Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 61 - Serangan Mendadak.


__ADS_3

Di pusat kota, Marco bersama Rin sedang mencari tempat untuk memasang koin.


"Istana kota ini masih belum di bersihkan sepenuhnya." Kata Marco sambil menaiki tangga ke lantai paling atas.


"Tempat ini seperti dungeon kak." Saut Rin.


"Ini lebih mirip seperti reruntuhan istana Rin. Tempat kosong dan luas, bahkan semua perabotan di dalam sini sudah hancur semua." Kata Marco.


"Apa tidak ada yang tinggal di rumah besar ini kak.?" Tanya Rin.


"Orang-orang masih belum siap menempati istana ini. Kau lihat sendiri, berapa biaya yang harus di keluarkan untuk membangun ulang istana ini.?" Saut Marco.


"Memang butuh biaya berapa kak.?" Tanya Rin.


"Hm, aku sendiri tidak tau. Tapi sangat aneh sekali jika kerajaan tidak membangun sesuatu disini. Mereka hanya fokus membangun tambang dari pada peradapan." Jawab Marco.


"Mungkin mereka masih belum punya uang." Saut Rin.


"Tidak mungkin, mereka pasti memakainya untuk perut mereka sendiri." Kata Marco.


"Eh.? Apa itu benar kak.?" Tanya Rin.


"Meskipun sang Raja dan para bangsawan itu terlihat baik. Tapi aku masih belum mempercayai kepada mereka 100%." Jawab Marco.


"Kenapa kak Marco tidak percaya.? Padahal mereka sangat baik padaku." Saut Rin.


"Hm, kau masih kecil, tidak mengerti hal seperti ini." Kata Marco.


"Kalau begitu, beritahu aku kak." Saut Rin.


"Rin, dengarkan baik-baik. Dunia ini beserta isinya sudah kotor, bahkan para petinggi kerajaan sekalipun. Mereka hanya bersikap manis di depan kita karena kita lebih kuat dari mereka. Jika para petinggi kerajaan peduli dengan rakyatnya, tidak akan ada rakyat jelata seperti kita, tidak ada status sosial dan penindasan." Jawab Marco.


"Em, aku tidak paham kak." Saut Rin.


"Kau masih belum paham.?." Tanya Marco.


"Aku memang tidak tau orang tuaku dimana, dan tidak tau urusan orang dewasa. Yang aku tau hanya mencari makan di tempat sampah, karena aku merasa lapar." Jawab Rin dengan polos.


"Ah, pikiranmu sedang di kendalikan oleh mereka. Mungkin kau tidak akan menyadari hal seperti itu, karena kau masih kecil dan tidak mendapatkan pendidikan. Jika para petinggi kerajaan peduli dengan rakyatnya, kau tidak akan makan di tempat sampah seperti dulu." Kata Rin.


"Apa itu benar kak.?" Tanya Rin.


"Jika sistem kerajaan tidak seperti ini, sudah tentu kau akan hidup dengan aman dan nyaman. Rakyat kerajaan pun tidak bisa apa-apa, karena mereka sendiri takut untuk di buang ke luar benteng." Jawab Marco.


"Aku jadi merasa kesal dengan mereka." Saut Rin.

__ADS_1


"Aku sendiri sangat kesal dengan mereka. Apa lagi melihatmu dan Rudy di pukuli seperti itu, kesabaranku habis. Yang ada di pikiranku hanya ingin mengancurkan mereka semua." Kata Rin.


"Ah, aku paham sekarang." Kata Rin.


"Bagus. Kau tidak boleh takut lagi pada mereka, tapi jangan menindasnya." Kata Marco.


"Kenapa seperti itu kak.?" Tanya Rin.


"Jika kau lakukan itu, sama saja kau mirip dengan mereka, menindas yang lemah." Jawab Marco.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan.?" Tanya Rin.


"Biarkan saja mereka, anggap saja mereka semua adalah batu yang berbicara, tidak ada artinya jika di dengarkan." Jawab Marco.


"Lalu, bagaimana jika batu itu melakuiku.?" Tanya Rin.


"Huh, kau terus-terusan bertanya Rin, aku jadi tidak fokus. Tanyakan saja itu pada Rudy, jangan bertanya padaku. Jika kau ingin mendengarkan jawabanku, sudah jelas aku akan menghancurkan batu itu." Jawab Marco.


"Apa boleh melakukannya kak.?" Tanya Rin.


"Aku sih pinginnya begitu. Tapi Rudy selalu memarahiku. Lebih baik kau tidak bercerita ini pada Rudy. Aku benar-benar akan di bunuh olehnya. Apa kau paham Rin.?" Saut Marco.


"Ah, aku paham kak." Kata Rin.


"Yang terpenting sekarang adalah, jangan terlalu percaya pada mereka." Kata Marco.


Mereka berdua pun akhirnya sampai di puncak istana kota. Saat mereka akan memasang koin di sana, raut wajah Marco dan Rin pun tercengang melihat ke luar benteng dari atas sana.


"Tidak mungkin." Kata Marco dengan tercengang.


"Apa itu hewan iblis kak.?" Tanya Rin dengan terkejut.


"Mereka datang lagi. Bahkan lebih banyak dari sebelumnya." Saut Marco dengan tercengang.


Di luar benteng yang cukup jauh, terlihat hewan iblis dengan jumlah yang sangat banyak sedang berlari ke arah benteng. Jumlah mereka sekitar puluhan ribu, bahkan mungkin sampai ratusan ribu.


"Apa yang harus kita lakukan kak.?" Tanya Rin dengan panik.


"Aku sendiri tidak tau." Saut Marco dengan Panik.


"Cepaat, pasang koin diamond ini di atas sana Rin." Kata Marco sambil memberikan sebuah Diamond kepada Rin.


"Baiklah kak." Kata Rin sambil meloncat ke atas puncak menara.


"Cepat Rin, waktu kita terbatas." Saut Marco dengan panik.

__ADS_1


"Ah, baik kak." Kata Rin dengan panik sambil memasang Diamond di atas atap.


Lalu. Klang klang. "HEEEee." Diamond itu pun jatuh bawah. Ting Suara diamond yang bersinar terkena cahaya matahari di depan Marco. "Tidak Diamondnya." Kata Marco dengan tercengang.


"Maaf kak, aku menjatuhnya." Kata Rin dengan ketakutan. "Sial." Kata Marco sambil mengigit bibirnya


"Ini situasi yang tidak menguntungan buat kita. Yang bisa mengunakan sihir area hanya Lilia dan Rudy, sedangkan Lilia sedang masuk kedalam dungeon, dan Rudy masih pinsan. Aku yakin Emma juga tidak akan mau pergi meninggalkan Rudy. Para prajurit juga sedang kelelahan. Apa hanya aku dan Rin yang akan bertarung.?"


"Kak, bagaimana ini.?" Tanya Rin.


"Kita harus bertarung melawan mereka Rin. Cepat, kita tidak ada waktu." Kata Marco sambil meloncat dari jendela.


"He.?" Saut Rin dengan terkejut melihat Marco yang tiba-tiba meloncat.


...


Di kawasan para prajurit yang sedang beristirahat. DREP DREP DREP. Mereka semua merasakan getaran tanah dan suara langkah kaki yang bergema cukup kencang.


"Apa yang terjadi.?" Kata Prajurit yang baru bangun dari tidurnya.


"Apa ada gempa.?" Saut Prajurit Lainnya.


"HEWAN IBLIS DATAAANG." Teriak salah satu prajurit yang menjaga di atas benteng.


"Hee.?" Saut semua prajurit disana dengan sangat terkejut.


"Padahal kita baru saja istirahat."."Apa tidak ada waktu sebentar.?"."Kenapa mereka datang lagi."."Aku sudah tidak punya tenaga lagi."


Mereka semua tidak menyadari, kalau Hewan iblis hampir sampai ke tempat mereka. Tiba-tiba Marco berlari dengan sangat cepat keluar benteng.


"Aku harus menghentikan mereka sendiri, sudah tidak ada waktu jika menunggu para prajurit bersiap-siap." kata Marco dalam hati.


...


Di dalam tenda. Rudy dan Emma pun merasakan getaran dan sensasi hawa hewan iblis.


"Emma. Mereka datang lagi. Auranya lebih kuat dari sebelumnya." Kata Rudy.


"Ah, aku tau. Apa Marco masih belum mengaktifkan Koin Diamond itu.?" Saut Emma.


"Ini gawat, bahkan tubuhku masih belum bisa di gerakkan. Kau bantulah Marco disana Emma." Kata Rudy.


"Tidak bisa, aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian. Itu lebih beresiko dari pada hewan iblis sana." Saut Emma.


"Lalu, apa kau akan membiarkan Marco bertarung sendirian.? Dia tidak bisa menggunakan skill area. Aku yakin hewan iblis itu pasti mengepung benteng ini dari segala sisi." Kata Rudy.

__ADS_1


Emma pun hanya hanya menelan ludah dengan sangat cemas.


...


__ADS_2