Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 99 - Sang Pencipta.


__ADS_3

Marco masih terdiam dengan perasaan yang gelisah. Suasana di sana jadi sangat serius.


"Lalu apa yang harus aku lakukan.?" tanya Marco.


"Aku sendiri tidak tau, itu adalah pilihanmu sendiri. Aku juga tidak mau kau pergi meninggalkan kami, tapi kau punya tanggung jawab yang lain." jawab Rudy.


"Apa kau tidak punya saudara lain Marco.?" tanya Emma.


"Aku tidak punya saudara, aku adalah anak pertama dan terakhir dari Raja Neverland sebelumnya. Aku juga tidak tau jalannya politik disana seperti apa." jawab Marco.


"Lalu, siapa dalang di dalam pemberontakan itu.? Apa kau tau.?" tanya Rudy.


"Aku juga tidak tau Rudy, aku masih terlalu kecil untuk memahami situasi saat itu." jawab Marco.


"Hm, baiklah kalau begitu. Sepertinya aku terlalu serius disini." kata Rudy.


"Kau juga tidak bisa memaksa mereka untuk memilih jalan takdirnya Rudy. Biarkan mereka memilih jalannya masing-masing." kata Emma.


"Kau benar. Aku terlalu memaksakan keadaan. Apapun yang kau pilih nanti, aku akan membantumu Marco." kata Rudy sambil melihat Marco.


"Ah, apapun itu, aku akan tetap mematuhi perintahmu." saut Marco.


"Baiklah. Kita sudahi obrolan kali ini. Aku datang kesini bukan untuk membahas rahasia kita. Tapi aku ingin memberikan kabar secara lamgsung." kata Rudy.


"Apa ada sesuatu yang terjadi.?" tanya Marco.


"Aku sudah menemukan tempat yang cocok untuk Royal Unity. Kita sekarang sudah ada di tahap pengumpulan material, Emma juga sudah membuat portal transportasi pertama di dunia, jadi kita tunggu saja perkembangannya." kata Rudy.


"Kapan pembangunannya selesai.?" tanya Marco.


"Mungkin sekitar 2 bulan lebih, tapi itu hanya pembangunan istana dan pusat pelatihan." jawab Rudy.


"Apa kita akan tinggal disana Rudy.?" tanya Marco


"Tentu saja. Tapi sebelum itu, kau harus menyelesaikan dungeon Expert." jawab Rudy.


"Baiklah, apa aku akan pergi sendirian kesana.?" tanya Marco.


"Tentu saja tidak, kau akan pergi bersama Lilia dan Luci. Lalu Rin dan Ellena akan pergi ke dalam dungeon Normal." jawab Rudy.


"Eh.? Apa kau yakin Rudy.?" tanya Luciana.


"Apa kau tidak setuju dengan formasi timnya.?" saut Rudy.


"Bukan seperti itu, aku sih tidak masalah jika harus pergi kedalam dungeon, karena ada Marco bersamaku. Tapi untuk Ellena, dia tidak bisa pergi sendiri dengan Rin. Aku tau sifat dan karakter Ellena, karena dia adik kandungku sendiri." kata Luciana.


"Apa dia tidak mau pergi kedalam dungeon.?" tanya Rudy.

__ADS_1


"Aku yakin dia mau, tapi egonya sangat tinggi, aku hanya khawatir jika dia pergi berdua saja dengan Rin." jawab Luciana.


"Sebaiknya kita atur ulang formasinya Rudy." kata Emma.


"Hm, jika seperti itu. Marco, apa kau bisa menyelesaikan dungeon Expert sendirian.?" tanya Rudy.


"Sudah tentu aku mampu. Tapi akan membutuhkan waktu yang lama." jawab Marco.


"Berapa lama waktu yang kau perkirakan.?" tanya Rudy.


"Mungkin sekitar 2 tahun lebih. Aku tidak kuat sepertimu, jadi aku masih butuh waktu yang lama." jawab Marco.


"Aku akan memberikan senjata baru untukmu, mungkin set perlengkapannya juga. Apa kau masih membutuhkan waktu 2 tahun.?" tanya Rudy.


"Tergantung dari grade dan kemampuan senjata itu, aku tidak bisa memastikannya." jawab Marco.


"Bagaimana Emma.? Apa kau bisa membuat senjata yang cocok untuk Marco.?" tanya Rudy.


"Hm, baiklah. Tipe sihir Marco sekarang adalah High Royal Assasin. Aku akan membuat dual Dagger yang lebih ringan dan cepat." jawab Emma.


"Jangan Emma, Assasin butuh kemampuan juga, kau harus menambahkan unsur di dalamnya." kata Rudy.


"Eh.? Jadi bagaimana.?" tanya Emma.


"Buatlah efek yang lebih tajam, kelemahan Marco adalah skill area. Dia tidak memiliki kemampuan bertarung dalam jumlah besar, harus di bantu dengan kemampuan senjatanya. Jadi butuh di tambahkan beberapa skill di dalam senjata itu." jawab Rudy.


"Ah begitu ya. Tapi kau tenang saja, aku bisa menambahkan skill di dalamnya. Ini namanya Upgrade Item. Tentu saja kekutannya juga bisa di tambahkan sampai 15x lipat, dan itu namanya Rifine Item. Aku jadi mengingat sebuah Game RPG. Tapi itu ide yang bagus." kata Rudy.


"Eh.?" saut Emma dan Luciana dengan bingung.


"Apa kau bisa membuatnya Rudy.?" tanya Emma.


"Tentu saja bisa, tapi si penguna harus tetap memperlajari skill itu, aku akan menambahkan beberapa kemampuan di dalamnya, dan beberapa buku skill untuk mengunakan senjata itu." jawab Rudy.


"Kau hebat sekali Rudy." saut Emma.


"Kau juga hebat Emma. Aku tidak bisa membuat item seperti yang kau lakukan." kata Rudy.


"Aku hanya bisa membuat benda mati yang tidak memiliki jiwa. Tapi kau mampu menciptakan kemampuan yang bisa di turunkan, bahkan mungkin bisa di pelajari dengan cepat. Itu seperti merubah karakter seseorang, dan sudah mendekati jiwa seseorang." kata Emma.


"Eh.?" saut Luciana dengan kebingungan.


"Ah, baiklah. Apapun itu, yang terpenting kita bisa berkembang secara pemikiran." kata Rudy.


"Kau sudah menciptakan sesuatu yang tidak pernah ada di dalam hukum Gaia. Kau benar-benar hebat." saut Emma dengan tersenyum.


"Hehe, kita berdua akan menciptakan kekuatan yang sangat besar Emma." kata Rudy.

__ADS_1


"Tentu saja." saut Emma dengan tersenyum lebar.


"Aah, aku tidak tau kalian sedang membahas apa, otakku tidak bisa mencernanya." saut Marco sambil berfikir.


"Aku juga tidak tau pembahasan kalian, tapi itu terdengar sangat luar biasa." saut Luciana.


"Itulah kenapa aku serasi dengan Rudy, apapun yang kita bahas selalu nyambung. Dan kita juga punya pemikiran yang sama." kata Emma dengan tersenyum.


"Benarkah.? Lalu, apa aku serasi dengan Marco.?" tanya Luciana.


"Kalian juga serasi, bahkan kalian lebih mesra lagi. Aku jadi iri." jawab Emma sambil melihat Rudy dengan tersenyum.


"Eh.? Apa yang kau lihat.?" saut Rudy.


"Aku hanya ingin melihatmu." kata Emma.


"Jadi, kita tidak perlu malu-malu kan.?" tanya Luciana sambil mendekati Marco.


"Hm.?" saut Marco dengan terkejut. Lalu, Luciana pun duduk di sebelah Marco dan bersandar di bahunya.


"Malam yang indah bukan.?" saut Luciana pada Marco.


"A, aah. Iya malam yang indah." saut Marco dengan bingung.


"Hm, baiklah. Nikmati malam ini, kami akan pindah ketempat lain. Setelah pelatihan selesai, aku akan memberikan senjata padamu. Dan kau bisa mengetesnya nanti, senjata itu adalah yang pertama di dunia." kata Rudy sambil menghampiri Emma.


"Baik Rudy. Kalian juga nikmatilah malam ini." saut Marco.


"Kami pergi dulu Luci." kata Emma dengan tersenyum.


"Sampai bertemu lagi Emma. Terimakasih sudah mengunjungi kami." saut Luciana.


Emma pun tersenyum lalu menghilang dari sana bersama Rudy.


"Mereka berdua adalah orang yang luar biasa." kata Luciana.


"Kau sudab tau sendiri dari mereka, jadi aku tidak perlu bercerita lebih banyak." kata Marco.


"Jadi, bagaimana perasaanmu sekarang.?" tanya Luciana.


"Tentu lebih baik dari pada tadi, aku sangat lega sudah menuangkan semua pada Rudy. Jadi aku tidak perlu khawatir lagi." jawab Marco.


"Em, syukurlah. Aku juga minta maaf sudah salah paham padamu. Apalagi aku sudah menamparmu." saut Luciana.


"Kau menamparku cukup keras. Tapi terimakasih sudah menyadarkanku." kata Marco dengan tersenyum.


"Sama-sama sayang." saut Luciana sambil mencium Marco.

__ADS_1


__ADS_2