
"Baiklah, aku akan menyiapkan jamuan yang besar malam ini. Sudah pasti aku akan mengundang seluruh bangsawan di kerajaan." Kata Raja Eden.
"Benarkah.? Waah, aku sangat menantikannya Yang Mulia." Kata Marco dengan senang.
"Sudah kuduga akan seperti itu." kata Rudy dengan cemberut.
"Baiklah, mari kita pergi menemui diplomat itu." Kata Raja Eden.
Mereka semua pun berjalan ke ruang tahta. Dan Edward masih terdiam disana sambil memperhatikan Rudy dan lainnya.
"Mereka bahkan terlihat akrab dengan sang Raja. Siapa mereka, aku sangat penasaran." Kata Edward dalam hati.
...
Beberapa saat kemudian, Rudy dan lainnya pun sampai di ruang tahta.
"Yang Mulia Raja Dataang." Teriak penjaga disana.
"Akhirnya datang juga." Kata Hart, diplomatik kerajaan Konggo.
"Selamat datang Yang Mulia." Kata Semua orang disana.
"Ramai sekali disini. Apa istana selalu seperti ini.?" Kata Rudy dalam hati.
"Hm." Saut Raja Eden sambil mengangkat tangan kanannya dan berjalan ke ruang rapat di sana.
"Siapa bocah-bocah itu.? Apa mereka juga tamu Yang Mulia.?" Kata Kepala Panglima kerajaan bernama Leo Hard.
"Yang Mulia." Kata Leo.
"Leo, aku masih ada urusan. Sebaiknya kau mengirimkan surat kepada para panglima untuk membebaskan Alicia dan lainnya. Mereka sekarang bukan tahanan." Kata Raja Eden.
"Laksanakan Perintah Anda." Saut Leo.
Raja Eden pun melanjutkan perjalananya bersama Rudy dan lainnya.
"Sepertinya ada yang tidak beres. Kenapa tiba-tiba perintah itu turun. Apa Yang Mulia sudah lupa dengan tujuan awal. Atau memang Alicia sudah menyerah dengan kekuatan kerajaan." Kata Leo dalam hati.
"Yang Mulia, Maaf sudah menghalangi jalan Anda. Saya adalah Diplomatik kerajaan Konggo. Saya di utus oleh Yang Mulia Raja secara langsung untuk menyampaikan pesan penting untuk Anda." Kata Hart.
"Baik. Kami memang kesini untuk menemuimu. Jadi, kita bicarakan di ruang rapat saja." Kata Raja Eden.
"Baik Yang Mulia." Kata Hart sambil melihat Rudy berjalan mengikuti Raja Eden.
"Maaf Yang Mulia." Kata Hart. "Ada apa.?" Tanya Raja Eden.
"Pesan yang akan saya sampaikan adalah sangat penting dan rahasia. Jadi, bisakah saya berbicara berdua saja dengan Anda." Saut Hart.
"Sepenting apa pesan itu.? Apa kerajaan kalian akan hancur.? Atau ada serangan hewan iblis dengan Rank tinggi yang menyerang kerajaan.? Atau kalian memberikan peringatan untukku.?" Saut Raja Eden dengan serius.
"Ah, tidak Yang Mulia, bukan seperti itu. Ini adalah pesan penting yang harus saya sampaikan untuk Anda sendiri. Dan pesan ini tidak boleh di ketahui oleh orang lain." Kata Hart.
"Kau sudah mengatakannya tadi, apa aku terlihat tuli di depanmu.?" Saut Raja Eden dengan Marah.
__ADS_1
"Maaf Yang Mulia." Kata Hart dengan ketakutan.
"Sudahlah, jika kami tidak di terima, kami pergi saja." Kata Rudy dengan santai.
"Tidak Rudy, kalian harus ikut. Justru kalian lebih penting dari pada pesan itu." Kata Raja Eden.
"Hee.??" Saut Hart dan Leo yang terkejut
"Yang benar saja, pesan ini adalah invasi militer yang akan di kerahkan untuk berperang dengan kerajaan Alden. Justru ini yang lebih penting." kata Hart dalam hati.
"Sepertinya pesan itu sangat rahasia. Aku tidak ingin ikut campur dalam urusan kerajaan. Urusi sendiri kerajaanmu itu." Kata Rudy sambil membalikkan badan.
"Apa dia sudah gila.? Bahkan dia berkata seperti itu di depan Raja Terkuat di seluruh benua. Dan Yang Mulia sendiri sudah memegang artefak sekarang." Kata Leo dalam hati dengan kesal.
"Hm. Baiklah. Jika mereka tidak ikut kedalam, aku tidak ingin mendengarkan pesanmu itu." Kata Raja Eden kepada Hart.
"Eh.? Yang Mulia, ini sangat penting." Kata Hart.
"Diamlah, aku bisa marah padamu." Saut Raja Eden dengan tatapan tajam.
"Aa, ah. Baiklah Yang Mulia." Kata Hart dengan ketakutan.
"Bagaimana Rudy.? Kau sudah mendengarnya sendiri kan.?" Kata Raja Eden.
"Tapi tetap saja, aku tidak ingin ikut campur." Saut Rudy.
"Kau hanya perlu duduk manis disana. Bagaimana.?" Kata Raja Eden.
"Kenapa dia bisa berbicara sesantai itu di depan Yang Mulia. Apa bocah itu tidak tau sopan santun.?" Kata Leo dengan kesal.
"Maaf Yang Mulia sudah memotong pembicaraan Anda. Tapi, bolehkah saya tau, siapa anak-anak itu.? Ini demi keamanan Yang Mulia. Saya mendengar, perkataan mereka sudah tidak pantas untuk di dengarkan." Kata Leo.
"Diamlah. Justru kau yang tidak pantas untuk di dengarkan." Kata Raja Eden dengan tatapan yang tajam.
"Ha.? Baik Yang Mulia. Maafkan saya." Saut Leo denga ketakutan.
"Kita pergi sekarang Rudy." Kata Raja Eden.
...
Beberapa saat kemudian. Mereka semua pun duduk di kursi rapat.
"Tempat ini terlihat lebih kecil di bandingkan ruang rapat sebelumnya." Kata Rudy.
"Baik. Pesan apa yang ingin kau sampaikan padaku.?" Tanya Raja Eden.
"Maaf Yang Mulia, Pesan ini bukan dariku, tapi dari Yang Mulia Raja Konggo. Tentang invasi militer kerajaan Neverland." Jawab Hart.
"Hem.? Apa maksudmu.?" Saut Raja Eden.
"Beberapa tahun yang lalu, kerajaan Neverland menemukan ratusan dungeon di wilayahnya. Dan para kesatria Neverland melakukan ekspedisi dungeon kesana. Tapi, dari salah satu dungeon Rank Normal yang di masukinya, mereka menemukan persenjataan yang sangat langkah disana, mungkin senjata dengan Rank A disana. Dan jumlahnya juga sangat banyak sekali, mungkin sampai ribuan." Kata Hart.
"Hee.??" Saut Mereka dengan sangat terkejut.
__ADS_1
"Apa itu dungeon Normal yang aku masuki dulu.? Aku memang membuang senjata yang tidak berguna disana." Kata Rudy dalam hati.
"Rudy, apa itu senjata yang kau tinggalkan.?" Tanya Marco dengan berbisik.
"Sepertinya itu benar." Jawab Rudy.
"Kau meninggalkan jejak begitu banyak Rudy." Kata Emma dengan berbisik.
"Tapi itu kan senjata buatanmu sendiri Emma. Dan mereka menganggap senjata langkah." Kata Rudy
"Iya aku tau, tapi kau membuangnya begitu saja." Saut Emma.
"Ekhm. Maaf menganggu obrolan kalian. Apa kalian tau sesuatu tentang senjata itu.?" Tanya Raja Eden.
"Ah, kami tidak tau tentang itu. Serius, aku tidak tau." Jawab Rudy yang mengeles.
"Hm, baiklah. Lanjutkan ceritanya." Kata Raja Eden kepada Hart.
"Baik Yang Mulia. Dari penemuannya itu, Kerajaan Neverland memutuskan untuk melakukan ekspedisi sampai kedalam dungeon. Dan itu di lakukan oleh 500 orang terkuatnya. Mereka masuk kembali kedalam dungeon itu dan kembali lagi setelah 3 tahun lamanya." Kata Hart
"Lemah sekali, bahkan aku masuk sendirian kesana." Kata Rudy dengan cemberut.
"Lalu, apa yang terjadi pada mereka.?" Tanya Raja Eden.
"Dari 500 orang itu, tidak ada satu pun yang meninggal." Jawab Hart.
"Hm, apa mereka menyelesaikan dungeon.?" Tanya Raja Eden.
"Aku tidak tau tentang itu Yang Mulia, bahkan sampai sekarang pun tidak ada yang tau, kalau dungeon bisa di selesaikan atau tidak. Tapi, kembalinya para kesatria itu membuat seluruh kerajaan tercengang dengan kekuatan mereka." Jawab Hart.
"Apa kekuatan mereka meningkat.?" Tanya Raja Eden.
"Benar Yang Mulia, ada 450 orang yang berhasil meningkatkan kekuatan di tingkat Rank A+. Dan 30 orang lainnya, berada di tingkat Rank AA. Lalu, 20 orang sisanya berhasil mencapai tingkat Rank S. Itu kekuatan kerajaan yang tidak bisa di anggap remeh. Bahkan bisa di katakan, Neverland adalah kerajaan terkuat di seluruh benua." Kata Hart.
"Ini sangat berbahaya." Saut Raja Eden.
"Benar Yang Mulia. Mereka melakukan ekspedisi dungeon ke semua wilayahnya dengan prajurit baru terus menerus, sampai sekarang, kekuatan militer kerajaan Neverland ada tingkat A+. Itu benar-benar sangat berbahaya." Kata Hart.
"Aku sudah menduganya, bahkan aku mendapatkan informasi kalau jumlah tentaranya mencapai 300rb orang dengan kekuatan rata-rata Rank A. Apa itu benar.?" Tanya Raja Eden.
"Itu Benar Yang Mulia. Mereka melakukan ekspedisi dungeon setiap hari dengan prajurit yang berbeda, bahkan perintah itu turun langsung dari kekaisaran. Dan sampai sekarang, jumlah prajurit mereka terus meningkat setiap hari." Jawab Hart.
"Tidak bisa di percaya." Saut Raja Eden.
"Tapi dengan ekspedisi yang di lakukan terus menerus, mereka mulai kehabisan dungeon. Dab Akhirnya mereka melakukan invasi militer ke kerajaan tetangga, dan berjalan terus sampai masuk ke wilayah kerajaan Konggo. Mungkin sudah ada 6 kerajaan yang sudah mereka taklukan. Anda sudah tau sendiri, wilayah kerajaan Konggo yang mereka masuki berdekatan dengan wilayah kerajaan Alden." Kata Hart.
"Jadi mereka berencana masuk ke wilayahku.?" Tabya Raja Eden dengan kesal.
"Benar Yang Mulia, pesan ini saya sampaikan kepada Anda untuk kerajaan." Jawab Hart.
"Ah, ini benar-benar pesan yang penting." Saut Raja Eden.
...
__ADS_1