
Raja Eden dan Hart masih berdiskusi di ruangan rapat. Mereka membahas invasi militer dengan sangat serius.
"Kekuatan mereka tidak bisa di anggap remeh, apalagi mereka menemukan harta karun di dalam dungeon." Kata Raja Eden.
"Kami sudah tidak memiliki harapan lagi Yang Mulia, mungkin dalam beberapa bulan terakhir, pasukan mereka sudah sampai di istana kerajaan Konggo. Jadi, tujuan saya di utus kesini adalah, meminta bantuan kepada Anda." Kata Hart.
"Tapi sejujurnya, dengan kekuatan seperti itu, akan sangat sulit di kalahkan." Saut Raja Eden.
"Jika Yang Mulia bilang seperti itu, hancur sudah harapan kami." Kata Hart dengan sedih.
"Kira-kira ada berapa pasukan di kerajaan Konggo saat ini, bisakah kau memberikan informasi itu.?" Tanya Raja Eden.
"Maaf Yang Mulia, itu adalah informasi rahasia kerajaan, meskipun kerajaan Alden adalah kerajaan sahabat, kami tidak bisa membocorkan informasi itu." Jawab Hart.
"Hm, kau benar. Tapi aku akan memberikan informasi kekuatan kerajaan Alden untuk kalian. Mungkin kita bisa membandingkan kekuatan dengan mereka." Saut Raja Eden.
"Anda tidak perlu seperti itu Yang Mulia. Jagalah rahasia itu." Kata Hart.
"Tidak, aku perlu memberikan informasi itu. Jika kekuatan militer di sembunyikan, lalu kenapa informasi rahasia kerajaan Neverland di bocorkan.? Informasi militer bisa di jadikan sebagai ancaman, tapi juga bisa di jadikan sebagai kehancuran." Kata Raja Eden.
"Anda benar Yang Mulia. Mungkin Kerajaan Neverland sedang memberikan ancaman bagi kita semua." Kata Hart.
"Jadi aku harus memberikan informasi juga kepada mereka. Kekuatan militer kerajaan Alden." Kata Raja Eden.
"Tapi sebelum itu. Apa Anda menyetujui permintaan kami.?" Tanya Hart.
"Ah, aku akan membantu kalian. Tapi aku harus ada persetujuan lebih dulu, karena ini menyangkut teritory kerajaan, dan diplomasi kerajaan." Jawab Raja Eden.
"Baiklah Yang Mulia. Tapi, dengan siapa Anda meminta persetujuan.? Apakah dengan rakyat Anda.?" Tanya Hart.
"Tidak, tapi dengan mereka." Kata Raja Eden sambil melihat Rudy.
"Eh.? Apa maksud Anda Yang Mulia.?" Tanya Hart.
"Hart, kekuatan kerajaan Alden sekarang tidak bisa menang melawan Neverland. Kita bagaikan semut di depan mereka. Bahkan kerajaan Alden sendiri hanya memiliki 8 orang dengan kekuatan Rank S. Meskipun aku sendiri sudah di Rank SS, akan sangat sulit memenangkan perang." Jawab Raja Eden.
"Eh.? Rank SS.?" Saut Hart dengan sangat terkejut. Bahkan ia sampai menelan ludah.
"Aku berhasil mencapai Rank SS karena bantuan artefak warisan Legenda Albion. Dan seluruh dunia juga sudah tau, kalau artefak itu hanya ada 1 di dunia ini. Selama puluhan ribu tahun, artefak itu di buru oleh semua orang. Tapi akhirnya, artefak itu di temukan oleh sang legenda Albion." Kata Raja Eden.
__ADS_1
"Ah, kami semua tau cerita itu Yang Mulia. Tapi kenapa sekarang ada di tangan Anda.?" Tanya Hart.
"Itu adalah harta warisan turun temurun yang di jaga dengan sangat rahasia. Dan aku adalah keturunan sang Legenda Albion. Harta warisan itu di wariskan ke keluarga kerajaan Alden." Jawab Raja Eden.
"Aku baru mendengarnya Yang Mulia." Saut Hart dengan tercengang.
"Tapi itu tidak akan cukup untuk melawan kekuatan militer Neverland. Dan jumlah mereka ada 300rb prajurit dengan tingkat kekuatan Rank A. Pasti kekuatan mereka juga bertambah, apalagi mereka sudah menaklukan 6 kerajaan. Sudah pasti kita akan berperang melawan 7 kerajaan sekaligus. Meskipun aku lebih kuat dari mereka, tapi energi sihir juga punya batasan. Terlebih lagi, manusia mengunakan kekuatan sihir, berbeda dengan hewan iblis." Kata Raja Eden.
"Aku paham Yang Mulia. Lalu, apa yang harus kita lakukan.? Apa sebaiknya kita menyerah saja.?" Saut Hart.
"Tentu saja aku tidak bisa memutuskannya. Aku harus meminta persetujuan kepada mereka dulu. Bagaimana menurutmu Rudy.?" Tanya Raja Eden.
"Hm, ini lebih sulit dari yang ku bayangkan." Jawab Rudy.
"Apa kalian benar-benar bisa membantu kami.?" Tanya Hart.
"Kami bisa membantu memenangkan perang itu, tapi ada syaratnya." Jawab Rudy.
"Apa syaratnya.?" Tanya Hart.
"Kerajaanmu harus bergabung dengan perserikatan kami terlebih dulu." Jawab Rudy.
"Tidak, tapi kerajaanmu ada di bawah naungan kami. Jika kalian tidak setuju dengan itu, kami tidak bisa membantu." Jawab Rudy.
"Apa maksudmu adalah mengambil alih kekuasaan.?" Tanya Hart.
"Aku tidak mengambil kekuasaan kalian. Tapi kalian hanya mentaati peraturan kami saja. Urusi saja kerajaanmu itu, aku tidak akan ikut campur dalam pemerintahan kalian. Tapi ada beberapa syarat jika kalian mau bergabung dengan kami." Jawab Rudy.
"Apa syaratnya jika kami sudah bergabung denganmu.?" Tanya Hart.
"Kalian harus merubah sistem kerajaan dengan yang lebih baik. Syarat itu akan kami berikan dengan detail jika kalian sudah bergabung." Jawab Rudy.
"Merubah sistem.? Itu sangat sulit di putuskan, aku tidak bisa memutuskannya. Tapi apa keuntungan yang akan kau berikan pada kami.?" Tanya Hart.
"Tentu saja bantuan kekuatan, dan kami juga siap membantu untuk mengembangkan kerajaan kalian. Salah satunya adalah perencanaan pembangunan. Bukan hanya pembangunan saja, tapi faktor lainnya seperti ekonomi dan militer, kami siap membantu." Jawab Rudy.
"Itu seperti keuntungan yang besar. Tapi tetap saja, aku tidak bisa memutuskannya." Saut Hart.
"Baiklah jika kau tidak bisa memutuskannya, sepertinya aku juga tidak dapat persetujuan. Maaf aku tidak bisa membantu kalian." Kata Raja Eden.
__ADS_1
"Yang Mulia. Apa Anda ingin merusak persahabatan kita.? Anda bilang ingin membantu kami. Tapi sekarang malah sebaliknya." Kata Hart dengan kesal.
"Aku bilang, aku harus meminta persetujuan." Kata Raja Eden dengan tatapan yang tajam.
"He.?" "Sepertinya Raja Eden sangat serius" Kata Hart dengan tercengang.
"Baiklah Yang Mulia. Berikan kami waktu untuk memikirkannya." Kata Hart.
"Hm, kalian hanya ada waktu 3 hari, segera putuskan dengan siapa kalian ingin berkuasa. Dengan Kami, atau dengan Neverland." Kata Raja Eden.
"Baik Yang Mulia. Lalu, apa nama perserikatannya.? Aku harus melaporkannya dulu." Kata Hart.
"Eh.? Nama.?" Saut Rudy, Emma dan Marco dengan terkejut.
"Benar, aku masih belum memberikan nama perserikatan ini. Tapi aku sudah membuat nama yang sangat cocok." Kata Rudy.
"Bagaimana Rudy.? Kita bahkan belum membahasnya." Kata Emma.
"Ah, aku ada usul dengan nama perserikatan. Bagaimana dengan Fire Fight Warrior." Kata Marco.
"Hm, itu nama sampah." Saut Rudy.
"Bagaimana kalau. Warrior Human fight." Kata Marco.
"Itu juga sampah." Saut Rudy.
"Jadi, kalian masih belum punya nama.?" Tanya Hart dengan terkejut.
"Tidak, kami sudah punya nama untuk perserikatan kami. Manusia yang berdiri untuk merubah sistem dunia, tempat untuk menyatukan kekuatan manusia. Kita semua berdiri dengan nama Royal Unity." Kata Rudy.
"HEEEE.??" Saut Marco dan Emma dengan sangat terkejut.
"Itu nama yang bagus Rudy, tidak kusangka kau bisa membuat nama sebagus itu." Kata Marco dengan terharu.
"Hm, itu lebih baik dengan nama yang aku pikirkan. Kegelapan bunga yang bersinar." Kata Emma.
"Eh.? Nama apa itu.?" Saut Rudy dengan terkejut.
...
__ADS_1