Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 71 - Kutukan


__ADS_3

"Kalau begitu, urusan kita sudah selesai. Kami akan undur diri dari sini." Kata Rudy sambil berdiri.


"Kemana kalian akan pergi.?" Tanya Raja Eden.


"Tentu saja pergi ke kerajaan lain." Jawab Rudy dengan santai.


"Rudy, hari ini aku ada jadwal pertemuan dengan kerajaan sahabat. Apa kau tidak ingin menemui diplomatik mereka, mungkin mereka akan tertarik bergabung dengan perserikatan kalian." Kata Raja Eden.


"Hm. Mungkin itu akan memudahkan kami. Tapi mereka masih belum merasakan dampaknya, jadi akan sangat sulit jika aku menawarkannya." Kata Rudy.


"Kau tenang saja Rudy, aku akan merekomendasikan kepada mereka. Bagaimana.?" Saut Raja Eden.


"Baiklah, tapi kalian harus memindahkan para Yang Mulia itu. Akan sangat merepotkan jika ada pihak lain yang melihatnya." Kata Rudy.


"Itu akan merepotkan, karena tidak ada jalan keluar lainnya. Biarkan saja mereka disini, apalagi para prajurit disana masih pinsan juga." Saut Raja Eden.


"Lalu, apa kalian melakukan rapat di tempat lain.?" Tanya Rudy


"Itu benar. Kita akan pergi ke ruang tahta. Disana ada ruang rapat juga." Jawab Raja Eden.


"Oke, aku menerimanya. Kapan kita akan pergi.?" Tanya Rudy.


"Kita pergi sekarang, kau tidak ingin membuang-mbuang waktu kan.?" Saut Raja Eden.


"Apa kau ingin menemui mereka dengan luka seperti itu.?" Tanya Rudy.


"Mau bagaimana lagi. Beginilah kenyataannya." Jawab Raja Eden.


"Hm. Sembuhkan dia Emma, aku tidak ingin melihat sang Raja terlihat lemah di hadapan diplomatik." Saut Rudy.


"Baiklah." Saut Emma. SUIING. Suara Heal yang menyembuhkan tubuh Raja Eden.


"Ah, jika aku melihat kau disembuhkan, aku punya permintaan lainnya." Kata Rudy.


"Apa itu.?" Tanya Raja Eden.


"Bangunlah Rumah Sakit tanpa melihat status sosial. Rumah Sakit umum. Tentu saja sistem pelayanannya harus sama, aku yakin kerajaan memiliki obat-obatan dan para healer. Mereka bisa di pekerjakan disana." Jawab Rudy.


"Baiklah, kami akan memikirkannya nanti. Aku juga punya keinginan untuk membangun sebuah pasar umum, dan sarana pembiayaan makanan secara gratis." Kata Eden.


"Hm, itu terlihat seperti koperasi desa. Bagus juga idemu. Baiklah, semoga rencanamu berjalan dengan lancar." Saut Rudy.


"Kami akan mengusahakannya." Kata Raja Eden.


SUUWT. Emma pun berhasil menyembuhkan Raja Eden. "Lukamu sudah sembuh semua." Kata Emma


"Terimakasih Putri, aku akan menganti pakaianku dulu." Saut Raja Eden sambil berjalan keruangan ganti yang ada di dalam sana.


"Jangan lama-lama." Saut Rudy.


...


Beberapa menit kemudian. Raja Eden sudah menggunakan pakaian resminya.


"Apa seragam sang Raja memang seperti itu Emma.?" Tanya Rudy.


"Aku juga tidak tau." Jawab Emma.


"Itu terlihat seperti seragam yang ada di duniaku dulu. Tapi ya pada jaman dulu." Saut Rudy.


"Baik Rudy, aku sudah siap, kita berangkat sekarang." Kata Raja Eden sambil berjalan ke arah pintu keluar.


"Lilia, Kau tetaplah disini, Awasi mereka semua. Dan kau Marco, ikutlah denganku." Kata Rudy.


"Oke." Saut Lilia. "Siaap." Saut Marco.

__ADS_1


Rudy dan lainnya pun berjalan keluar ruangan. Lalu ia melihat para penjaga kerajaan sedang menunggu di depan pintu.


"Meskipun mereka tau kalau ada pertarungan di dalam sana, tapi mereka tidak masuk kedalam." kata Rudy dalam hati.


"Ikuti aku Rudy." Kata Raja Eden.


"Waah, ternyata istana ini sangat luas sekali, tidak kusangka." Kata Marco.


"Namanya juga istana. Sudah pasti sangat luas." Saut Emma.


"Baru pertama kalinya aku melihat pemandangan istana. Benar-benar di luar imajinasiku." Kata Marco.


"Bangunannya juga sangat banyak sekali. Kira-kira ada berapa bangunan.?" Tanya Rudy.


"Di area kekaisaran Alden. Istana kerajaan terdiri dari 6 istana. Sudah pasti fungsinya berbeda-beda." Jawab Raja Eden.


"Hm, apa para pelayan juga tinggal di salah satu istana.?" Tanya Rudy.


"Itu benar, bahkan ada istana khusus untuk para permaisuri dan keturunan keluarga kerajaan." Jawab Raja Eden.


"Permaisuri.? Apa kau juga punya seperti itu.?" Tanya Rudy dengan penasaran.


"Sudah pasti Rudy. Aku sendiri punya 18 permaisuri. Dan 1 Ratu yang sah dalam pernikahan." Jawab Raja Eden.


"APAAA. 18.?" Teriak Rudy dan Marco dengan sangat terkejut.


"Ahahaha. Itu hal yang wajar bukan.? Bahkan keturunanku sendiri sudah ada 7 anak. Dan Alicia adalah salah satu anak dari permaisuriku." Jawab Raja Eden.


"Apa ini yang di maksud dengan, banyak istri banyak rejeki." Kata Rudy dalam hati.


"Kurang ajar orang ini, bahkan aku sendiri masih perjaka. Dia sudah menghabiskan 18 perempuan sekaligus. Sekuat apa miliknya itu, apa gak karatan.?" Saut Marco dalam hati.


"Kau juga boleh memilih perempuan yang kau suka Rudy. Bangsawan disini sangat berbeda dengan bangsawan yang pernah kau temui, tentu saja parasnya sangat cantik." Kata Raja Eden dengan tersenyum.


"Apa maksudmu.?" Saut Raja Eden sambil melihat ke arah Rudy yang ketakutan.


"Aura apa ini, benar-benar aura pembunuh." Kata Raja Eden yang melihat Emma dengan wajah yang sangat menyeramkan.


"He.?" Saut Raja Eden.


"Silahkan memilih Rudy." Kata Emma. "Aa, aah." Saut Rudy.


"Dia benar-benar akan mati disini." Kata Marco.


"Sepetinya aku tidak boleh menyingungnya." Kata Raja Eden dengan tercengang.


"Tentu saja, semua wanita yang ada di sini tidak ada yang secantik Putri Emma. Ahaha." Kata Raja Eden.


"Benarkan.? Ahahaha." Saut Rudy. "Aku selamat."


"Hm." Saut Emma dengan memalingkan pandanganya.


"Baiklah, lalu apa kau punya putra dan putri dari sang Ratu.?" Tanya Rudy.


"Sudah tentu aku punya. Bahkan mereka sudah menjadi Putra dan Putri Mahkota." Jawab Raja Eden.


"kenapa harus ada dua mahkota.?" Tanya Rudy.


"Aku punya Putra dan 2 Putri. Yang pertama adalah Luciana Eden, dia berumur 19 tahun, lalu yang kedua adalah Ronald Eden, dia berumur 16 tahun, dan yang terkahir adalah Ellena Eden, dia masih berusia 10 tahun." Jawab Raja Eden.


"Lalu, bukankah kau harus mewariskan tahtamu ke Tuan Putri.?" Tanya Rudy.


"Itu benar, tapi kondisi tubuhnya sudah lumpuh sejak 3 tahun yang lalu. Jadi untuk menjaga pewaris tahta, aku menurunkannya kepada Ronald." Jawab Raja Eden.


"Lumpuh.? Kenapa dia bisa lumpuh.?" Tanya Rudy.

__ADS_1


"Kami semua juga tidak tau, ada yang bilang putriku terkena kutukan, ada juga yang bilang terkena racun. Bahkan dia tidak bisa mengerakkan bibirnya." Jawab Raja Eden.


"Hm, sudah pasti ini adalah pertarungan politik. Mungkin ada seseorang yang tidak menyukai Tuan Putri." Saut Rudy.


"Kau benar, kami sudah menangkap dan mengeksekusinya, tapi tetap saja, kami tidak bisa menyembuhkan Luciana." Kata Raja Eden.


"Ada yang bilang, kalau dia terkena kutukan dari energi Hewan Iblis, dan itu tidak bisa di sembuhkan oleh apapun kecuali kematian."


"Kami sudah mencari solusinya, dan sudah mencoba berbagai macam ritual. Tapi justru ia semakin kesakitan."


"Mungkin dengan adanya Artefak ini, aku bisa menyembuhkannya, dan aku harus pergi ke dalam dungeon untuk mencari penawarnya." Kata Raja Eden.


"Hm. Apa itu kutukan seperti milik Lilia dulu Emma.?" Tanya Rudy.


"Aku tidak bisa memastikannya. Pada dasarnya, itu bukan kutukan, tapi energi iblis yang terserap kedalam tubuh dengan sangat banyak, bahkan bisa di katakan, energi itu tidak bisa di tampung lagi dan akhirnya menyebar keseluruh tubuh. Tapi itu hanya spekulasiku sendiri." Jawab Emma.


"Hm, mungkin Tuan Putri kehabisan energi saat berburu." Saut Rudy.


"Itu tidak mungkin Rudy." Kata Raja Eden.


"Kenapa.?" Tanya Rudy.


"Karena Putra dan Putri ku tidak pernah bertemu dengan hewan iblis. Salah satu petunjuk saat itu adalah, 10 koin Emas yang berisi energi alam. Dan saat kami memeriksanya, energi alam itu sudah habis." Jawab Raja Eden.


"Hm. Bisa di simpulkan, kalau Putrimu itu tidak terkena kutukan, tapi terkena serangan energi alam yang berlebihan dalam tubuh." Saut Emma.


"Jadi itu berbeda dengan Lilia.?" Tanya Marco.


"Benar Marco, Kutukan Luciana lebih parah lagi. Mungkin kondisi tubuhnya berbeda, tapi itu bisa menyerang saraf dan otak. Sudah pasti dia akan lumpuh." Jawab Emma.


Raja Eden pun hanya menelan ludah mendengarkan ucapan Emma. Tiba-tiba perdana menteri kerajaan datang menghampiri Raja Eden.


"Yang Mulia." Kata Menteri kerajaan bernama Edward.


"Edward.?" Saut Raja Eden.


"Diplomatik kerajaan Konggo sudah menunggu Anda sejak tadi Yang Mulia. Apa Anda akan menemuinya sekarang.?" Tanya Edward.


"Dimana dia.?" Tanya Raja Eden.


"Tuan Hart ada di ruang tahta Yang Mulia." Jawab Edward.


"Baiklah kita pergi kesana." Kata Raja Eden sambil berjalan ke ruang tahta.


"Lalu, apa anak-anak ini adalah tamu Anda Yang Mulia.? Jika tidak terlalu penting, Mereka bisa menunggu di taman." Saut Edward.


"Apa maksudmu tidak penting.? Justru mereka adalah tamu VIP, bahkan kunjungan 10 raja sekalipun tidak ada yang sepenting mereka." Kata Raja Eden dengan Marah.


"Maafkan saya Yang Mulia, saya tidak tau dengan itu." Kata Edward sambil menundukkan badannya.


"Siapa mereka sebenarnya.? Apa mereka sepenting itu.?" Kata Edward dalam hati.


"Aku akan pergi kesana bersama mereka. Siapkan juga jamuan nanti malam. Aku tidak ingin tamu special kerajaan kecewa di tempat ini." Saut Raja Eden dengan serius.


"Kami akan menyiapkannya Yang Mulia." Kata Edward.


"Tidak perlu seformal itu, tujuanku mengikutimu adalah untuk bertemu dengan sang diplomat. Setelah itu, kami akan pergi dari sini." Kata Rudy.


"Tidak Rudy, jangan pergi dulu. Sudah semestinya aku menyambutmu dengan pantas. Biarkan aku menjamu kalian." Saut Raja Eden.


"Biarkan saja Rudy, terserah dia mau apa. Kita juga tidak buru-buru." Kata Marco dengan tersenyum.


"Aa, Kau pasti hanya ingin melihat wanita cantik saja kan.?" kata Rudy dalam hati.


...

__ADS_1


__ADS_2