
"Apa itu benar Mahaguru.?" Tanya Alicia.
"Em, aku sudah memastikannya. Jika dia benar-benar berada di Rank A, dia pasti akan terjatuh ketanah. Tapi dia masih berdiri tegak disini." Jawab Ana.
"Akhirnya, aku bisa bertemu denganmu." Kata Alicia sambil melihat ke arah Marco dengan tersenyum.
"He.? Apa yang kalian lakukan. Aku hanya ingin belajar disini." Kata Marco.
"Jika kau memang berada di Rank S seperti kami, kau tidak bisa menjadi murid." Kata Rewin.
"Eh.?" Saut Marco yang terkejut.
"Aku memintamu untuk menjadi inspektur di Akademi ini." Kata Rewin.
"Ah, itu keputusan yang bagus Rewin." Saut Ana.
"Hanya saja, asal usulnya tidak jelas. Identitasmu masih di pertanyakan." Kata Rewin.
"Kau tidak perlu khawatir seperti itu Rewin, anggap saja dia anakku, dia bisa menggunakan identitas keluargaku." Saut Ana.
"Em, kalau kau tidak keberatan. Itu boleh saja." Kata Rewin.
"Apa kau bersedia Marco.?." Tanya Ana.
"He.? Aku hanya ingin menjadi murid disini." Teriak Marco.
"Hahaha. Aku punya anak." Kata Ana dengan tertawa lepas.
Beberapa menit kemudian.
"Marco, mulai sekarang, kau adalah orang ke 10 dengan tingkat kekuatan Rank S di kerajaan ini. Kau tanda tangani identitasmu disini." Kata Rewin.
"Yang benar saja." Saut Marco dengan lemas.
"Lakukan itu nak. Kau jangan membantah kepada orang tua." Kata Ana.
"Sejak kapan aku menyetujui menjadi anakmu." Saut Marco.
"Lakukan saja Marco, ini adalah kesempatan yang bagus." Kata Alicia.
...
"Hem, benar kata Rudy, jika aku tidak bisa menyembunyikan kekuatanku, hal yang merepotkan akan terjadi." Kara Marco dalam hati.
"Apa yang harus aku katakan pada mereka semua." Kata Marco dalam hati.
...
"Apa kau masih ragu.?" Tanya Rewin.
"Tuan, aku tidak bisa menanda tangani dokumen ini. Biarkan aku pergi dari sini jika aku tidak di terima sebagai murid. Aku tidak bisa menyetujui tawaran kalian." Jawab Marco.
"Apa kau mulai mengakui kekuatanmu.?" Tanya Ana.
"Ah, sebenarnya aku berada di tingkat Rank S. Tapi aku minta tolong kepada kalian, jaga rahasia ini kepada semua orang. Jika seseorang mengetahui identitasku yang sebenarnya, aku akan pergi dari kerajaan ini." Ancaman dari Marco.
"Huuh, baiklah jika itu maumu. Aku tidak bisa memaksanya. Kami membutuhkan kekuatanmu disini." Kata Rewin.
"Tapi kau harus menyetujui untuk menjadi anakku, kau akan kerepotan jika para bangsawan tau kalau kau masuk kedalam Expert Class." Kata Ana.
"Huh, baiklah, sepertinya tidak ada jalan lain." Kata Marco sambil menandatangani dokumen.
"Apa aku boleh pergi sekarang.?" Tanya Marco.
"Ini kunci rumah, bawalah. Kau boleh pulang kapan saja Marco." Kata Ana sambil tersenyum.
"Biarkan aku memilih untuk tinggal dimana, aku bukan anakmu yang sesungguhnya." Kata Marco sambil berjalan keluar ruangan.
__ADS_1
"Ah, dia anak yang nakal." Kata Ana.
"Kau terlalu memaksanya Ana." Kata Rewin.
"Aku akan menemaninya Mahaguru. Saya ijin undur diri." Kata Alicia.
"Tolong jaga dia untukku Alicia." Kata Ana.
"Ah, Baik Mahaguru." Saut Ana sambil mengikuti Marco dari belakang.
...
Di Akademi, Marco berjalan tanpa arah dan tujuan.
"Hem, kemana jalan keluarnya.?" Kata Marco yang kebingungan.
"Apa kau tersesat.?" Tanya Alicia.
"Huh, kenapa dia ada disini.? Pantas saja dari tadi semua orang melihatku." Kata Marco dalam hati
"Siapa namamu.?" Tanya Marco.
"Ah, perkenalkan, namaku adalah Alicia Eden. Panggi saja Alicia." Jawab Alicia.
"Alicia kah. Baiklah, dengarkan baik-baik Alicia. Bisakah kau tidak mengikutiku terus, aku merasa tidak nyaman." Kata Marco.
"He.? Kau membuang kesempatanmu untuk berjalan dengan seorang Tuan Putri." Saut Alicia.
"Itu tidak penting bagiku. Aku hanya minta tolong padamu. Biarkan aku pergi sendirian." Kata Marco.
"Hem, baiklah kalau begitu. Sampai bertemu besok di dalam kelas." Kata Alicia.
"Huh." Saut Marco yang menghela nafas.
Marco pun berjalan menjauh dari Alicia, namun Alicia masih mengikuti Marco dari belakang. Tiba-tiba Alicia berpapasan dengan Eva dan Herry.
"Putri.?" Teriak Herry yang memanggil Alicia.
"Sedang apa kau.? Apa ada sesuatu yang menarik bagimu.?" Tanya Eva.
"Kau lihat laki-laki itu, Mahaguru membongkar identitasnya. Dialah yang menyelamatkan kita waktu itu." Kata Alicia.
"He.? Benarkah.?" Teriak Herry dengan terkejut.
"Bahkan dia di angkat sebagai anak oleh Mahaguru Ana. Aku hanya mengawasinya saja dari belakang, sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikannya." Kata Alicia.
"Baiklah kalau begitu, kita ikuti saja dia." Kata Eva.
Tiba-tiba DEEP. Marco pun menghilang dari tempatnya.
"A, Dia menghilang." Kata Alicia dengan terkejut.
...
Di tempat Marco.
"Kau pikir aku tidak tau kau sedang mengikutiku.?" Kata Marco sambil melihat kebelakang.
"Apa yang kau lihat ?" Kata Rudy yang tiba-tiba berada di depan Marco.
"HAAA." Teriak Marco yang terkejut.
"Kau mengejutkanku Rudy." Kata Marco.
"Huh, Kenapa kau tidak bisa menekan kekuatanmu itu.?" Kata Rudy.
"Eh, itu. Aku sendiri sudah berusaha semaksimal mungkin." Kata Marco.
__ADS_1
"Hem, baiklah kita pergi makan saja Rudy." Kata Emma.
"Dari mana kau Marco.?" Tanya Lilia.
"Aku hanya di bawa ke ruangan Inspektur. Aku di masukkan kedalam Expert Class." Jawab Marco.
"He.?" Saut Rudy yang terkejut.
"Apa Rin tidak ikut dengan kita.?" Tanya Marco.
"Rin sudah pergi ke asramanya. Yang terpenting sekarang adalah kau. Kita akan berpisah setelah ini." Kata Rudy.
"Benarkah.? Huh, aku tidak menginginkan itu." Saut Marco
"Sudah terlanjur, mau bagaimana lagi." Kata Emma.
"Aku akan sering mengunjungi kalian. Jadi tidak ada yang di khawatirkan." Kata Marco.
"Hem, baiklah Marco. Selama masih satu Akademi, tidak ada yang perlu di takutkan." Saut Lilia.
"Huh, untunglah." Kata Marco.
"Lalu, apa kalian juga lulus.?" Tanya Marco.
"Itu sudah pasti. Aku, Rudy, dan Emma berada di kelas yang sama." Jawab Lilia.
"Kelas berapa kalian.?" Tanya Marco penasaran.
"Kita semua berada di kelas 7 tingkat tinggi." Saut Rudy.
"Em, baiklah." Kata Marco.
...
Mereka pun pergi ke kantin kelas bawah di Akademi.
"Kita makan saja disini." Kata Emma.
"Pesankan makanan untukku Emma." Kata Rudy.
"Baiklah, tunggulah disini." Saut Emma sambil berjalan ke tempat kasir.
"Wajahmu sangat mencurigakan Marco, ceritakan semuanya." Kata Rudy.
"Em, Baik Rudy. Sebenarnya, aku ketahuan. Kekuatanku di ketahui oleh Mahaguru disini. Tapi mereka hanya menyadari kekuatanku ada tingkat Rank S." Kata Marco.
"Huh, sudah kuduga." Saut Rudy.
"Apa tidak apa-apa seperti itu Rudy.?" Tanya Marco.
"Tidak masalah buatku. Aku hanya takut saja kau akan di manfaatkan oleh mereka atas dasar keselamatan bersama. Kau harus hati-hati Marco." Jawab Rudy.
"Ah, aku tau itu. Aku hanya akan bergerak atas perintahmu. Tidak ada yang berbeda dengan itu." Kata Marco
"Laki-laki memang sangat ceroboh." Kata Lilia.
"Em, kau membuatku tertekan Lilia." Kata Marco.
"Kau sendiri yang memilih jalan itu Marco, jangan menyesali perbuatanmu itu. Kami semua hanya mengkhawatirkanmu." Kata Lilia.
"Terimakasih Lilia." Saut Marco.
"Makanan akan segera datang. Setelah itu kita pergi ke asrama" Kata Emma yang tiba-tiba datang.
"Apa kau tau tempat Asramanya Emma.?" Tanya Rudy.
"Nanti akan ku antar, kau tenang saja Rudy." Jawab Emma.
__ADS_1
"Baiklah." Saut Rudy.
...