tau, dia pergi bersama Marco." jawab Emma.
"Kau tenang saja Eden. Marco memang sangat keras untuk melatih muridnya, tapi dia tau batasan. Aku yakin Luciana akan baik-baik saja." saut Rudy.
"Hm, baiklah kalau begitu, maaf sudah merepotkan kalian. Dan tolong jaga mereka untukku." kata Raja Eden.
"Kau tenang saja." saut Rudy dengan tersenyum.
...
3 jam pun berlalu, Edward kembali ke dalam ruang rapat.
"Ah, Edward. Bagaimana hasilnya.?" tanya Raja Eden.
"Hm, berapa upah para pekerja.?" tanya Raja Eden.
"Ada beberapa kelompok pekerja kontraktor di kerajaan. Kontraktor biasa, membutuhkan 20 koin bronze untuk satu orang setiap hari. Lalu kontraktor menengah membutuhkan 50 koin bronze. Dan kontraktor tingkat atas, membutuhkan 1 koin emas." jawab Edward.
"Apa bedanya.?" tanya Rudy.
"Perbedaanya ada di kemampuan bekerja, kontraktor biasa, biasanya hanya mengerjakan sesuai dengan batas waktu dan di kerjakan asal-asalan. Jika kontraktor menengah, mereka masih memberikan pertimbangan di awal. Dan kontraktor tingkat atas, mereka bekerja secara profesional. Istana kerajaan ini juga di bangun oleh kontraktor tingkat atas, tapi biayanya memang sangat mahal." kata Edward.
"Baiklah. Aku ambil kontraktor atas." kata Rudy.
"Baik, biayanya akan aku berikan setelah ini." saut Raja Eden.
"Tidak perlu. Kami akan mendanai pembangunan itu menggunakan uang kami sendiri. Kerajaan ini bahkan masih krisis keuangan. Pakai saja uang kerajaan untuk pembangunan disini." kata Rudy.
"Baiklah Rudy." saut Raja Eden.
Emma pun mengeluarkan cincin. "Di dalam sini, ada uang 8 Miliyar koin emas. Kau bisa mengunakan 1 Miliyar untuk pembiayaan para pekerja, dan upah kontraktornya." kata Emma.
"Ah, itu. Baik, saya akan menjalankan tugas ini sebaik mungkin." kata Edward.
"Lalu, dari mana kalian akan membawa material itu.?" tanya Rudy
"Kami biasanya membawanya dengan kapal." jawab Raja Eden.
__ADS_1
"Apa di sana ada lahan kosong yang luas.?" tanya Rudy.
"Ada, di samping pelabuhan, ada lahan kosong yang Luas." jawab Raja Eden.
"Baiklah, kami akan membuat portal itu sana, gunakan portal itu untuk membawa materialnya." kata Rudy.
"Ah, baiklah. Kita pergi kesana." kata Raja Eden.
Mereka berempat pun pergi ke lahan kosong di sebelah palabuhan. Kereta kerajaan di kerahkan cukup banyak untuk pengawalan.
...
Beberapa menit kemudian.
"Hm, tidak ada penyangga disini." kata Rudy.
"Lalu apa yang harus kita lakukan.?" tanya Raja Eden.
"Tidak apa-apa Rudy. Aku bisa membuat sebuah gerbang sekalian." saut Emma.
"Ah, baik Emma." saut Rudy.
Lalu. TING. WOOTT. Sebuah lingkaran sihir yang sangat besar keluar di atas udara. Emma mengangat tangannya sambil memejamkan mata.
Lalu. WOSH. BREDOM. Sebuah gerbang portal keluar dari lingkaran sihir itu.
"Aa, aa." Suara semua orang yang ada disana. Bahkan Raja Eden sampai menelan ludah.
Emma pun berjalan menghampiri gerbang itu.
SWOSH. Sebuah portal terbentuk di tengah gerbang.
"Tidak kusangka, dia bisa membuat gerbang sebesar itu. Tidak heran juga sih, jika dia bisa membuat item Resurrection Magic, membuat benda apapun juga mudah. Dia benar-benar sang pencipta, seorang Dewi." kata Rudy.
"Bagaimana Rudy.? Apa ada yang kurang.?" tanya Emma.
"Itu sudah lebih dari cukup. Terimakasih Emma." jawab Rudy.
"Sama-sama." saut Emma dengan tersenyum.
"Eden, ini adalah portal penyambung untuk sampai ke tempat Royal Unity. Kau bisa mengirimkan material itu mulai sekarang dan sampai besok. Lusa harus mulai di kerjakan." kata Rudy.
"Baik Rudy. Serahkan padaku." kata Raja Eden.
"Oke, apa kau ingin mencoba portalnya Eden.? Kau juga harus tau tempat Royal Unity." kata Rudy sambil berjalan ke arah portal.
"Ah, baiklah, aku akan ikut kesana." kata Raja Eden.
"Kau ikutlah juga Edward, kau yang bertanggung jawab atas pengirimannya kan.?" kata Rudy
"Baik Tuan." kata Edward.
Raja Eden pun memberikan instruksi kepada prajuritnya. "Penjagaan tingkat S. Jangan sampai ada yang masuk kedalam portal itu. Aku akan memberikan instruksi selanjutnya." kata Raja Eden.
"Laksanakan Perintah Yang Mulia." kata Semua prajurit disana.
__ADS_1
Lalu mereka pun masuk kedalam portal.
..