Leveling System Reincarnation

Leveling System Reincarnation
CH 22 - Bunuh Diri


__ADS_3

Terlihat rombongan pasukan ekspedisi yang di pimpin oleh Alicia, sedang pergi keluar benteng untuk membasmi hewan iblis.


"Apa informasi yang di berikan oleh kapten Kensa sudah valid.?" Tanya Alicia sambil menungangi kudanya.


"Aku juga tidak tau, informasi ini sudah sangat lama sekali, sekitar 2 tahun yang lalu." Jawab Eva.


"Em, tapi prajurit kerajaan masih melakukan ekspedisi setiap hari, apa yang mereka lakukan di luar sana.?" Kata Alicia.


"Mungkin mereka sibuk menyelamatkan diri dari pada bertarung." Saut Herry.


"Mereka memancing hewan iblis satu persatu Herry, prajurit disini tidak mampu bertarung dengan hewan iblis tingkat tinggi." Kata Eva.


"Sebaiknya kita selesaikan misi ini, lalu kita kembali ke ibu kota." Kata Alicia.


"Oke, kita akan benar-benar di promosikan sebagai kesatria kerajaan." Kata Herry sambil tersenyum.


Beberapa saat kemudian. Tim ekspedisi Alicia pun tiba di depan gerbang terakhir.


"Selamat datang di benteng selatan Yang Mulia Putri." Kata penjaga disana


"Buka gerbangnya." Kata Alicia.


"Siap laksanakan perintah. BUKA GERBANG." Teriak penjaga itu.


KREET. Pintu Gerbang pun di buka lebar-lebar.


"Hawanya sangat mencekam sekali." Kata Herry yang melihat alam liar disana.


"Kenapa auranya bisa seperti ini.? Bukankah ini area bebas dari energi alam.?" Tanya Alicia.


"Kami semua juga ingin tau alasannya Alicia." Saut Eva.


"Jika kita sudah tau alasannya, tidak mungkin kita di kirim keluar sana." Kata Herry.


"Baiklah, bagi dua tim, Herry ikutlah dengan Eva. Aku akan memimpin kedepan, kalian pergilah ke arah timur." Kata Alicia.


"Siap laksanakan." Kata Eva dan Herry.


"TIM EKSPEDISI 2, BERANGKAT." Teriak Eva.


"TIM EKSPEDISI 1, IKUTI AKU." Teriak Alicia.


Mereka semua pun bergerak ke posisi mereka masing-masing.


Di tempat lain di atas benteng, terlihat Kensa dan Klain sedang memperhatikan pasukan Ekspedisi dari atas benteng.


"Aku harap mereka semua selamat." Kata Klain.


"Huh, bahkan prajurit terkuat sekalipun tidak akan bisa membasmi hewan iblis di luar sana." Saut Kensa.


"Apa maksudmu.?" Tanya Klain.


"Para bangsawan itu begitu serakah. Sampai mengorbankan Putri Raja." Jawab Kensa.


"Ah, jadi itu maksudmu, kita sudah tua untuk bergabung dengan mereka." Saut Klain.


"Mereka semua tidak akan kembali lagi kesini. Bahkan pasukanku hanya bisa memancing satu persatu hewan iblis ke menara." Kata Kensa.


"Hem, sayang sekali, nasi sudah menjadi bubur. Kita tidak bisa apa-apa lagi." Saut Klain.


"Aku sudah berkali-kali memperingatkan gubernur, tapi mereka masih memikirkan perut mereka masing-masing." Kata Kensa.


"Mereka sangat serakah sekali, sampai mengorbankan begitu banyak nyawa." Kata Klain.


"Aku harap kejadian ini adalah yang terakhir." Kata Kensa.


...


Ditempat Rudy dan yang lainnya.


"Kita tunggu Emma. Aku tidak bisa memutuskannya." Kata Rudy.


"Mereka semua sudah keluar dari benteng. Jika kita tidak bergerak sekarang, aku yakin mereka semua akan terbunuh." Kata Lilia.


"Aku sih tidak peduli dengan mereka." Kata Marco sambil duduk santai.


"Jika mereka masih hidup, mungkin mereka akan jadi teman kita di Akademi." Kata Rudy.

__ADS_1


"Eh.?" Marco pun terkejut.


"Emma lama sekali." Kata Rudy.


Tiba-tiba TIING. Suara notifikasi yang muncul di depan Rudy.


[Rudy, tempat pendaftaran sangat ramai sekali, mungkin aku baru kembali nanti malam. Disini antriannya sangat panjang]


"Heh.? Emma." Kata Rudy.


"Apa dia sudah kembali, mana dia.?" Tanya Marco.


"Dia mengirimkan surat suara padaku, katanya dia akan kembali nanti malam." Jawab Rudy.


"Lalu, apa keputusanmu.?" Tanya Lilia.


"Aku akan mengirimkan surat kepada Emma." Kata Rudy.


..


Di tempat Emma berada.


"Huh, kenapa semua orang datang kesini, sampai kapan giliranku tiba.?" Kata Emma.


"Aku harap Rudy tidak melakukan hal yang aneh." Kata Emma dalam hati. Tiba-tiba pesan suara muncul.


[Aku akan pergi melihat tim ekspedisi di luar benteng, mungkin kami juga akan kembali nanti malam]


"HEEEE.?" Suara Emma sangat terkejut


"Dia pasti ingin melihat Putri Raja itu. Kau membuatku kesal Rudy." Kata Emma dengan sangat Kesal.


...


Di luar benteng. Tim ekspedisi 2. Mereka sudah melakukan serangan kepada hewan iblis. Namun jumlah mereka terus berkurang setiap detik.


"Huh, huh, kenapa mereka semua sangat kuat.?" Kata Eva dengan terengah-engah.


SRAK SLASSH Suara pertarungan Herry dengan hewan iblis.


"Kita harus melaporkan situasi disini Eva." Teriak Herry.


"Kita harus mundur dari sini." Teriak Herry.


"Aku akan melaporkannya dulu." Kata Eva sambil mengirimkan surat kepada Alicia.


Tiba-tiba GRRR. Suara raungan Hewan Iblis Rank S yang datang ke arah Eva.


"He.?" Herry yang melihatnya dengan sangat terkejut.


"Tidak mungkin, Auranya sangat kuat sekali, apakah itu hewan iblis Rank S.?" Kata Eva dengan tercengang.


"CEPAT PERGI DARI SINI." Teriak Herry kepada semua pasukannya.


...


Di tempat Alicia.


"Yang Mulia, prajurit barisan belakang sudah di habisi semua." Kata kapten kerajaan.


"Huh, huh, tidak kusangka hewan iblis disini sangat kuat." Kata Alicia dengan terengah-engah.


"Perintahkan pasukan untuk mundur secara perlahan. Kita akan menyusun ulang rencana kita." Kata Alicia.


"Laksanakan perintah." Kata kapten itu sambil berjalan menjauh.


Tiba-tiba SRAK. Suara cakar hewan iblis yang memotong kepala Kapten itu. GRRR.


"Heh.?" Alicia pun sangat terkejut.


"Mustahil, bahkan di laporan tidak ada hewan iblis Rank AA. Kenapa disini ada hewan iblis Rank S.?" Kata Alicia dengan tercengang.


"Yang Mulia, cepat pergi dari sini, kami akan mengalihkan perhatiannya." Kata salah satu prajurit disana.


GRRR. GROOAAR. Raungan hewan iblis Rank S. Lalu keluar sejumlah hewan iblis dengan Rank yang sama dari depan, dan mereka langsung menyerang para prajurit disana.


"AAAAH. TOLOOONG." Teriakan para prajurit.

__ADS_1


SRAK SRAK SLASH. SWOSH. Suara tebasan yang membunuh para prajurit disana.


Alicia hanya terpatung dan menelan ludah berkali-kali.


"Kenapa ini bisa terjadi.? Kenapa hewan iblis Rank S keluar sangat banyak.?" Kata Alicia.


"Ini tidak mungkin." Alicia pun terjatuh dengan sendirinya. Dia benar-benar sangat ketakutan.


"Mustahil, ekspedisi kali ini seperti bunuh diri. Bahkan aku tidak bisa bergerak sekarang." Kata Alicia dengan sangat takut.


GRRRR. Hewan iblis itu pun menghampiri Alicia dengan perlahan.


"Apa aku akan mati disini.? Tidak. Tidak, seseorang tolong aku." Kata Alicia, bahkan sekujur tubuhnya gemetar cukup kencang.


...


Di atas benteng.


"Kensa, lihat. Ada prajurit yang kembali." Kata Klain.


"He.? Apa hanya segitu yang kembali. Lalu dimana Tuan Putri.?" Tanya Kensa.


"Itu mengejutkanku, mereka pasti punya informasi yang sangat penting, sebaiknya kita kesana." Kata Klain.


Tiba-tiba. DEEP. Rudy pun sampai di atas benteng. Klain dan Kensa pun sangat terkejut dengan kedatangan Rudy yang tiba-tiba.


"Ha.? Siapa dia.?" Kata Kensa dengan tercengang.


"Hem, mari kita lihat, dimana para prajurit itu.?" Kata Rudy yang melihat alam liar.


Lalu DEEP, DEEP. disusul dengan Marco dan Lilia yang datang di belakang Rudy.


"Sepertinya mereka sudah mati." Kata Marco yang mendekati Rudy.


"Aku masih merasakan nafas mereka, ada yang masih hidup disana." Saut Lilia.


"Lalu, kemana mereka bergerak.?" Tanya Rudy.


"Mungkin Tuan-Tuan ini bisa menjelaskannya." Jawab Lilia yang menoleh kearah Kensa dan Klain.


"He.? Ternyata ada orang di atas sini." Saut Rudy.


"Siapa kalian.?" Tanya Klain.


"Hati-hati Klain, mereka punya skill teleportasi, itu skill tingkat kaisar." Jawab Kensa.


"Mustahil, bahkan mereka masih sangat muda." saut Klain.


"Ah, maaf Tuan-tuan, apa kalian melihat ekspedisi sang putri.? Kemana mereka pergi.?" Tanya Rudy.


"A, Mereka pergi ke arah depan sana dan ke arah timur. Tim mereka di bagi menjadi dua." Jawab Kensa.


"Kensa, apa kau memberikan informasi kepada orang asing.?" Tanya Klain.


"Diamlah, kau tidak bisa merasakan aura mereka. Itu sangat berat dirasakan. Lebih baik kau tidak bicara macam-macam kepada mereka." Jawab Kensa dengan berbisik.


"Ah baiklah, terimakasih informasinya." Kata Rudy.


"Apa perintahmu.?" Tanya Marco.


"Lilia, pergilah ke arah Timur, aku akan pergi ke depan sana." Jawab Rudy.


"He.? Lalu bagaimana dengan tugasku.?" Tanya Marco.


"Kau tetaplah disini, sebaiknya kau jaga dua orang itu, jangan sampai mereka membocorkan informasi keberadaan kita." Jawab Rudy.


"Huh, apa hanya itu.?" Saut Marco.


"Berjagalah disini, siapa tau ada hewan iblis yang lolos dan bergerak kemari." Kata Rudy.


"Hem, baiklah." Saut Marco.


"Kita bergerak sekarang Lilia." Kata Rudy.


"Baik." Saut Lilia.


Lalu. DEEP. DEEP. Suara tubuh Rudy dan Lilia yang hilang begitu saja.

__ADS_1


...


__ADS_2