Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 53 - Curiga


__ADS_3

Di tenda panglima.


"Siapa mereka sebenarnya.? Bahkan mereka lah yang membuat barrier itu." Kata Kevin Dom.


"Aku juga ingin tau siapa mereka. Tapi aku lebih terkejut lagi, ternyata dungeon itu adalah Rank Expert." Kata Stevani.


"Aku juga ingin tau, ada apa sebenarnya. Bahkan tubuh Rocky sampai kejang-kejang begitu. Apa yang sudah dia lihat didalam sana." Kata Kevin Dom.


"Kita tidak bisa membahas ini Kevin, ini sudah di luar kemampuan kita. Mungkin para Yang Mulia tau sesuatu." Saut Stevani.


...


15 hari pun berlalu.


Kota Ferland di sambut dengan cuaca dingin yang bersalju disana. Marco dan Rin sedang meminum segelas kopi di depan dungeon Expert yang di masuki Rudy dan Emma.


"Apa kau kedinginan Rin.?" Tanya Marco.


"Cukup dingin di luar sini kak." Jawab Rin sambil membalutkan selimut pada tubuhnya.


"Sebaiknya kau masuk saja kedalam." Kata Marco.


"Aku ingin menemanimu disini." Saut Rin.


"Hm, aku hanya ingin melihat dungeon expert ini." Kata Marco.


"Apa kak Marco pernah masuk kedalam dungeon seperti ini.?" Tanya Rin.


"Ah, aku dan Lilia pernah masuk kedalamnya, bahkan aku pernah masuk kedalam neraka." Jawab Marco.


"Neraka.? Apa itu kak.?" Tanya Rin dengan polos.


"Ah, itu adalah Rank tingkat tinggi di semua Dungeon. Bahkan aku pinsan di dalam sana saat melawan boss terakhir. Lilia juga pinsan selama 1 minggu. Auranya sangat berbeda dari dungeon yang pernah ada." Jawab Marco.


Lilia pun datang menghampiri Marco bersama Alicia.


"Kau disini ternyata." Kata Lilia sambil duduk di samping Marco.


"Aku hanya bernostalgia saja." Kata Marco.


"Apa kau punya kisah yang menarik Marco.? Ceritakan padaku pengalamanmu." Tanya Alicia dengan semangat


"Kau sekarang selalu menempel pada Lilia. Apa teman-temanmu tidak iri.?" Tanya Marco.


"Mereka punya tugas sendiri jika di luar kerajaan, jangan hiraukan mereka Marco." Jawab Alicia.


"Em, baiklah." Saut Marco


"Lanjutkan ceritanya kak." Kata Rin yang penasaran.


"Dungeon Rank Hell benar-benar sangat menyeramkan Rin. Bahkan udaranya saja bisa mengahancurkan tubuh." Kata Marco


"He.? Aku baru mendengarnya Marco." Kata Alicia.


"Itu adalah dungeon tersulit yang pernah ada. Bisa di katakan, tingkat kesulitannya 100 kali lipat dari dungeon expert." Kata Marco.


"Em, aku bahkan sering pinsan didalam sana." Kata Lilia.


Alicia yang mendengarnya pun hanya menelan ludah.

__ADS_1


"Kita bahkan sampai kehabisan potion waktu itu." Kata Marco


"Apa tempat itu benar-benar ada.?" Tanya Alicia.


"Itu benar-benar ada Alicia. Kami sendiri hampir mati didalam sana. Padahal persiapan kita sangat matang sebelum masuk kesana, tapi tetap saja, itu di luar kemampuan kami saat itu." Jawab Marco.


"Lalu, apa kalian bisa menyelesaikannya.?" Tanya Alicia.


"Tentu saja kita menyelesaikannya. Tapi saat kami bertarung dengan boss terakhir Red Dragon, kami pinsan didalam sana. Hanya Rudy yang masih bertarung. Dan saat kami sadar, Red Dragon sudah mati disana." Jawab Marco.


"Apa Rudy sehebat itu.?" Tanya Alicia.


"Hahaha, Tentu saja dia sangat hebat Alicia. Tapi saat kami melawan Red Dragon, baru pertama kalinya aku melihat Rudy kesulitan, bahkan tubuhnya berkali-kali di lempar oleh Naga itu." Jawab Marco.


"Kita melawannya secara bersamaan, tapi Naga itu tidak terluka sedikit pun." Saut Lilia.


"Tapi untungnya masih ada jalan, Kita berhasil keluar hidup-hidup. Dan Rudy memberikan artefak pada kami." Kata Marco.


"He.? Apa itu.?" Tanya Alicia.


"Itu adalah Artefak yang hanya ada 3 buah saja didunia ini, dan efeknya adalah, mampu menahan aura di dalam dungeon." Jawab Lilia.


"Apa aku boleh melihatnya.?" Tanya Alicia.


"Aku harus merobek dadaku untuk melihatkan artefak itu." Jawab Marco.


"Apa maksudmu.?" Tanya Alicia.


"Artefak itu menyatu dengan jantung kami." Jawab Lilia.


"Eh.?" Saut Alicia dengan terkejut.


"Kenapa kau tidak mencobanya ?" Tanya Alicia.


"Bagaimana caranya.? Apa kau tau Alicia.?" Tanya Marco balik.


"Ah, tentu saja aku tidak tau, aku bahkan baru pertama kalinya mendengar tentang artefak itu." Jawab Alicia.


"Mungkin Emma tau sesuatu." Kata Lilia.


"Aku harap mereka kembali dengan selamat." Kata Alicia.


"Dungeon seperti ini sangat mudah di taklukan oleh Rudy, apa lagi ada Emma di sampingnya." Kata Marco.


...


3 Bulan berlalu, setelah Rudy masuk kedalam dungeon.


"Tempat ini sudah menjadi sebuah kota lagi. Bahkan hanya beberapa bulan sudah ramai." Kata Lilia yang menjaga di depan dungeon Hard.


"Kau benar Lilia, bahkan banyak murid Akademi yang sering datang kemari untuk belajar." Kata Marco.


"Bahkan mereka membuat tambang baru di mana-mana." Kata Lilia.


"Mereka bekerja dengan cepat." Kata Marco.


"Bagaimana keadaan Rudy dan Emma didalam sana.? Aku sangat penasaran sekali." Kata Lilia dengan tersenyum.


"Kita tunggu saja disini, kau sendiri sudah tau, menaklukan sebuah dungeon membutuhkan waktu yang lama." Saut Marco.

__ADS_1


"Ah, tapi aku yakin, mereka pasti kembali dengan cepat." Kata Lilia.


...


Di Dalam Dungeon.


SRAK, JLEB. Suara pedang Rudy.


"Hm, kita sudah berada di lantai berapa Emma.?" Tanya Rudy.


"Kita sudah sampai di lantai 635. Bersabarlah Rudy, kita baru masuk 3 bulan yang lalu." Jawab Emma.


"Wah, itu sangat cepat Emma. Tidak kusangka kita sampai disini dengan waktu yang singkat." Kata Rudy.


"Statmu berkembang Rudy. Sekarang kau sudah di level 210. Itu adalah level terpuncak dari Simbol IMR." Kata Emma.


"Heh, benarkah.?" Tanya Rudy.


"Kau bahkan tidak pernah melihat statmu sendiri." Saut Emma.


"Ini sangat cepat Emma." Kata Rudy dengan tersenyum.


"Tentu saja, karena kau masuk bersamaku. Sama saja kau sedang berburu sendirian disini." Kata Emma.


"Apa kau juga neik level sama sepertiku.?" Tanya Rudy.


"Sudah pasti Rudy. Aku dan kamu adalah satu." Kata Emma sambil mendekatkan tubuhnya.


"Em, lalu apa aku masih bisa naik level lagi Emma.?" Tanya Rudy.


"Tentu saja masih bisa. Bahkan level di dunia ini tidak terbatas. Tapi setelah kau melewati Simbol IMR, jiwamu tidak lagi sebagai manusia." Jawab Emma.


"Apa maksudmu.?" Tanya Rudy dengan terkejut.


"Kau akan menjadi Dewa. Bahkan keturunanmu sekalipun." Jawab Emma.


"Ha.? Bagaimana aku bisa menjadi Dewa.?" Tanya Rudy dengan terkejut.


"Sudah tentu karena pencapaiannmu sendiri. Setelah kau menjadi Dewa, system yang tertanam padamu akan hilang semua. Kau tidak lagi mempunyai layar stat, kau juga tidak punya penambahan poin dan yang lainnya." Jawab Emma


"Lalu, bagaimana aku bisa mengukur kekuatanku.?" Tanya Rudy.


"Sesuatu akan tertanam pada jiwamu. Kau bisa memahaminya setelah kau jadi Dewa." Jawab Rudy.


"Bagaimana kau bisa tau tentang semua ini.? Jangan bilang kau tau semua ini karena Sang Dewa." Kata Rudy yang mulai curiga kepada Emma.


"Sudah aku katakan dari awal, aku tau semua informasi di dunia ini, ilmu pengetahuan, sihir, bahkan dunia Dewa. Aku tau semuanya." Kata Emma.


"Siapa kau sebenarnya Emma.?" Tanya Rudy dengan waspada.


"Kau tidak perlu berwasda padaku Rudy." Jawab Emma.


"Kau sangat mencurigakan sekarang." Saut Rudy.


"Hm, baiklah, aku akan mengatakan yang sebenarnya." Kata Emma.


Rudy pun hanya terdiam dan menelan ludah.


...

__ADS_1


__ADS_2