Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 21 - Ekspedisi


__ADS_3

Didalam kamar. Rudy sedang terbaring di atas kasur. Sedangkan Emma sedang mandi.


"Kasur ini sangat nyaman sekali. Aah, aku tidak bisa berdiri lagi, sepertinya ada magnet di kasur ini." Kata Rudy.


"Apa kau menikmatinya.?" Tanya Emma yang tiba-tiba keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk di tubuhnya.


"He. Emma.? Apa yang kau lakukan, gunakan pakainmu." Saut Rudy.


"Kau bahkan pernah melihatku telanjang, kenapa kau bersikap seperti itu.?" Jawab Emma.


"Tapi situasinya berbeda Emma. Aku takut ada yang menegakkan keadilan." Kata Rudy.


"Emm, apa maksudmu.?" Kata Emma sambil mendekat ke Rudy.


"Ah, jangan kesini, dia pasti akan menegakkan keadilan." Saut Rudy.


"Baiklah. Sekarang giliranmu. Mandilah dan bersihkan tubuhmu yang bau itu." Kata Emma.


"Ah, baik." Kata Rudy. Ia pun berdiri dari kasurnya dan pergi ke kamar mandi.


"Kau lucu sekali Rudy ?" Kata Emma dengan tersenyum.


"He.? Apa yang kau bilang Emma.?" Tanya Rudy.


"Tidak, Tidak apa-apa." Jawab Emma dengan tersenyum.


...


Malam hari pun tiba, Rudy dan Emma sedang menunggu Marco dan Lilia di Bar makan.


"Mereka lama sekali, aku sudah tidak sabar menunggu, aku makan dulu Emma." Kata Rudy.


"Ah, makanlah Rudy." Kata Emma.


Di sisi lain, terlihat pengunjung lainnya sedang membicarakan acara tadi siang.


"Aku yakin, benteng ini pasti selamat dari serangan hewan iblis." Kata pengunjung disana.


"Ah, mereka sudah membentuk pasukan ekspedisi yang kuat. Aku juga yakin hewan iblis di luar sana pasti di berantas habis." Kata Pengunjung lainnya.


"Akademi Rousen benar-benar menciptakan murid yang berbakat." Kata pengunjung.


"Aku ingin sekali mendaftarkan anakku besok." Kata Pengunjung lainnya.


"Apa pendaftaran Akademi sudah di buka.?" Tanya pengunjung.


"Besok sudah resmi di buka, sebaiknya kau juga mendaftarkan putramu." Kata pengunjung lainnya.


"Para bangsawan di kota ini pasti akan berbondong-bondong mendaftarkan anaknya." Kata pengunjung.


"Itu yang aku takutkan, aku harap quotanya masih cukup." Kata pengunjung lainnya.


...


"Apa kau akan mendaftar ke akademi Rudy.?" Tanya Emma.


"Ah, aku ingin pergi mendaftar." Jawab Rudy sambil makan.


"Baiklah, besok kita daftarkan Marco dan Lilia juga." Kata Emma.


"Dimana tempat Akademi Rousen itu.?" Tanya Rudy.


"Yang pasti itu ada di ibu kota, jaraknya sekitar 1 tahun jika berjalan kaki dari sini. Biasanya setiap kota mempunyai kendaraan khusus seperti ikan terbang." Jawab Emma.


"Hem, benda apa itu.? Apa seperti pesawat.?" Tanya Rudy.


"Mungkin seperti itu, orang-orang memberinya nama ikan terbang. Pelabuhannya ada di pusat kota." Jawab Emma.


"Baiklah, kau atur semuanya Emma." Kata Rudy.


"Serahkan padaku." Saut Emma.


Marco pun datang ketempat mereka.


"Hai teman-teman, apa kalian menunggu lama.?" Kata Marco.

__ADS_1


"Cepat makanlah, lalu tidurlah. Besok kita akan mendaftar masuk ke Akademi." Kata Rudy.


"Hoo, akhirnya kau memutuskan untuk ke pergi Akademi." Kata Marco sambil makan.


"Kita perlu belajar disana, aku juga masih belum tau apa-apa tentang dunia ini." Kata Rudy.


"Apa kau meremehkan Emma.?" Tanya Marco.


"Bukan, bukan itu maksudku." Jawab Rudy yang gugup.


Lilia pun tiba-tiba datang. "Justru Emma lah guru terbaik kita Rudy." Kata Lilia.


"Aku bisa memberikan informasi apapun tentang dunia ini. Apa kau lupa tentang itu Rudy.?" Kata Emma.


"Emma, aku hanya ingin membaur dengan manusia. Justru tempat Akademi sangat cocok untuk kita." Kata Rudy.


"Hm, baiklah. Pertanyaannya adalah, apakah kita masih bisa mendaftar dengan umur yang sekarang.?" Tanya Lilia.


"Apa ada batasan umur.?" Tanya Rudy.


"Umumnya anak-anak bersekolah saat mereka masih umur 5 tahun. Mereka belajar dari dasar ilmu pengetahuan, yaitu membaca dan menulis. Apa kalian bisa membaca.?" Tanya Emma.


"Eh.? Apa bahasa di dunia ini berbeda Emma.?" Tanya Rudy.


"Tidak, kau sudah bisa membaca dan menulis. Aku sekarang bertanya kenapa Marco dan Lilia." Jawab Emma.


"Kalau aku sudah bisa membaca dan menulis." Saut Marco.


"Aku juga sama." Kata Lilia.


"Kalau begitu aman. Besok akan aku urus semuanya, jadi tunggulah disini." Kata Emma.


"Baik Emma." saut Rudy.


Beberapa saat kemudian. Mereka semua pun selesai makan dan kembali ke kamar masing-masing.


"Aku akan tidur disini saja Emma, nikmatilah kasur empuk itu. Selamat malam." Kata Rudy sambil tidur di lantai dengan selimut.


"Apa kau tidak mau bersebelahan denganku disini.? Aku jadi merasa bersalah." Kata Emma.


"Hem, baiklah. Selamat malam Rudy." Saut Emma.


...


Pagi pun datang. Emma sudah rapi dengan pakaiannya, dan Rudy masih tertidur di tempatnya.


"Rudyy, sampai kapan kau akan tidur.? Tubuhmu bahkan tidak butuh tidur, kau sangat malas sekali." Kata Emma sambil membangunkan Rudy.


"Tunggu sebentar Emma, ternyata tidur itu lebih enak dari yang kukira." Saut Rudy.


"Hem, aku akan pergi ke kota untuk mendaftarkan kalian masuk ke Akademi. Aku juga sudah memesan makanan untukmu. Turunlah, dan makanlah. Kau masih butuh makan." Kata Emma sambil berjalan keluar kamar.


"Baik." Saut Rudy.


Emma pun pergi ke pusat kota sendirian, dan Rudy masih tertidur pulas di tempatnya.


Beberapa saat kemudian.


"Hoaam." Suara Rudy yang terbangun.


"Aah, aku merasa lebih baik sekarang." Kata Rudy sambil berdiri.


"Baiklah, saatnya kita berkeliling kota." Kata Rudy dengan semangat.


Di tempat Bar Makan. Terlihat Marco dan Lilia sedang menunggu Rudy disana.


"Pagi semua." Kata Rudy.


"Ini sudah hampir siang, bahkan kau tidur sangat lama." Kata Marco.


"Tumben sekali kau datang terlambat." Kata Lilia.


"Eh, benarkah.?" Saut Rudy.


"Makanlah Rudy, ini makanan yang Emma pesan untukmu." Kata Marco.

__ADS_1


"Baik. Apa Emma belum kembali.?" Tanya Rudy sambil makan.


"Mungkin masih antri, semua orang ingin mendaftarkan diri kesana." Jawab Marco.


"Apa kita jalan-jalan sebentar di kota ini.?" Kata Rudy.


"Itu ide bagus Rudy, aku juga merasa bosan disini." Saut Marco.


"Aku habiskan makanan ini dulu, setelah itu kita pergi keluar." Kata Rudy.


...


Beberapa saat kemudian.


"Apa makanan ini sudah di bayar.?" Tanya Rudy.


"Semuanya susah di bayar oleh Emma." Jawab Lilia.


"Baiklah. Mari kita lihat, sehebat apa kota ini." Kata Rudy sambil keluar Bar.


Terlihat, banyak sekali orang-orang yang berkumpul di tepi jalan.


"Apa yang terjadi disana.?" Tanya Marco


"Sebaiknya kita Lihat." Jawab Lilia.


Mereka bertiga pun pergi mendekat ke kerumunan orang.


"Em, rombongan calon kesatria." Kata Rudy.


"Mau kemana mereka.?" Tanya Marco.


"Aku juga ingin tau." Jawab Rudy.


"Mereka akan pergi membasmi hewan iblis di luar benteng itu bocah." Saut warga disana.


"He.? Mereka berangkat dengan jumlah seperti itu.? Terlalu banyak." Kata Rudy.


"Apa kau tidak pernah keluar benteng.? Justru jumlah mereka terlalu sedikit untuk memburu hewan iblis." Saut warga disana.


"Tapi itu sangat berlebihan, jumlah mereka sekitar 10rb orang. Aku jadi binggung, mereka pergi berperang atau berburu.?" Kata Rudy.


"Huh, diamlah bocah, kau tidak mengerti apapun tentang hewan iblis di luar sana. Hewan iblis sekarang jumlahnya sangat banyak, dan mereka semua semakin kuat. Bahkan kawanan mereka sangat dekat dengan benteng, itu sangat mengkhawatirkan." Kata warga itu.


"Ho jadi seperti itu." Kata Rudy yang berpura-pura tidak tau.


"Kau lihat sendiri, dengan adanya calon kesatria perang disana, harapan kota selatan jadi lebih aman. Kau harus tau itu bocah." Saut warga itu.


"Mereka semua akan mati disana." Saut Marco.


"Apa yang kau bilang barusan.?" Teriak warga itu.


"Diamlah Marco." Kata Rudy sambil menarik tubuh Marco.


"Ah, ehehe. Maaf Tuan, temanku hanya khawatir saja." Kata Rudy.


"Apa kau tidak percaya dengan kekuatan mereka.? Bahkan sang Putri Raja turun tangan sendiri disana." Kata Warga itu dengan kesal.


"Aku yakin mereka semua baik-baik saja." Kata Rudy sambil menjauh dari sana bersama Marco dan Lilia.


...


"Apa yang kau bilang Rudy, mereka semua akan mati dengan kekuatan seperti itu." Kata Marco.


"Apa maksudmu.?" Tanya Rudy.


"Rudy, mungkin kau belum pernah menjelajah area di sekitar sana. Aku pernah bertemu dengan hewan iblis Rank AA, bahkan ada juga hewan iblis Rank S." Jawab Lilia.


"He.? Apa itu benar.?" Tanya Rudy yang terkejut.


"Aku sudah membunuh mereka semua Rudy, tapi aku tidak tau jika masih ada yang lainnya disana." Kata Lilia.


"Alasan aku lama berburu saat itu adalah, aku bertemu kawanan hewan iblis Rank S, dan jumlah mereka sangat banyak. Mungkin sekitar ribuan hewan iblis." Kata Marco.


Rudy pun terkejut dan menelan ludah. "Jadi mereka hanya mengantarkan nyawa.?" Kata Rudy.

__ADS_1


...


__ADS_2