Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 8 - Seorang Pencuri


__ADS_3

{Di Dalam Hutan}


Rudy sedang berjalan menyusuri jalan stapak menuju kota terdekat di daerah selatan kerajaan Alden. Dia berjalan dengan santai sambil melihat sekelilingnya.


"Sepertinya di daerah sini tidak ada hewan iblis." Kata Rudy.


[Daerah ini tidak memiliki banyak energi alam Rudy. Tempat seperti ini tidak di sukai oleh Hewan Iblis. Seperti tempat tinggal manusia sekarang]


"Hoo, jadi seperti itu. Pantas saja aku tidak merasakan energi alam di sekitar sini." Saut Rudy


"Apa para manusia yang hidup di dunia ini tau akan hal itu Emma.?" Tanya Rudy


[Mereka sudah tau sejak ribuan tahun yang lalu Rudy. Manusia mencari tempat tinggal dimana energi alam tidak bisa di rasakan]


"Em. Apa yang terjadi jika hewan iblis tinggal di tempat tanpa ada energi alam.?" Tanya Rudy


[Mereka akan jadi gila, seperti seseorang yang tinggal di dalam air. Kau sendiri bisa merasakannya, energi alam itu seperti oksigen bagi hewan iblis]


"Ah, jadi seperti itu." Saut Rudy.


...


{Di Gerbang Masuk Benteng}


Terlihat pasukan ekspedisi sudah sampai di depan gerbang masuk.


"Buka gerbangnya." Teriak penjaga gerbang benteng kepada pasukannya.


Gerbang benteng pun di buka dengan lebar. Lalu kapten dari pasukan penjaga gerbang pun langsung keluar menyambut pasukan Ekspedisi.


"Kensa, bagaimana dengan ekspediai kali ini.?" Tanya salah satu kapten penjaga gerbang bernama Klain.


"Ah, kapten Klain. Seperti biasa, kita masih kehilangan banyak pasukan." Jawab Kensa.


"Sebaiknya kau segera melapor." Saut Klain.


"Aku sudah tau dengan itu." Jawab Kensa.


"Tapi aku lihat, tidak ada hewan iblis di area pilar pertama. Apa mereka tidak mengejar kalian.?" Tanya Klain.


"Aku akan bercerita nanti, sebaiknya aku masuk kedalam dulu, pasukanku juga butuh perawatan, banyak yang terluka di sana." Jawab Kensa.


"Baiklah." Saut Klain.


Semua pasukan ekspedisi pun masuk kedalam benteng dengan raut wajah ketakutan, trauma dan gemetar, namun ada juga yang merasa tenang karena selamat dari maut.


"Mereka semua seperti kembali dari neraka." Kata Klain dalam hati sambil memperhatikan pasukan ekspedisi berjalan melewatinya.


...


"Aku tidak mau keluar dari benteng lagi, itu sangat menakutkan." Kata salah satu prajurit ekspedisi.


"Aku juga ingin mengundurkan diri saja." Saut prajurit lainnya.


...


"Ah, Donal.?" Saut Klain yang melihat Donal berjalan melewatinya.


"Kapten, maaf, sepertinya kita butuh istirahat sebentar." Saut Donal kepada Klain.


"Em, baiklah kalau begitu. Mungkin lain kali saja aku bertanya." Jawab Klain.

__ADS_1


...


"Apa yang sudah mereka hadapi.? pasukan mereka telah kembali separuh, tapi sangat aneh jika hewan iblis tidak sampai ke pilar pertama. Ada apa sebenarnya.?" Kata Klain dalam hati dengan sangat penasaran.


...


Semua pasukan ekspedisi akhirnya sudah masuk kedalam gerbang. Dan pintu gerbang pun ditutup dengan erat sampai 3 lapis pintu.


"Donal, aku akan pergi melapor ke kantor gubernur. Kalian beristirahatlah." Kata Kensa


"Kapten, jangan lupa bagian kita. Kita sudah berjuang mati-matian diluar sana." Saut Donal.


"Ah, akan aku usahakan." Jawab Kensa sambil berjalan menjauh.


...


{Di Dalam Hutan}


Rudy sedang duduk santai di bawah pohon yang rindang.


"Ah, disini sangat nyaman sekali." Kata Rudy sambil merebahkan tubuhnya dan menikmati angin yang sepoy-sepoy.


[Sudah semestinya kau merasa nyaman disini Rudy. Mengingat kau sudah bertahun-tahun di dalam dungeon]


"Kau benar Emma, disini terasa sangat nyaman. Bahkan aku ingin tidur disini". Saut Rudy.


[Apa kau akan tidur disini Rudy.? Gerbang benteng sudah terlihat dari sini, hanya beberapa langkah saja kau sudah sampai di sana]


"Tunggu sebentar Emma, aku ingin menikmati dunia ini." Saut Rudy sambil memejamkan matanya.


[Baiklah]


Rudy pun melihat orang itu yang berjalan melewatinya.


"Ada apa dengan anak laki-laki itu.? sepertinya dia mengendong seorang mayat." Kata Rudy sambil melihat anak laki-laki berumur 12 tahun.


[Itu benar Rudy. Anak laki-laki itu mengendong anak perempuan sekitar umur 10 tahun.]


"Emm, bahkan dia tidak melihatku tertidur disini." Kata Rudy sambil duduk dan melihat anak laki-laki itu.


"Sebaiknya aku ikuti saja dia, aku sangat penasaran, apa yang dia lakukan dengan mayat itu." Kata Rudy sambil berdiri.


[Kau harus hati-hati dengan seseorang seperti mereka Rudy, kadang mereka sedang menjebak seseorang untuk menjadi mangsanya.]


Rudy pun berjalan mengikuti anak laki-laki itu.


"Tapi aku tidak merasa terancam di dekatnya. Pasti ada sesuatu Emma." Saut Rudy.


[Baiklah]


Rudy pun mengikuti anak laki-laki itu dari kejauhan, sampai ia melihat sebuah gubuk yang sudah usang.


Sebuah gubuk kayu yang ditutupi kain di atasnya, seperti menjadi rumah untuk anak laki-laki itu.


"Apa yang dia lakukan disana.?" Kata Rudy sambil memperhatikan anak laki-laki itu yang menaruh mayat di dalam gubuk itu.


Lalu, Rudy melihat anak laki-laki itu memasak sebuah rumput di atas batu yang sudah di panaskan.


"Apa dia akan memakan rumput itu Emma.?" Tanya Rudy.


[Sepertinya begitu]

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, anak laki-laki itu menaruh masakannya di samping mayat perempuan disana.


Dan anak laki-laki itu pun meneteskan air mata sambil melihat mayat perempuan disana.


"Ah, sepertinya itu mayat keluarganya Emma. Apa sebaiknya aku kesana.?" Kata Rudy.


[Itu terserah kamu Rudy]


"Baiklah kalau begitu." Saut Rudy.


Rudy pun menghampiri anak laki-laki itu dengan perlahan.


"Hiks, hiks." Suara tangisan anak laki-laki itu.


"Permisi." Kata Rudy yang menyapa.


"Ha." Suara anak laki-laki itu dengan terkejut, lalu ia menoleh ke arah Rudy dengan perlahan dengan raut wajah yang ketakutan.


"Ah, apa aku menyeramkan Emma.?" Tanya Rudy dengan kebingungan melihat ekspresi anak laki-laki itu.


[Ekspresi wajahnya menandakan ketakutan dan trauma]


"Hiks, jangan mendekat. Aku minta maaf, aku minta maaf. Ampuni aku." Kata anak laki-laki itu dengan ketakutan dan melangkah kebelakang.


"Ah, tenanglah, kau tidak perlu takut padaku." Saut Rudy.


"Jangan pukuli aku, jangan sakiti adikku." Kata anak laki-laki itu dengan wajah ketakutan.


"Hee.?" Saut Rudy kebingungan.


"Ternyata mayat itu adalah adiknya Emma, sepertinya dia trauma." Kata Rudy dalam hati dengan terkejut.


"Maafkan aku, maaflan aku." Kata anak laki-laki itu sambil bertekuk lutut di depan Rudy.


"Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu." Kata Rudy sambil masuk kedalam gubuk.


"Hiks, jangan ganggu aku, aku sudah tidak punya apa-apa." Kata anak laki-laki itu sambil meneteskan air mata.


...


"Ini pertama kalinya aku berbicara dengan manusia di dunia ini, tapi kenapa situasinya seperti ini.?" Kata Rudy dalam hati dengan sedih.


...


"Baiklah jika kau tidak mau di ganggu. Tapi bolehkah aku bertamu disini.? Aku adalah orang asing yang baru saja datang ketempat ini." Kata Rudy sambil duduk di depan anak laki-laki itu.


"Haa.?" Saut anak laki-laki itu dengan terkejut.


"Kau tidak perlu takut padaku, aku tidak tau masalahmu. Tapi sebaiknya kau menguburkan adikmu itu. Apa kau tidak kasihan dengannya.?" Kata Rudy.


"Hiks, aku sudah melakukanya. Tapi orang-orang disana tidak terima." Saut anak laki-laki itu.


"Eh.? Apa maksudmu.?" Tanya Rudy kebingungan.


"Warga kota mengusir kami ke luar benteng. Dan setiap hari aku berkeliling di sekitar sini untuk mencari tempat peristirahatan adikku, tapi aku tidak tau dimana tempat yang tepat untuk menguburkannya." Jawab anak laki-laki itu.


"Kenapa kau di usir dari sana.?" Tanya Rudy.


"Karena aku seorang pencuri." Jawab anak laki-laki itu.


.

__ADS_1


__ADS_2