
Di dapur umum. Terlihat, Rudy dan Emma tertidur di kursi dan meja makan. Mereka berdua tidur dengan pulas disana. Lalu Marco dan Lilia menghampiri mereka.
"Mereka sampai tertidur disini." Kata Lilia yang menghampiri Emma.
"Kau bangunkan mereka Lilia, akan aku siapkan tenda untuk mereka beristirahat." Kata Marco.
"Kau juga tidurlah Marco." Saut Lilia.
"Aku akan berjaga setelah ini, tidak perlu mengkhawatirkanku." Kata Marco sambil menjauh dari sana.
"Hm." Saut Lilia.
...
"Bangunlah Emma, ini sudah pagi." Kata Lilia sambil menepuk pundak Emma.
"Emmm. Apa perangnya sudah selesai.?" Tanya Emma.
"Sudah tidak ada hewan iblis yang terlihat, para panglima dan prajurit sekarang sedang beristirahat. Kalian pindahlah ke dalam tendaku. Marco sedang menyiapkan tenda untuk kalian." Jawab Lilia.
"Baiklah, biarkan Rudy yang beristirahat disana, aku sudah cukup beristirahat." Saut Emma.
"Kalau begitu, bangunkan dia." Kata Lilia.
"Rudy, bangunlah."Kata Emma sambil mengoyangkan tubuh Rudy. Lalu, Buk. Tubuhnya pun tiba-tiba terjatuh dengan sendirinya.
"He.? Rudy." Kata Emma yang panik. "Kenapa dia.?" Tanya Lilia yang terkejut.
"Rudy, bangunlah. Rudyy." Teriak Emma dengan panik.
"Sepertinya dia pinsan Emma." saut Lilia.
"Apa yang sudah terjadi pada tubuhnya. Padahal semalam dia tidak kenapa-kenapa." Kata Emma dengan terkejut.
"Sebaiknya kita bawa ke tenda dulu." Saut Lilia.
...
Beberapa saat kemudian.
"Tenda sudah siap, kalian bisa pindah kesana." Kata Marco sambil masuk ke dalam tenda Lilia.
"Rudy, sadarlah Rudy." Kata Emma dengan panik, bahkan dia memberikan Heal tanpa henti.
"Apa yang sudah terjadi.?" Tanya Marco dengan terkejut.
"Kami sendiri tidak tau, Rudy tiba-tiba pinsan di dapur umum." Jawab Lilia dengan cemas.
"He.? Kenapa bisa seperti itu.?" Saut Marco.
"Kami sendiri tidak tau Marco, berhentilah bertanya." Teriak Lilia dengan sedih.
Marco pun hanya menelan ludah dengan cemas.
__ADS_1
"Sebaiknya kalian melakukan tugas yang belum terselesaikan, aku akan menjaganya." Kata Emma.
"Kau juga jangan terlalu memaksakan Emma, aku akan kembali secepatnya." Kata Lilia sambil keluar tenda.
"Hati-hati Lilia." Kata Marco.
"Bawalah ini. Ada koin yang sudah di siapkan Rudy di dalamnya, pasanglah di tiga tempat. Di pintu depan dungeon, lantai 500, dan lantai 1.000. Gunakan Barrier dan segel tempat itu untuk menjaga menara dengan aman." Kata Emma sambil memberikan cincin penyimpanan.
"Baik, aku akan segera kembali." Saut Lilia.
"Kau juga Marco, pasanglah menara ini di tengah-tengah pusat kota. Tempat ini masih belum ada menara sama sekali." Kata Emma.
"Apa kau tidak apa-apa Emma.? Aku terlalu cemas disini." Saut Marco.
"Pasang saja koin ini, dan gunakan barrier untuk melindunginya." Kata Emma.
"Baiklah, kau tenang saja." Kata Marco sambil mengambil cincin penyimpanan. "Aku akan segera kembali.".
Emma pun hanya terdiam sambil menatap wajah Rudy dengan sedih.
"Kau kenapa Rudy, sejak kapan kau pinsan begini. Bangunlah."
Lalu Emma pun meminumkan sebuah potion penetral jiwa kepada Rudy. Dan beberapa saat kemudian, Rudy pun membuka matanya.
"Ah, sudah kuduga." Saut Emma.
"Dimana ini Emma.?" Tanya Rudy.
"Apa yang sudah terjadi.?" Tanya Rudy.
"Sepertinya jasadmu bereaksi dengan pelepasan jiwa. Karena jasad ini sebelumnya memiliki dua jiwa, aku dan kamu." Jawab Emma.
"Ah, apa itu salah satu efek dari reinkarnasi.?" Tanya Rudy lagi.
"Sepertinya begitu, kita tidak tau kedepannya seperti apa, aku sudah memberikan penetral jiwa padamu. Mungkin untuk sementara kau akan baik-baik saja." Jawab Emma.
"Efeknya terlalu berat, bahkan aku masih belum bisa berdiri sendiri." Saut Rudy.
"Kau masih butuh istirahat Rudy, jasadmu sendiri masih shock dengan pelesan jiwa itu." Kata Emma.
"Tapi sangat aneh, kenapa kau juga bisa pindah ke dalam jasadmu itu, sedangkan tempatmu masih di dalam jasad ini.?" Tanya Rudy.
"Jiwaku memang berada di tubuhku sekarang. Tapi kemarin, kita hanya terbagi kedalam dua jasad yang berbeda, tapi tempat asal dari jiwa ini adalah di satu tempat. Wajar saja jika kita terpisah, jasadmu ini seperti mengalami kematian sementara, karena aku keluar dari ruangan itu dan sepenuhnya berada di tempat yang berbeda." Jawab Emma.
"Aku tidak paham dengan penjelasanmu. Apa itu hukum gaia.?" Tanya Rudy.
"Itu bukan hukum Gaia Rudy, itu adalah hukum ruang jiwa. Awalnya aku mengira tidak akan terjadi seperti ini." Jawab Emma.
"Berarti semalam aku mengalami mati suri.?" Saut Rudy.
"Ah, bisa dikatakan seperti itu. Karena sekarang kau memiliki jasad itu seutuhnya. Sama seperti saat ini." Kata Emma.
"Tapi kenapa kau baik-baik saja.?" Tanya Rudy.
__ADS_1
"Karena dari awal jasad ini hanya di tempati satu jiwa saja. Berbeda denganmu yang langsung terisi dua jiwa." Jawab Emma.
"Hm, aku paham sekarang, jadi sebenarnya yang memiliki jasadku ini adalah kau Emma." Saut Rudy.
"Ah, aku membiarkanmu mengontrol jasad itu sesukamu. Karena tidak mungkin kau bisa mengontrol jiwaku. Karena kekuatanmu masih belum setara denganku." Kata Emma.
"Aku tau itu. Tapi sampai kapan efeknya akan hilang.?" Tanya Rudy.
"Hm, aku sendiri tidak tau. Kita lihat saja setelah efek penetral jiwanya habis. Apa kau akan pinsan lagi atau tidak. Penetral itu bekerja selama 12 jam." Jawab Emma.
"Baiklah. Lalu, apa Lilia sudah berangkat ke dalam dungeon.?" Tanya Rudy.
"Mereka semua sudah berangkat. Kau tenang saja, aku akan ambil alih pimpinan untuk sementara." Jawab Emma.
"Aku serahkan semuanya padamu Emma." Kata Rudy.
"Kau tidak perlu khawatir Rudy." Saut Emma.
...
Di dalam dungeon Expert.
Lilia bersama Viona dan Stevani sedang memasang menara di dalam sana.
"Ini sangat mengerikan." Kata Stevani
"Apa mereka semua benar-benar sudah mati.? Aku takut mereka bangkit lagi." Kata Viona yang melihat ribuan mayat hewan iblis disana.
"Mereka tidak akan hidup kembali, kalian tenang saja. Tugas kita hanya memasang koin-koin ini." Saut Lilia.
"Apa tempat ini sangat dalam sekali.? Aku lihat tidak ada ujungnya." Tanya Stevani.
"Butuh waktu 1 bulan untuk menyusuri tempat ini secara keseluruhan. Tapi jika kita berlari dengan cepat, mungkin hanya 1 minggu saja." Jawab Lilia.
"Apa sampai selama itu.?" Tanya Stevani.
"Dungeon ini sangat luas dan dalam. sudah tentu butuh waktu yang lama untuk sampai ke lantai terakhir. Apalagi jika hewan iblis di sini masih hidup, butuh waktu sangat lama untuk bertarung di dalam sini." Jawab Emma.
"Tempat ini seperti kuburan." Saut Viona.
"Sudah tentu. Mayat-mayat mereka akan di biarkan membusuk disini. Jika ada hewan iblis lain yang masuk kedalam sini, mungkin dungeon ini akan menjadi dungeon yang sangat mengerikan." Kata Lilia.
"Apa maksudnya.?" Tanya Viona.
"Hewan iblis memakan mayat hewan iblis. Dan itu akan membuat mereka semakin kuat. Apa lagi energi alam di dalam sini sangat berlimpah." Jawab Lilia.
"Apa mereka kanibal.? Kenapa harus memakan mayat sesama hewan iblis.?" Tanya Stevani.
"Sudah tentu untuk menjadikan mereka semakin kuat." Jawab Emma.
"Aku baru mendengarnya." Saut Stevani dengan tercengang.
...
__ADS_1